Bertemu Amato

915 124 8
                                        

Setelah 2 Minggu akhirnya Halilintar keluar dari rumah sakit, padahal seharusnya Ia tetap berada dirumah sakit karena penyakitnya, tapi Halilintar bersikeras ingin keluar dari rumah sakit.

"Kau mau membawaku kemana? Ini bukan jalan menuju rumahku," ucap Halilintar yang merasa asing dengan jalanan tersebut.

"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu," ucap Gempa tersenyum sedangkan Halilintar merasa tidak nyaman sama sekali.

"Tenang saja ayahku baik kok orangnya walau sedikit kekanakan," lanjut Gempa lagi.

💠💠💠💠

"Ayah Gempa pulang!!" Gempa masuk kedalam.

"Assalamualaikum Permisi," ucap Halilintar lalu masuk kedalam.

"Sangat sopan," ujar kakek-kakek yang duduk dikursi goyang.

"Gempa sudah pulang, ini teman yang kamu bilang itu," ucap Amato menunjuk Halilintar.

"Hallo Om," ucap Halilintar.

"Sangat sopan tapi wajahnya sangat tidak asing," batin Amato melihat wajah anak itu.

"Kamu tinggal dimana?" tanya Amato.

"Saya dulu tinggal di Malaka Om, cuma pindah ke pulau rintis sekarang saya tinggal di kota hilir," terang Halilintar membuat Amato mengangguk.

"Terus kamu hidup sebatang kara dimana ibu dan ayahmu?" tanya Amato.

"Ayah," ucap Gempa sedikit tidak enak hati pada Halilintar.

"Bubu saya meninggal saat saya berusia 10 tahun dan ayah saya pergi gak tau dimana sekarang," ucap Halilintar membuat Amato iba.

Amato menatap Gempa yang ditatap hanya menampilkan wajah sedihnya.

"Gini aja gimana kalau kamu tinggal sama kami aja," ujar Amato.

"No!!" ucap Taufan dan Elisa serentak.

"Enggak usah Om saya punya rumah sendiri kok," ucap Halilintar tidak enak.

"Beneran nih," ucap Amato Halilintar terlihat mengangguk.

"Kamu yakin gak papa kok tinggal sama kami," ucap Gempa.

"Gempa!!" seru Taufan pada Gempa.

"Gak usah, beneran kok," ucap Halilintar tersenyum kikuk.

"Ya udah deh ayo ke kamarku," ucap Gempa sambil menarik lengan Halilintar.

Blam...

"Ini kamarku bagus kan," ucap Gempa layaknya adik yang meminta pujian pada sang kakak.

"Bagus kok, pintar kamu merawat kamar kamar kamu," ucap Halilintar tersenyum dan mengusap kepala Gempa dengan lembut.

Mendapat perlakuan tersebut membuat Gempa merasa senang seketika tubuhnya menghangat.

💠💠💠💠

"Mulai sekarang jauhi Gempa. Kamu itu buat pengaruh buruk terhadap adikku," ucap Taufan pada Halilintar saat ini mereka berada ditaman sekolah.

"Kamu cemburu?" tanya Halilintar tersenyum.

"Siapa yang cemburu! aku cuma bilang sama kamu buat jauhi Gempa itu aja," ucap Taufan.

"Tapi masalahnya adik kamu yang lengket terus ke aku gimana dong."

"Gara-gara kamu, Gempa jadi pembangkang sekarang kami bahkan gak pernah ada waktu buat bersama." ucap Taufan bersedekap dada.

"Itu hak Gempa. Mau temanan sama siapa aja," ucap Gempa datang langsung berjalan ke samping Halilintar.

"Dan kamu gak boleh larang-larang Gempa buat dekat sama siapa pun karena itu hak Gempa."

"Tapi Gem, kita jadi gak punya waktu bersama, kamu sering banget menghabiskan waktu bersama dia," ucap Taufan menunjuk Halilintar.

"Fan. tapi Halilintar itu baik gak seperti yang dibilang sama teman-teman mu itu," ucap Gempa menekankan kata teman-teman nya Taufan.

"Terserah kamu lah Gem," ucap Taufan pada akhirnya mengalah lalu pergi.

Semenjak saat itu Taufan sangat marah pada Halilintar, Ia juga ikut-ikutan membully Halilintar disekolah.

Byuuur

Seketika mereka tertawa kala melihat Halilintar yang basah kuyup akibat ulah mereka yang sengaja menjatuhkan ember berisi air selokan pada Halilintar.

"Rasain memang enak," ucap Taufan sinis lalu pergi.

"Ya ampun Lintar, kamu dibully lagi siapa kali ini pelakunya biar kukasih hukuman," ucap Gempa melihat kondisi Halilintar.

"Aku gak papa kayaknya, kita gak usah temanan lagi deh Gem," ucap Halilintar membuat Gempa terkejut bukan main.

"Tapi kenapa?" tanya Gempa.

"Gak papa sepertinya kita harus menjadi orang yang berbeda mulai sekarang," ucap Halilintar lalu pergi meninggalkan Gempa seorang diri disana.

💠💠💠💠

"Tumben sendiri biasanya lengket terus sama Scary boy itu," ucap Taufan dikala melihat adiknya itu sendirian.

"Halilintar gak mau temanan lagi sama aku," ucap Gempa sedih.

"Tuh kan apa aku bilang dia itu berteman sama kamu juga pasti ada maunya doang," ucap Taufan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Tapi, baru kali ini Gempa punya teman tulus berteman, bukan karena Gempa itu ketua OSIS tapi berteman karena rasa persahabatan tapi jadinya begini," ucap Gempa lalu berdiri dengan sedih dan pergi meninggalkan Taufan.

-Bersambung-

Jangan lupa vote 🌟, Comment 💬, Follow 💫, dan masukan ke reading list📖 kalian ya agar kalian tidak ketinggalan cerita 📚 terbaru dari Author.

_____Selamat membaca_____

Stepbrother (Tuntas)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang