Ayahku Pembunuhku

698 83 4
                                        

Tok...tok...tok

Halilintar hanya menatap pintu itu malas seperti biasa pasti mereka berdua lagi itu lah yang ada dipikiran Halilintar saat ini.

Trak...Trak...Trak...

Seketika ketukan itu berubah jadi tunjang kaki membuat Halilintar marah.

"Sudah kubilang jangan ganggu aku lagi kalian berdua ini tuli atau gimana sih," ucap Halilintar membuka pintu dan ternyata pria berbadan besar dan berkepala botak lah yang mengetuk pintu sedari tadi.

"Huft...emmm." langsung saja pria botak tadi membekap mulut Halilintar sampai ia tidak sadarkan diri.

"Bangun lah hei...ayo bangun," ucap Amato menggoncang tubuh Halilintar dengan kuat, sementara Halilintar duduk dikursi tanpa pengaman apa pun alias tidak diikat.

"Errrgh...dimana aku... Ish," Halilintar sedikit meringgis karena Amato mencengkram bahunya terlalu kuat terlebih kuku Amato menusuk kedalam kulitnya.

"Kau ini adalah hama yang harus dilenyapkan bersama dengan wanita murahan itu."

"BERHENTI MENGHINA IBUKU KAU YANG MURAHAN!"

"Benarkah sayang sekali dia harus tewas ditanganku," ucap Amato menunjuk sebuah liontin.

"Itu kan liontinku," Halilintar akhirnya sadar bahwa selama ini liontin miliknya menghilang.

"Tunggu dulu...JADI KAU YANG MEMBUNUH IBUKU BUKAN TANTE ELISA!!"

"Ternyata kau mirip denganku ya sangat jenius tapi mau bagaimana pun Gempa dan Taufan tetap anakku."

"Cih...siapa yang mau jadi anakmu dikasih uang pun aku tidak sudi."

Amato kembali mencengkram bahu Halilintar tapi kali ini lebih dari kuat dari sebelumnya.

"Seandainya saja ibumu tidak menggodaku aku pasti sudah hidup bahagia sekarang dengan istri dan anak-anakku, dan kau hama yang lainnya juga harus mati."

"Ugh..." Halilintar menatap tajam Amato tidak takut sama sekali dengan dirinya.

Halilintar sudah tau jika Amato adalah ayahnya berkat foto yang Ia temukan secara tidak sengaja dibawah kasur ibunya walau buram Halilintar yakin sekali bahwa itu adalah Amato terlebih saat Amato menceritakan kisahnya barusan Ia semakin yakin jika lelaki busuk didepannya ini adalah ayah kandungnya.

"Baiklah selesai bermain-mainnya," ucap Amato lalu mengambil suntikan dari anak buahnya.

Ia lalu menyuntinkan Halilintar dalam sekali hentakan membuat Halilintar meringis kesakitan, tubuh Halilintar mulai kejang-kejang sampai terjatuh dilantai karena merasa kan sensasi panas yang luar biasa ditubuhnya.

"ARRRGHHH...AKHHHHH!!" Halilintar memegang dadanya jantung barunya itu belum sepenuhnya pulih dari paska operasi dan sekarang harus merasakan sesuatu yang membuat dirinya kesakitan.

Karena rasa sakit yang tak kunjung reda Halilintar pun akhirnya pingsan tak sadarkan diri ia sempat melihat Amato yang tersenyum sinis padanya.

💠💠💠💠

Taufan menangis sejadi-jadinya setelah mendengar kabar Halilintar hilang dari rumah.

"Tenang ya Halilintar pasti ketemu kok," ucap Elisa.

"Kemana dia apa jangan-jangan Amato."

Tadinya mereka hendak bertemu Halilintar tapi mereka hanya menemukan rumah yang kosong dengan pintu yang terbuka lebar.

"Apa lapor polisi saja," ucap Elisa.

"Tapi Ma kalau mau lapor orang hilang harus nunggu 24 jam dulu Ma," ucap Gempa dengan mata yang sembab sehabis menangis.

"Tapi kalian tau kan ayah kalian ingin membunuh Halilintar," ucap Elisa meremas tangannya.

"Kita lapor polisi saja nanti pamanku yang membantu laporan kalian," ucap Fang dia selalu saja bersama dengan sikembar Ia sendiri juga bingung bagaimana bisa Ia masuk kedalam masalah keluarga ini.

"Ya udah kita lapor sekarang," ucap Elisa.

Mereka lalu masuk ke mobil dengan Elisa yang mengemudikan mobilnya dan ingat bahwa mereka masih berusia 16 tahun tidak boleh membawa mobil karena belum cukup umur.

Sesampainya di kantor polisi mereka segera membuat laporan atas kasus hilangnya Halilintar.

"Frengki apa kabar sudah lama tidak bertemu kau makin tampan saja persis kakakmu," ucap paman Fang membuat Fang menutup wajahnya dengan tangan.

"Frengki!!" ucap ketiganya.

"Bukannya namamu Fang ya." Bingung Gempa.

"Sudah abaikan saja pamanku memang begitu," ucap Fang.

"Jadi untuk apa kau disini Frengki?" Tanya paman Fang.

"Paman Lahap kami perlu bantuan," ucap Fang.

-Bersambung-

Jangan lupa vote 🌟, Comment 💬, Follow 💫, dan masukan ke reading list📖 kalian ya agar kalian tidak ketinggalan cerita 📚 terbaru dari Author.

_____Selamat membaca_____

Stepbrother (Tuntas)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang