S e m b i l a n
'Mimpikan hal yang sama'
🦋🦋🦋
"Veen, ayo bangun. Buatkan aku sarapan, aku lapar banget nih~"
Krriiiiing~
Mahveen tersentak dalam tidurnya, tubuhnya terduduk tegak di atas kasur dengan keringat yang bercucuran. Napasnya terengah-engah, jantung berdebar kencang, bayangan-bayangan itu masih berputar di benaknya. Mahveen meraba-raba wajahnya, merasakan kelembapan air mata yang masih mengalir di pipinya.
Dia tidak tahu kapan semua itu dimulai. Setiap kali tertidur, dia akan memimpikan seorang perempuan dengan wajah blur, yang selalu duduk atau tidur disampingnya, bertindak manja dan memanggil-manggil 'Veen' dengan suara yang manis.
Setiap kali Mahveen terbangun keesokan harinya wajahnya akan basah karena air mata. Rasa sakit dihatinya tidak tertahan, jelas tanpa alasan tetapi mimpi itu seolah nyata dan membuat Mahveen merasa dia pernah mengalami kejadian ini sebelumnya.
Apakah mimpi itu bagian dari masa lalunya sehingga dia terus dimimpikan dalam hal yang sama setiap malamnya. Dia tidak bisa tidur nyenyak karena mimpi itu, akibatnya kesehatannya sedikit memburuk dan beberapa kali harus dirawat dirumah sakit.
"Ada apa? Mimpi buruk lagi?" Davin bertanya ketika melihat adik bungsunya datang dengan wajah lesu.
Dia menarik kursi dan duduk.
Sathia, sang ibu, sudah menduga hal itu akan terjadi lagi. Dengan lembut meletakkan air madu didepan putranya dan menyuruhnya untuk minum.
"Mau bertemu dokter Ridhis? Papa akan membuat janji temu dan menyuruhnya datang," Marcell memotong roti menggunakan pisau dan memasukkannya ke mulut dengan cara yang elegan.
Mahveen menggelengkan kepalanya, meneguk air madu dan berkata, "Enggak perlu."
Perawatan dokter Ridhis sebenarnya cukup ampuh. Dia akan tertidur dengan nyenyak setelah melakukan hipnoterapi. Awalnya hal itu membuat Mahveen tenang, hanya sekali dua kali sampai tak terhitung berapa kali dia berkunjung, dokter Ridhis akan selalu melakukan perawatan yang sama dan memberikannya jawaban yang sama setiap kali dia bertanya. Saking seringnya, Mahveen sudah menghafal berbagai tindakan dan kata-kata pria itu sehingga dia bisa melakukan praktek seorang diri.
Sejujurnya dia merasa jengah dan ingin mimpi itu berakhir tapi yang membuatnya sedikit tidak senang adalah perempuan itu benar-benar membuatnya candu.
Dia ingin tahu tentang perempuan itu. Ingin melihat wajahnya, ingin menyentuh perempuan itu secara nyata dan memeluk serta memperlakukannya seperti yang mereka lakukan didalam mimpi.
Jantungnya akan berdebar sangat cepat setiap kali memikirkan perempuan itu. Sebenarnya siapa dia? Mengapa dia selalu ada dimimpi Mahveen?
"Beneran nggak mau bertemu dokter Ridhis?" Marcell sekali lagi bertanya untuk memastikan bahwa putranya kali ini ingin terlepas dari perawatan.
Mahveen diam sejenak sebelum menjawab, "um" dengan singkat.
Sathia menghela napas panjang. "Kamu hampir lulus, nggak baik jika kesehatanmu memburuk saat ujian akhir, lakukan perawatan sedini mungkin untuk mencegah hal-hal yang nggak diinginkan."
"Aku baik-baik aja, Ma."
Devin, kembaran Davin yang sedari diam, tiba-tiba mengangkat suara, "Mama nggak perlu khawatir, Mahveen adalah orang yang cerdas. Meski nggak belajar dia akan tetap berada di peringkat pertama. Kesehatannya memburuk tetapi nilai ujiannya nggak pernah turun, bukannya seharusnya Mama beruntung memiliki anak-anak yang cerdas?"
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGED DESTINY [TAMAT]
Roman d'amourGenre: Fantasi - Romance Rilis: Juni 2022 Republish: 13 November 2024 Finish: 8 Mei 2025 _________ Sheza merasa terbebani oleh rasa bersalah terhadap Mahveen. Ketika mendapat kesempatan kembali ke masa lalu, niat awalnya untuk membuat Mahveen memben...
![CHANGED DESTINY [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/314735105-64-k999188.jpg)