57

2.8K 153 19
                                        

"Sayang kamu tidak boleh begini nak, kamu harus kuat. Kamu harus bisa menerima keadaan Nunew Zee, Nunu di nyatakan koma sayang. Dan Mommy mohon kamu jangan seperti ini, kamu harus kuat. Jik kamu tidak kuat, siapa yang akan menjaga Nunu. Seperti cerita kamu tadi, dia akan kembali kan?. Untuk itu kamu harus bersabar dan berdoa kepada tuhan sayang"

"Hiks..hiks..Mom, kenapa semua ini terjadi? Bawa aku melihat Nunu Mom" Pinta Zee lemah

"Tapi kamu harus janji agar tetap tenang"

"Hhhmm" Angguk nya dengan pandangan Kosong

Zee di dudukan di kursi roda, lalu Ny.pruk mendorong nya menuju ruangan Nunew.

"Kita tunggu di luar ya, dan ingat harus tenang"

"Khab Mom"
Setelah keluarga nya keluar, tinggal Zee dan Nunew yang ada di dalam ruangan tersebtu. Dengan perlahan Zee menggenggam tangan Nunu dengan erat.

"Sayang istirahat lah dengan tenang. tapi kamu harus janji sama hia, jangan terlalu lama di sana, hia tidak bisa bernafas dengan baik jika kamu tidak berada di sekitar hia Nu. Rasa nya berat bagi hia untuk menjalan kan hari esok. Hia mohon jangan lama lama, kamu segala nya buat hia Nu" ucap Zee lirih dalam tangis nya

"Kamu pasti akan marah karena melihat hia menangis lagi, hia janji ini terkahir hia menangis. Untuk selanjut nya hia tidak akan menangisi kamu lagi, hia akan menunggu kedatangan kamu Nu"

"Waktu cepat barlalu ya Nu, rasa nya baru kemaren aku mengenal kamu baby. Eh tau tau nya kita sudah akan menikah. Aku bahagia karena kamu pasangan hidup aku" Zee terus bercerita kepada Nunew dengan air mata yang menetes. Dia masih tidak menyangka jika Nunu mengalami hal seperti ini.

Sedangkan orang orang diluar menahan  isak tangis nya mendengar ucapan Zee. Sungguh racauan zee membuat siapa saja yang mendengar nya akan merasa sedih.

"Mom" Panggil Zee dari dalam

"Khab sayang" Jawab nya. Sebelum masuk tidak lupa dia menghapus jejak air mata nya terlebih dahulu.

"Mom, Zee akan tidur di sini. Tolong suruh orang untuk menambahkan tempat tidur satu lagi"

"Ok khab sayang"

***

Seminggu telah berlalu, tapi belum ada tanda tanda Nunew akan sadar dari koma nya. Banyak teman teman dari DMD dan aktor aktor dari agensi lain membesuk Nunu. Sekaligus memberikan dorongan kepada Zee. Selama seminggu ini juga, Zee tidak pernah pulang kerumah. Mommy dan Aof lah yang mengurus semua keperluan Zee.
Zee juga tidak menerima Job jenis apa pun. Dia hanya ingin fokus dengan kesembuhan Nunu. Setiap hari Zee selalu bercerita kepada Nunew, banyak hal yang dia ceritakan. Berharap Nunu merespon apa yang ingin dia katakan.

"Maaf khun Nona Love telah kami tebus dari kantor polisi. Apa yang harus kami lakukan selanjut nya?"

"Bagus, bawa dia ke tempat biasa" Ujar Zee dingin

"Khab khun"

"Jika hanya di kantor polisi, itu terlalu mudah Love. Kamu harus menderita secara perlahan lahan" Ujar Zee dengan suara gelap

"Halo Nong kamu bisa kerumah sakit sekarang?" Tanya Zee

"Khab phi" Jawab Nata

"Phi tunggu"

Skip

"Ada apa phi?" Tanya Nata yang baru sampai di sana bersama Tata

"Phi minta tolong agar kamu menjaga phi Nunu selama phi pergi. Di luar ada beberapa orang Bodyguard yang menjaga kalian. Telfon phi jika terjadi sesuatu, ingat jangan tinggalkan phi Nunu barang sedikitpun. Jika kalian ingin makan, suruh saja orang di luar membelikan nya" ujar Zee panjang lebar

"Khab phi, phi hati hati"

"Hhhmm" Zee perlahan keluar dari ruangan Nunu. Di luar dia berbicara kepada para bawahan nya.

