E m p a t b e l a s
'Setelah Kamu Pergi, Aku Menyusul'
🌻🌻🌻
"Kamu mau apa?" tanya Sheza setelah sampai di depan Mahveen, suaranya terdengar sedikit tegang. Sheza sebenarnya tidak menyangka Mahveen akan tiba-tiba menemuinya. Setelah percakapan mereka malam itu, Mahveen sudah tidak menghubunginya lagi. Sekarang, Mahveen ada di depannya, memandang Sheza dengan tatapan serius melalui helmnya yang terbuka sedikit.
"Ini bukan tempat yang tepat untuk ngobrol," kata Mahveen, suaranya datar namun tegas.
"Nggak ada lagi yang mau dibicarakan," kata Sheza dengan berani, meskipun sebenarnya ia masih penasaran dan ingin tahu apa yang ingin disampaikan Mahveen.
"Kamu mau menghindar?" tanya Mahveen.
"Aku...." Sheza terdiam, tidak mampu melanjutkan kalimatnya. Ia merasa bingung dan ragu.
Dan tiba-tiba, Sheza terkejut saat Mahveen menarik tangannya. Sheza tidak menyangka Mahveen akan bertindak seperti itu. Orang-orang penghuni asrama yang kebetulan lewat melihat kejadian itu dengan kaget. Seketika, gosip-gosip kecil tentang Sheza dan Mahveen langsung bermunculan di antara para penghuni asrama lainnya.
Mengendarai motor milik Mahveen, mereka tiba di sebuah kafe setelah lima menit perjalanan. Meskipun terletak agak terpencil, kafe itu nyaman dan estetik. Untungnya, suasana kafe saat itu agak sepi, sehingga Mahveen berpikir Sheza tidak akan merasa terganggu. Mereka memesan segelas minuman masing-masing, karena Sheza menolak untuk makan.
Mereka duduk dalam kesunyian. Mahveen terus menatap Sheza, seolah menunggu Sheza sendiri yang akan memulai pembicaraan. Namun, Sheza hanya diam dan tertunduk, tubuhnya menegang karena gugup.
Setelah beberapa lama meja itu dipenuhi kesunyian, Mahveen akhirnya membuka suara lebih dulu, "Apa kamu benar-benar datang dari masa depan?" Suaranya serius, menunjukkan ia ingin mendapatkan jawaban yang pasti.
Mata Sheza mengerjap, memandang Mahveen dengan bibir yang terkatup rapat. Sheza mengira Mahveen tidak percaya padanya. Lalu mengapa Mahveen tiba-tiba bertanya tentang hal ini lagi?
"M-masa depan apa yang kamu bicarakan?" kilah Sheza, berusaha mengelak dan berpura-pura tidak mengerti. Ia tidak ingin membahas topik itu lagi.
"Kamu bilang kamu berasal dari masa depan," Mahveen menegaskan kembali perkataan Sheza malam itu. Ia ingin Sheza jujur.
"Abaikan apa yang kukatakan waktu itu," kata Sheza.
Mahveen menghela napas panjang setelah menyadari usahanya untuk membuat Sheza bicara tidak membuahkan hasil. Ia merasa sedikit frustrasi.
"Ayo kita selesaikan sekarang," kata Mahveen, suaranya terdengar lebih lembut namun tetap tegas. "Apa kamu bisa bekerja sama?"
Sheza menggigit bibirnya, matanya terkulai. Kedua tangannya mengepal di atas lutut. Bagaimana Sheza harus membicarakannya? Ia belum pernah memberitahu siapa pun tentang masa depannya dan tujuannya datang ke masa lalu.
Namun, Mahveen terus mendesaknya hingga Sheza merasa tidak punya pilihan lain dan ingin menceritakan semuanya. Sheza juga penasaran mengapa Mahveen terus bermimpi tentangnya padahal mereka belum pernah bertemu.
Setelah beberapa lama terdiam, Sheza mengangkat matanya. Ia menatap Mahveen dengan serius dan berkata, "Apa kamu percaya?" Suaranya sedikit bergetar.
"Itu konyol," jawab Mahveen cepat. Namun, ia melanjutkan, "Manusia time traveller itu nggak ada di dunia. Tapi hubungan kita yang rumit ini nyata. Mimpi dan benci, secara nggak sengaja berhubungan. Dan mau nggak mau, aku percaya."
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGED DESTINY [TAMAT]
RomansaGenre: Fantasi - Romance Rilis: Juni 2022 Republish: 13 November 2024 Finish: 8 Mei 2025 _________ Sheza merasa terbebani oleh rasa bersalah terhadap Mahveen. Ketika mendapat kesempatan kembali ke masa lalu, niat awalnya untuk membuat Mahveen memben...
![CHANGED DESTINY [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/314735105-64-k999188.jpg)