D u a P u l u h E m p a t
'23 Tahun: Menikah Setelah Lulus'
***
"Li, kapan kamu mau nyatain perasaan kamu ke Deli?"
"Iya, nih. Kamu kalo kelamaan, nanti Deli di ambil orang lho."
Erlie mengangkat pundaknya acuh, sambil mengunyah kacang dengan santai. Cloudy dan Sheza sudah berusaha membujuknya sedari tadi, namun Erlie tetap terlihat santai dan tak peduli.
Lagipula, Erlie tidak terburu-buru. Ia dan Delius sudah bersahabat sejak kecil karena orang tua mereka berteman dekat. Erlie punya banyak waktu untuk menyatakan perasaannya pada Delius. Ia yakin akan ada kesempatan yang tepat di kemudian hari. Ia percaya persahabatan mereka yang sudah terjalin lama akan menjadi pondasi yang kuat untuk hubungan mereka selanjutnya.
Sementara itu, Marta dan Uchi saling berpandangan, berkomunikasi hanya melalui tatapan mata mereka. Keduanya terlihat gelisah, sesekali saling menyenggol bahu karena gugup. Melihat gelagat aneh kedua temannya, Erlie bertanya, "Kalian kenapa sih?"
Marta dan Uchi terkekeh kikuk. Marta mengisyaratkan matanya pada Uchi, seolah meminta Uchi untuk menjelaskan. Mau tak mau, Uchi menghela napas panjang, menyerah. Ia tahu ia harus mengatakan sesuatu pada Erlie. "Jadi gini. Tadi aku sama Marta gak sengaja lewat di kelas Carel, terus kita dengar kalau dia mau nyatain cinta ke Delius nanti. Jadi..."
"Apa?" Erlie mengerutkan dahinya, tidak senang.
"Iya," Marta menambahkan, "Kita mau bilang ke kamu dari tadi. Buruan deh nyatain cinta ke Delius. Daripada Delius jadian sama Carel. Kamu tahu 'kan cewek itu udah bikin Delius jatuh cinta. Kalau misalnya Carel yanh nyatain cinta duluan, Delius pasti akan terima."
Setelah mendapatkan pencerahan dari Marta dan Uchi, Erlie berdiri dari kursinya. Ia terdiam sejenak, merenungkan sesuatu. Pikirannya melayang, kemudian ia melihat banyak siswa dan siswi berlarian menuju lapangan dengan terburu-buru.
"Eh, ada apa sih?" Marta bertanya.
"Permisi," Uchi menarik salah satu siswi yang sedang melintas. "Kenapa kok rame-rame, ada apa?"
"Lho, kalian nggak tahu? Carel dari kelas sepuluh mau nyatain cintanya ke Delius di lapangan."
Mendengar perkataan siswi itu, Marta dan Uchi kompak melirik Erlie. Api cemburu membara di mata Erlie. Ia menggertakkan giginya, menarik lengan seragamnya ke atas, seolah bersiap untuk bertarung. Tanpa ragu, Erlie berlari menuju lapangan. Marta dan Uchi langsung mengikutinya dari belakang.
Pinggir lapangan mulai dipenuhi oleh banyak siswa dan siswi yang ingin menyaksikan kejadian tersebut. Suasana menjadi semakin ramai dan tegang.
Delius membelalakkan matanya melihat ada banyak orang yang memperhatikannya dan gadis yang sedang berdiri di depannya dengan malu-malu kucing.
"Carel, kenapa ada banyak orang di sini? Dan kenapa kamu ngajak kakak ke sini?"
Gadis bernama Carel itu menyelipkan rambutnya ke belakang telinga dengan centil. Dia memainkan ujung seragamnya dengan malu-malu. Dan kemudian dia berkata, "Kak, sebenarnya kalau Kakak peka, kakak nggak akan tanya kenapa mereka ada di sini dan kenapa aku minta kakak buat datang."
"Hah?" Delius menggaruk pipinya bingung.
"Kak Deli, aku nggak mau nunggu lama-lama. Kakak sebentar lagi mau lulus, jadi sebelum itu aku mau bilang ke Kakak kalau selama ini aku suka sama Kakak. Kakak mau nggak jadi pacar aku?"
Delius terkejut dengan pengakuan Carel, gadis paling cantik di kelas sepuluh. Delius memang memperhatikan Carel sejak lama, ia diam-diam menyukai Carel. Namun, ia tak pernah menyangka Carel yang akan menyatakan perasaannya terlebih dahulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGED DESTINY [TAMAT]
RomansaGenre: Fantasi - Romance Rilis: Juni 2022 Republish: 13 November 2024 Finish: 8 Mei 2025 _________ Sheza merasa terbebani oleh rasa bersalah terhadap Mahveen. Ketika mendapat kesempatan kembali ke masa lalu, niat awalnya untuk membuat Mahveen memben...
![CHANGED DESTINY [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/314735105-64-k999188.jpg)