"Apa yang mau kamu lakukan phi?" Tanya Nunew dengan nada ketakutan
"Menurut kamu?" Tanya nya dengan nada yang nakal. J perlahan mendekat kearah Nunew, membelai wajah Nunew dengan pelan.
"Hhhmm kulit mu begitu halus Nu, aku ingin mencicipi kamu dulu. Setelah itu baru aku hancurkan wajah kamu ini, bagaimana?"
"Jangan, tolong jangan sentuh Nunu" Tangis Nunu pecah. Dia tidak bisa membayangkan jika dia di sentuh oleh laki laki lain selain hia Zee.
"Sssstttt sayang jangan menangis. Tangisan mu semakin membuat aku tidak tahan" J mulai mencium wajah Nunu, tapi Nunu selalu menghindar sehingga membuat J marah besar
"Sreekk( J menarik rambut Nunu ke belakang). Kamu jangan melawan sayang, kamu cukup menikmati nya. Ok khab" perintah J dengan tegas. J kembali ingin mencium Nunu, tapi lagi lagi Nunu menghindar.
Cuihh( Nunu meludahi wajah J)
"Aku tidak sudi di sentuh oleh kamu, mending kalian bunuh saja aku sekarang dari pada melayani nafsu bejat kamu phi" Teriak Nunu
Pllakkk( J menampar Nunu dengan sangat keras)
"Berani sekali kamu meludahi wajah aku. Terima ini" J mencambuk Nunu dengan ikat pinggang nya
"Tidak, tolong hentikan"
"Bagaimana? Masih mau melawan?"
"Bagus phi, aku suka pertunjukan mu"
J kembali merayapi tubuh Nunu, mencium nya dengan paksa. Tepat saat J ingin membuka baju Nunu, tiba tiba pintu di dobrak dari luar.
Brakk
"Brengsek. Lepaskan dia" Teriak Zee murka. Dia menendang J dengan sekuat tenaga sehingga J terpental ke arah dinding. Zee dengan cepat membuka ikatan tangan Nunu, dan memeluk nya erat.
"Tidak apa apa Baby, aku di sini. Sekarang kamu harus tenang"
"Hikss..hikss..Nunu takut hia" Ujar Nunew ketakutan dengan tubuh yang bergetar hebat.
"Phi/Zee" Ujar Love dan J dengan ekspresi terkejut. Mereka tidak menyangka Zee tau tempat persembunyian mereka. Padahal tempat ini jauh di dalam hutan
"Kenapa? Terkejut saya ada di sini?. Dan kamu Love, kali ini saya tidak akan mengampuni kamu" Ujar Zee dingin
"Hahaha kamu becanda phi. Kamu hanya sendirian di sini." Sinis Love sambil tertawa pelan
"Bagus jika kamu ke sini. Jadi sekalian saya akan menjemput kematian kalian berdua" Ujar J
Zee menyembunyikan Nunu di belakang tubuh nya. Sedang J mulai menyerang Zee, Zee menampik serangan J dan dia menyerang balik. Zee dan J terlibat perkelahian yang sengit. Love yang melihat ada kesemptan untuk menyerang Nunu, dengan perlahan dia mengedap edap di belakang Nunu dan memukul kepala Nunew dengan besi yang ada di tangan nya.
"Akhhh" pekik Nunu kesakitan, Nunu ambruk ke tanah dengan darah yang mengalir deras di kepala nya.
"Nunu" Teriak Zee berlari ke arah Nunew
"Sayang kamu harus bertahan. Kamu ngk boleh ninggalin aku Nu, sebentar lagi kita akan menikah. Nu kamu harus tetap membuka mata kamu" Racau Zee dalam tangis nya
"Hi_i_a ja_ng_an me_na_ngis." Ujar Nunu terbata
"Ssstt sayang jangan berbicara dulu hiks..hiks..kamu haarus tetap membuka mata, jangan ditutup ok khab"
Saat Zee sedang lengah, J mengambil pistol dalan baju nya dan mengarah kan nya kearah Zee.
Nunu yang melihat itu, secepat kilat membalikan tubuh Zee dan memeluk nya dengan erat.
Dor..akhir nya Nunu yang terkena tembakan karena ingin melindungi Zee.
Tepat saat itu juga, polisi datang meringkus J dan Love.
"TIDAKKK NUNU" Teriak Zee menangis dengan keras
"Nunu" Ujar Kwang dan Aof bersamaan
"Tidak, kamu tidak boleh pergi. Sadar Nu, sayang ayo bangun" racau Zee kalut
Aof memeriksa denyut nadi Nunu, masih ada meskipun itu lemah.
