S e b e l a s
'Aku (cinta) Benci Kamu'
🌼🌼🌼
"Maaf?" kata Sheza kebingungan.
Orang itu tersenyum kikuk. Lalu berkata, "Um, sebenarnya saya mau makan hot pot, tapi karena saya sendiri, rasanya agak... kurang seru. Jadi kalau boleh, aku mau gabung. Aku yang traktir, oke?"
Sheza dan Cloudy saling berpandangan, mereka tidak mengenal laki-laki ini. Tapi entah kenapa Sheza tidak merasa terusik, seakan-akan mereka sudah cukup mengenal satu sama lain.
"Boleh," jawab Sheza setelah lama dia. Laki-laki itu tersenyum senang, sementara Cloudy tercengang. Tapi dia tidak bisa berbuat apa pun karena laki-laki itu sudah duduk di samping Sheza. Lalu dia memanggil pelayan dan memesan banyak hidangan untuk mereka.
"Oh, maaf kalau nggak sopan. Aku belum ngenalin diri, nama ku Delius. Aku murid pindahan kota dari kelas 11-01B."
"Oh! Kita ada sekolah yang sama."
Delius mengangguk. "Kalian juga?"
Sheza mengangguk. "Ya, namaku Sheza dari kelas 11-01A dan ini Cloudy dari 11-02A."
"Woah, kalian ada di kelas unggul,"
Sheza dan Cloudy tampak asik mengobrol bersama. Seperti teman lama, mereka bahkan terlihat sangat antusias saat membahas hobi yang sama. Sesekali tertawa dan melupakan Cloudy yang duduk canggung sambil memperhatikan ke arah pintu.
Cloudy merasa sedikit khawatir, orang itu berjanji akan datang tapi tak kunjung datang. Padahal sudah lewat dari jam temu mereka.
Pesanan akhirnya tiba. Pelayan membantu mereka menyiapkan hotpot dan memasaknya dengan ahli. Meski sebenarnya mereka bisa melakukannya sendiri, tapi Delius sudah lebih dulu meminta pelayan itu untuk menyiapkannya untuk mereka karena menurutnya cukup enak. Jadi Cloudy dan Sheza harus mencobanya dulu. Jika tidak enak maka mereka bisa memesan yang lain dan membuatnya sendiri, Delius akan membayar.
"Ngomong-ngomong, aku pindah satu bulan sebelum ujian. Jadi ada banyak pelajaran yang ketinggalan,"
"Satu bulan sebelum ujian?" ulang Sheza tak percaya. "Bukannya itu melanggar aturan sekolah? Sekolah nggak menerima murid baru saat ujian hampir tiba."
"Aku juga...merasa sungkan untuk bilang ini, tapi begitulah keadaannya."
"Kamu tinggal di asrama?" Sheza bertanya lagi seolah dia tertarik dengan pembicaraan mereka.
Delius mengangguk.
Di saat bersamaan seseorang yang lain tiba-tiba menghampiri mereka dengan napas tersenggal. Saat hendak mencapai meja, betapa terkejutnya dia saat menemukan ada seorang laki-laki asing yang duduk tepat di samping Sheza sambil berbicara asik.
Dia merasakan rasa sesak di dada. Kedua tangannya tergepal erat di sisi tubuh. Dia tidak tahu mengapa dia marah, tapi dia sangat tidak suka melihat Sheza mengobrol dengan seseorang seasik itu.
"Mahveen!" Cloudy melambai riang saat dia memanggil Mahveen.
Tersentak. Sheza melirik ke belakang dan benar saja, Mahveen sedang menghampiri mereka. "Maaf, kami makan duluan karna kamu nggak keburu datang," jelas Cloudy.
Mahveen mengangguk kecil lalu dia melirik Sheza dan Delius secara bergantian dengan tatapan tajam sebelum Cloudy menariknya untuk duduk secara zigzag dengan Sheza.
"Oh hai," sapa Delius dengan ramah. "Kamu teman mereka?"
Mahveen mengelingkan bola matanya malas. Enggan menjawab. Cloudy yang merasa tingkah Mahveen tiba-tiba berubah langsung menyadari bahwa Mahveen marah karena rencana mereka gagal.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGED DESTINY [TAMAT]
RomanceGenre: Fantasi - Romance Rilis: Juni 2022 Republish: 13 November 2024 Finish: 8 Mei 2025 _________ Sheza merasa terbebani oleh rasa bersalah terhadap Mahveen. Ketika mendapat kesempatan kembali ke masa lalu, niat awalnya untuk membuat Mahveen memben...
![CHANGED DESTINY [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/314735105-64-k999188.jpg)