"Jangan biarkan siapa pun memasuki ruangan Nunew. Kecuali dokter yang biasa merawat Nunu, jika dokter nya berbeda dari yang biasa telfon saya dulu jangan biarkan dia masuk. Dan selain keluarga dan kedua manager saya. Selain itu tidak di perbolehkan masuk, ok khab"

"Khab khun"

Semenjak Nunu koma Zee memang tidak pernah menangis lagi. Tapi dia menjadi pribadi yang sangat tertutup dan dingin. Dia tidak pernah lagi tersenyum, hanya wajah datar yang dia tunjukan kepada setiap orang yang dia temui. Dia hanya akan tersenyum jika sedang bercerita dengan Nunu.

Zee baru saja sampai disebuah rumah kosong. Disana tempat dia menyekap Love.

"Dimana dia?"

"Lewat sini khun" Sesampai nya di tempat Love.

"Kalian boleh keluar" Perintah Zee dingin

"Khab khun"

"Hallo Love, kita bertemu lagi" Ujar Love dengan nada datar

"Apa yang kamu ingin kan phi?" Tanya Love ketakutan

"Tentu saja bermain main" Zee mengambil sebuah koper di dalam lemari di sana dan membuka nya. Disana terdapat berbagai jenis pisau yang sangat tajam.

"Kita mulai bermain nya Love" Zee melangkah mendekat kearah love, mengikatkan sebuah kain di mulut gadis itu.
Kemudian Zee menarik bangku yang ada di depan nya mendekat kearah Love dan duduk di sana.

"Kamu tau Love aku sangat sangat membenci mu" Ujar Zee dingin sambil menyayat nyayat paha Love

"Karena kamu membuat semua nya hancur" Cerita Zee masih dengan eskpresi yang dingin. Dia menguliti kulit paha Love dengan santai sehingga menyebabkan Love terpekik kesakitan

"Aakkkk lepaskan Zee, dasar Psikopat gila" Teriak Love dengan kesakitan

"Diam lah jalang. Suara mu membuat telingaku sakit. Kamu jangan menganggu kesenangan aku" Ujar Zee sambil menatap Love dingin

"Sssstttt ini menyenangkan Love, sekarang yang satu nya lagi" Ucap zee seperti psikopat
Zee kembali menyayat paha Love, dan menguliti kulit paha nya dengan santai.
Sehingga menyebab kan Love berteriak kesakitan.

"Aaahhhhhh tidak, sakit Zee lebih baik kamu membunuh aku sekarang" Teriak Love histeris

"Kamu sangat berisik Love. Ah aku ada ide" Zee mengambil gunting, lalu dia berdiri mendekat kearah Love.

"Apa yang kamu lakukan" Tanya Love bergetar ketakutan
Zee tidak menjawab, dengan cepat dia menarik rambut Love dengan kecang. Dan saat Love berterik, Zee memasukan gunting nya ke mulut Love dan menggunting lidah nya.

"Aahhh ini baru seru" Ucap Zee santai

Sedangkan Love, dia berteriak histeris tidak jelas. Ini sungguh menyakitkan buat ny.

"Bagaimana? Ah pasti kamu bahagia. Ah kamu tunggu di sini, aku memiliki hadia kecil untuk mu"
Zee keluar sebentar dan kembali lagi dengan sebuah ember yang isi nya jeruk Nipis yang sudab di potong potong.

"Aahh ini pasti seru"  Zee mulai memeraskan jeruk Nipis di kulit paha Love yang sudah terkelupas. Hal itu sontak saja membuat Love menangis histeris, tangisan nya tidak jelas karena Zee sudah memotong lidah Love.

"Bagaimana? Pasti kamu bahagia. Hhmm ya sudah, aku bosan. Besok aku ke sini lagi" Ujar Zee dan berlalu dari sana. Sedangkan Love sudah tidak sanggup menahan rasa sakit yang mendera nya sehingga menyebabkan dia jatuh pingsan.

Next..

Baby Please Don't Go(ZeeNunew)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang