BAB 15

393 42 3
                                        

L i m a  b e l a s

'Di Antara Mereka Saling Terhubung'

🕊🕊🕊


Saat Sheza dan Cloudy berangkat ke sekolah bersama, Sheza sudah menyadari adanya keanehan. Orang-orang menatap Sheza sambil berbisik-bisik kecil. Sheza tidak tahu apa yang terjadi. Bahkan Cloudy sempat bertanya kepada Sheza apakah dandanannya hari ini aneh. Namun, Cloudy menggelengkan kepalanya, menganggap penampilannya biasa saja.

Saat Sheza dan Cloudy berpisah dan masuk ke kelas masing-masing, mata teman-teman sekelas Sheza langsung tertuju padanya. Bukan pandangan yang menjijikkan atau mengejek, tetapi pandangan yang sedikit takjub dan penuh rasa ingin tahu. Sheza merasa heran dan sedikit tidak nyaman dengan tatapan-tatapan tersebut.

Lalu pandangan Sheza tertuju pada kursi tempat duduknya dan Mahveen. Pemuda itu duduk di kursinya dengan senyum menawan. Ia melambaikan tangan ke arah Sheza dan meminta Sheza untuk datang.

Mengabaikan pandangan teman-temannya yang masih memperhatikannya, Sheza berjalan ke belakang menuju kursinya. Mahveen membantunya menarik kursi. Sheza mengucapkan terima kasih dan duduk. Kemudian, Mahveen mengambil satu kantong plastik kresek berisi sarapan dan meletakkannya di atas meja Sheza.

Mata Sheza berkedip kaget. Ia tidak menyangka Mahveen akan melakukan hal itu. Namun, Mahveen tampak tenang dan tersenyum padanya.

"Makasih," ucap Sheza. Ia mengambil kotak susu berukuran kecil, menusuk sedotan, dan menyeruputnya. Sambil menyeruput susu, Sheza memperhatikan teman-temannya yang menatapnya dengan mulut ternganga. 

Mereka tampak sangat terkejut dengan perhatian Mahveen pada Sheza. Sebelum akhirnya mereka semua memalingkan wajah dan berpura-pura tidak melihat interaksi antara Sheza dan Mahveen, seolah-olah mereka tidak ingin terlibat dalam situasi tersebut.

Lalu tiba-tiba sebuah notifikasi masuk ke ponsel Sheza. Pengirimnya Erdo. Sheza melihat Erdo duduk di kursi paling depan, memunggunginya. Sheza merasa heran, kenapa Erdo mengiriminya pesan padahal mereka berada di kelas yang sama. 

Namun, saat Sheza membuka pesan dari Erdo, ia langsung tersedak susu dan terbatuk-batuk. Mahveen yang duduk di sampingnya buru-buru mengambil tisu dan memberikannya pada Sheza. Ia juga mengelus punggung Sheza dengan lembut sambil berkata, "Pelan-pelan, jangan buru-buru."

Sayangnya, Sheza tidak teralihkan dari rasa terkejutnya oleh perhatian Mahveen. Matanya melebar saat melihat Erdo mengiriminya sebuah link yang menampilkan foto Mahveen sedang mengelus puncak kepala Sheza di depan asrama beberapa hari yang lalu. 

Saat Sheza membuka link tersebut, ia terperangah. Ternyata itu adalah postingan dari akun gosip Lambe-lambean sekolah mereka. Foto itu diunggah dengan caption, "Detik detik sebelum dunia tahu kisah cinta mereka...." Dan ada ratusan pesan yang menampilkan hastag #HariPatahHatiSeanteroSekolah. Dan tentu saja pesan-pesannya menuliskan pesan-pesan patah hati seolah-olah Mahveen dan Sheza telah mengkhianati penggemar mereka.

"Ada apa?" tanya Mahveen, suaranya lembut, saat melihat reaksi Sheza yang begitu terkejut.

Sheza mengarahkan layar ponselnya kepada Mahveen dengan cemas. Namun, Mahveen yang melihat foto tersebut tampak tenang dan tidak terpengaruh. Hal ini membuat Sheza mengernyit heran. "Kamu kok nggak kaget?" tanya Sheza, suaranya dipenuhi kebingungan.

"Kaget? Aku tahu kok kita difoto hari itu," jawab Mahveen dengan tenang.

"Kok kamu nggak bilang sih?" hardik Sheza, suaranya terdengar kesal karena Mahveen tidak memberitahunya.

CHANGED DESTINY [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang