Disini lah Zee sekarang, duduk termenung di Penthouses nya. Dia tidak jadi ke kantor, itu hanya alasan dia agar bisa pergi dari sana. Banyak hal yang Zee fikirkan sekarang, kepala nya benar benar penuh. Dan semua itu hanya berputar tentang Nunew.
"Apakah kah Nunu bosan dengan aku? Secara aku dan dia jauh berbeda, dia masih muda dan gaya hidup nya sangat menyenangkan. Sedangkan aku, Tidak hany aku yang membosankan tapi gaya hidup aku juga seperti itu" Gumam Zee pelan
Dia terus memikirkan kemungkinan kemungkinan dengan sikap Nunu hari ini. Semakin dia berfikir, semakin banyak femikiran negatif yang bermunculan di fikiran Zee.Dan femikiran itu sungguh tidak Zee sukai sama sekali.
Sedangkan Dikantor Zee,
Nunu sedang berjalan menuju ruangan Zee, saat dia hendak masuk tiba tiba suara sekretaris Zee menghentikan nya.
"Maaf Khun Nunew, khun Zee tidak ada di ruangan nya" Ujar sekretaris ramah
"Serius phi? Apa tadi dia sempat ke sini?"
"Sejak pagi khun Zee belum menginjakan kaki di kantor nya Khun"
"Terus kemana hia? Kata nya tadi ke kantor" Gumam Nunu pelan
"Khop kun krap phi, kalo begitu saya permisi"
"Khab khun"
Nunu mencoba menghubungi nomor Zee tadi tidak aktif, sekarang Nunew benar benar gusar. Dia takut Zee salah faham kepada nya, ini kali pertama nya Zee meng Non aktifkan nomor hp nya.
"Apa mungkin hia di apartemen? Aku harus cepat cepat pulang" Gumam Nunu pelan dan melajukan mobil nya menuju apartemen mereka
Sesampai nya Nunu di sana, apartemen terlihat sepi dan Zee tidak ada di sana.
Nunu jatuh terduduk di sofa tersebut, dia benar benar lelah.
"Hia maaf in Nunu hiks.."isak Nunew pelan. Dia benar benar takut sekarang dan dia tidak tau kemana harus mencari Zee.
Nunu benar benar kacau, dia kembali menghubungi Zee tapi tetap saja nomor nya tidak aktif.
Skip.
Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, dan Zee belum juga muncul di apartemen mereka. Nunu terus menunggu Zee dengan mata yang sudah bengkak karena habis menangis. Jangan lupakan dia belum mengisi perut nya dengan makanan sejak siang tadi.
Clekk(pintu apartemen dibuka)
Nampak Zee masuk dengan keadaan Lesu dan cukup mengenaskan. Baju lusuh dan rambut acak acakan.
Melihat Zee di depan pintu, dengan cepat Nunu bangkit dan menerjang Zee dengan pelukan nya.
Brukk(menubruk tubuh Zee dengan kuat). Zee yang belum siap sedikit terhuyung ke belakang tapi untung nya dia masih bisa menyeimbangi keseimbangan nya.
"Hiaa" Cicit Nunu pelan
"Baby kamu kenapa?" Tanya Zee khawatir karena dapat dia rasakan baju nya basah dan tubuh Nunu bergetar. Menandakan sang kekasih sedang menangis
"Nunu minta maaf" Setelah mengucapkan tersebut, Nunew jatuh pingsan.
"ASATAGA BABY" teriak Zee terkejut melihat Nunu yang tiba tiba pingsan
"Kamu kenapa? Sayang jangan becanda, ngk lucu. Ayo bangun" Melihat tidak ada tanda tanda Nunu akan bangun, Zee mengangkat nya dengan cepat menuju kamar mereka. Setelah itu Zee menelfon dokter untuk datang ke apartemen nya.
Zee sangat khawatir melihat keadaan Nunu sekarang.
"Sebenar nya apa yang terjadi tadi? Dan mata ini kenapa hhmm? Kenapa dia jadi bengkak?"Cicit Zee pelan sambil mengusap sayang wajah Nunu
Ding.dong(Anggap saja bunyi Bell)
Zee berjalan keluar untuk membukakan pintu. Dia yakin itu pasti dokter yang dia telfon tadi.
"Selamat malam khun"
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Please Don't Go(ZeeNunew)
Fanfictionmungkin sekarang aku belum mengerti dengan apa yang aku rasa, tapi satu yang aku tau bahwa aku tidak bisa jauh dari mu. Terdengar egois, tapi aku benci jika orang lain menarik perhatian mu dan mengalihkan pandangan mu dari ku.Aku hanya ingin kamu te...
