E n a m
'Aku Marah Pada Setiap Orang Yang Berbicara Denganmu.'
🥀🥀🥀
Alasan mengapa Sheza begitu marah adalah karena dia tidak ingin Mahveen kembali ke masa lalu. Jika hal itu terjadi maka tujuannya datang kemari menjadi sia-sia, semua akan berakhir dengan mereka menikah dan semua peristiwa yang terjadi padanya saat itu akan kembali terulang. Dia tidak bisa membiarkan itu terjadi, 'kan? Dia harus melakukan sesuatu agar Mahveen membencinya. Tapi bagaimana caranya?
Saat Sheza sedang memikirkan banyak hal untuk rencananya, waktu berlalu sangat cepat. Langit semakin gelap, Cloudy kembali sedikit terlambat hari ini karena harus mengikuti kelas tambahan. Dia mendorong pintu terbuka, ruangan itu benar-benar gelap hanya cahaya bulan yang bersinar melalui pintu kaca balkon untuk samar-samar melihat gundukan diranjang bawah.
Cloudy meletakkan plastik makanan dan minuman di atas meja belajar dan menaruh kembali tas milik Sheza yang lupa ia ambil saat buru-buru meninggalkan kelas tanpa niat kembali untuk mengikuti pelajaran. Dia berjalan perlahan untuk menyalakan saklar lampu, begitu lampu dinyalakan ruangan itu segera diterangi, Cloudy melihat Sheza sedang tertidur dengan seluruh selimut menutupi tubuhnya. Hanya sepasang mata indahnya yang muncul dan bergerak gelisah saat cahaya menyilaukan membuatnya tidak nyaman.
Tidak tahu berapa lama Sheza tertidur, dia mungkin tidak makan hari ini. Jadi jika dibiarkan tidur untuk waktu yang lama, Sheza mungkin akan mengalami keram perut untuk kedua kali.
"Sheza, ayo bangun, kamu harus makan sesuatu atau perutmu akan sakit." Cloudy menepuk lengan Sheza, memanggil-manggil nama gadis itu sambil terus berbicara lembut seperti seorang Ibu yang sedang membujuk anaknya untuk makan.
Sheza awalnya ingin mengabaikan Cloudy, tetapi hidungnya mencium aroma yang lezat dari makanan yang dibawa Cloudy membuat dia terbangun dengan patuh. Dia mengucek-ngucek kedua matanya saat berusaha untuk duduk dan bersandar di kepala ranjang.
"Sheza, ayo makan."
"En, aku akan cuci muka," jawab Sheza dengan suara khas bangun tidur.
Ruangan menjadi hening sejenak, saat mereka berdua menikmati makanan tanpa suara. Setelah selesai, Sheza tidak lya meminum obatnya dan hendak kembali tidur sebelum mendengar Cloudy menegurnya untuk tidak tidur selesai makan.
"Sheza, ini. Minumlah,"
Sheza melirik botol ditangan Cloudy, lalu dengan sedikit kasar dia mendorong botol itu menjauh dan berkata dengan nafa dingin, "Aku nggak mau minum."
Cloudy menghela napas panjang dan menjelaskan, "Aku sengaja beli ini saat dalam perjalanan pulang,"
"Nggak mau,"
Cloudy sedikit menghela napas dan menarik tangannya kembali. "Oke, kalau kamu nggak mau gimana kalau kita jalan-jalan?"
Sheza berpikir sejenak, dia memang merasa jenuh ditambah lagi kejadian tadi pagi benar-benar membuat dia tidak nyaman untuk melakukan apapun. Tanpa banyak berpikir, Sheza mengangguk setuju.
Dia memandangi tempat bermain dengan tatapan berbinar. Dia tidak pernah datang ketempat seperti ini. Biasanya Club, Cafe, restoran atau hotel adalah tempat bermain terbaik. Sheza merasa sangat menyesal telah menyia-nyiakan hidupnya dengan hura-hura tanpa mengetahui ada banyak tempat yang bisa membuatnya tertarik.
"Kamu keliatan senang, sebelumnya apa kamu nggak pernah pergi ke tempat kayak gini?"
Sheza menggelengkan kepalanya, "Aku nggak pernah tahu ada tempat kayak gini."
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGED DESTINY [TAMAT]
RomansaGenre: Fantasi - Romance Rilis: Juni 2022 Republish: 13 November 2024 Finish: 8 Mei 2025 _________ Sheza merasa terbebani oleh rasa bersalah terhadap Mahveen. Ketika mendapat kesempatan kembali ke masa lalu, niat awalnya untuk membuat Mahveen memben...
![CHANGED DESTINY [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/314735105-64-k999188.jpg)