"Denyut nadi nya masih ada, ayo angkat cepat Zee. Kita bawa kerumah sakit" Teriak Aof kepada Zee
Zee mengangkat Nunu kedalam gendongan nya, dan berlari keluar dengan cepat. Di belakang ada Aof dan Kwang yang mengikuti nya. Kwang tidak berhenti nya menangis melihat keadaan Nunu. Ternyata benar firasat nya tadi.
"Tuhan selamatkan Nunu" Batin kwang.
Skip.
"Dokter, tolong selamtakan calon istri saya. Dokter" Teriak Zee di sepanjang koridor rumah sakit. Tubuh Nunu yang terkulai lemas gendongan nya serta darah yang berceceran di tubuh Zee membuat dia takut.
Dengan cepat para dokter dan perawat mengambil alih tubuh Nunu dan memindahkan nya ke keranjang rumah sakit. Mendorong nya masuk ke ruangan operasi.
"Semua ini salah aku,aahhh bugh bught" Zee meninju dinding rumah sakit dengan tangan nya. Akibat nya tangan Zee ikut terluka
"Zee kamu gila, hentikan" Teriak Aof marah
"Aku tau kamu khawatir dengan keadaan Nunu, tapi ngk gini cara nya zee. Jika kamu ikutan terluka siapa yang akan ngurusin Nunu? Mikir dong sampai ke sana, jangan tolol" Teriak Aof murka
"Phi ngk gitu cara ngomong nya. Yang ada Zee makin tertekan, gimana sih" Ketus Kwang. Kwang mendekat kearah Zee memeluk Zee dengan erat.
"Kamu tenang ya, aku yakin Nunu selamat. Kamu kan tau Nunu itu anak yang kuat" Bisik Kwang lembut
Zee mulai tenang, tetapi masih tetap meracau.
"Tapi phi semua yang terjadi kepada Nunew hari ini itu karena aku phi. Andai saja aku cepat mengangkat telfon nya tentu Nunu tidak akan sampai di culik"
"Itu sudah takdir Zee, dan kamu harus bisa menerima nya dengan iklas" belum sempat Zee menjawab tiba tiba terdengar suara orang memanggil nya di depan.
"Zee" Zee menengadah ke atas untuk melihat siapa yang memanggil nya. Ternyata itu Sang Mommy, daddy, Nata Tata, Mae dan Pho. Mereka melihat Zee dengan raut yang khawatir.
"Mom hiks..hiks.." Zee terisak di pelukan Mommy nya
"Mom Nunu mom, Nunu berdarah. Zee tidak suka Nunu seperti itu Mom. Zee sudah berusaha membangunkan Nunu tapi dia tidak mau Mom. Tolong bantu Zee bangunin Nunu Mom" Racau Zee kalut seperti orang depresi
"Ssss sayang kamu harus tenang" Ujar Ny.pruk menahan tangis nya.
Semua orang di sana tidak sanggup melihat keadaan Zee yang sekarang. Mereka memalingkan wajah nya kearah lain dengan air mata yang berderai. Mereka bisa lihat betapa terpuruk nya Zee melihat keadaan Nunu. Zee seperti hilang arah.
"Kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan Nunu sayang. Mommy mohon kamu tenang, jangan seperti ini"Ny.pruk sangat sedih melihat keadaan Zee yang sekarang. Ibu mana yang tidak sedih melihat keadaan putra nya terpuruk seperti ini. Zee seakan akan kehilangan cahaya hidup nya.
"Zee" Panggil Mae Nunu
"Mae" Zee memandang Mae Nunu dengan berjuta juta rasa sakit dari pancaran mata nya.
"Kamu harus kuat nak, kamu tau kan Nunu butuh kamu. Untuk itu kamu harus tenang, kamu kan tau Nunu tidak akan senang jika melihat kamu seperti ini" Mae Nunu membawa Zee ke dalam pelukan nya. Memberikan ketenangan untuk Zee melalui pelukan nya.
"Mae yakin Nunu akan baik baik saja. Jadi kamu harus tenang, ok khab" Ujar Mae Nunu lembut.
Zee hanya mengangguk lemah dalam pelukan Calon mertua nya tersebut.
Next..
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Please Don't Go(ZeeNunew)
Fanfictionmungkin sekarang aku belum mengerti dengan apa yang aku rasa, tapi satu yang aku tau bahwa aku tidak bisa jauh dari mu. Terdengar egois, tapi aku benci jika orang lain menarik perhatian mu dan mengalihkan pandangan mu dari ku.Aku hanya ingin kamu te...
