D e l a p a n
'Gantungan Merpati'
🕊🕊🕊
Tanpa terasa hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Ujian akan dilaksanakan beberapa hari kemudian dan Sheza serta Cloudy sibuk menyiapkan diri untuk ujian yang akan datang.
Pada hari ujian, satu kursi di beri jarak satu langkah dengan kursi yang lain. Penghuninya berbeda setiap kelas, syukurlah Sheza tidak dikelas yang sama dengan Mahveen sehingga dia bisa menjauh dari pria itu untuk sementara.
Sheza merasakan kegugupan yang teramat sehingga dia merasa akan pingsan saat itu juga. Belum lagi janji yang telah ia buat kepada orang tua dan sang kakak telah membebaninya sepanjang hari. Dia tidak bisa mengecewakan mereka, setidaknya Sheza harus bisa masuk ke seratus besar dalam ujian sehingga keluarganya akan mempercayai Sheza bahwa dia tidak akan main-main lagi seperti dulu.
Hari pertama dan hari-hari berikutnya Sheza lewati dengan lancar. Dia tidak terlalu mengalami kesulitan, hanya beberapa soal yang tidak ia mengerti dan ia jawab semampunya. Setelah satu minggu mengikuti ujian, siswa/i merasa gemetar menunggu penilaian yang akan diumumkan di majalah dinding dua hari kemudian.
Tentu saja Mahveen akan berada ditempat pertama, Sheza yakin seratus persen karena dimasa lalu Mahveen selalu berada ditempat pertama dan tidak ada yang bisa menyingkirkannya. Di masa lalu, Sheza adalah peringkat ke 400-an tidak pernah berada dibawah peringkat seratus. Kali ini dia gugup apakah dia akan berada di tempat yang sama seperti masa lalu, tapi kali ini dia telah belajar cukup keras.
Berharap dia akan baik-baik saja diperingkat dua ratus atau seratus?
Sheza kembali ke kelas setelah istirahat makan siang bersama kedua temannya. Saat akan meraih buku di dalam laci, Sheza merasakan sesuatu yang lembut dan kasar menyentuh tangannya. Dengan penasaran Sheza menunduk dan menemukan dua benda putih yang langsung ia keluarkan.
Dua benda berbentuk merpati; satu gantungan boneka merpati berukuran telapak tangan dan satu lagi gantungan merpati berukuran kelingking yang terbuat dari keramik. Mata Sheza terbelalak menatap dua benda tersebut ditangannya sebelum sesosok disudut sana berbicara, "Aku liat Mahveen narih benda itu didalam laci."
Mahveen?
Dia terdiam cukup lama, matanya tidak bergerak dari benda itu seolah dia terhipnotis dan kembali sadar saat dia menyadari ada saksi yang melihat. Sheza menaruh benda tersebut di dalam tas dan bergegas menghampiri orang yang baru saja bicara dengannya.
"Willy, kamu bisa ngerahasiain ini dari teman-temannyang lain, 'kan?" Sheza menatapnya dengan ekspresi memelas. Tak ingin membiarkan orang lain tahu tentang Mahveen yang tiba-tiba bersikap terang-terangan.
Willy terdiam sesaat sebelum menganggukkan kepalanya, sedikit tidak yakin.
"Janji ya, kamu jangan ingkar. Kalau kamu menepati janjimu, aku akan meneraktir kamu sepuasnya di kantin."
Mendengar kata traktir, Willy menjadi antusias dan mengangguk dengan patuh. "Aku janji nggak akan ngasih tahu siapapun, rahasianya akan aman dan aku akan mengunci mulutku serapat mungkin."
Setelah itu dia memberi gestur meristleting bibir, mengunci dan membuang kuncinya sembarang arah.
"Baik, aku percaya. Tapi ... selain kamu, apa ada saksi lain?"
Willy menggelengkan kepala, "Dia menaruhnya saat nggak ada orang di kelas. Saat itu aku kebetulan lewat dan nggak sengaja liat Mahveen naruh sesuatu di bawah meja."
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGED DESTINY [TAMAT]
RomansaGenre: Fantasi - Romance Rilis: Juni 2022 Republish: 13 November 2024 Finish: 8 Mei 2025 _________ Sheza merasa terbebani oleh rasa bersalah terhadap Mahveen. Ketika mendapat kesempatan kembali ke masa lalu, niat awalnya untuk membuat Mahveen memben...
![CHANGED DESTINY [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/314735105-64-k999188.jpg)