Ini adalah Side Story pertama dari JUSTICE tentang kedua OC Pemilik Mana Murni.
Semoga part ini bisa membuat kalian lebih paham tentang Hailyn ataupun Keith, meskipun di sini masih tetap ada sedikit plot hole yang ku sengaja.
~Happy Reading~
~•~
•HAILYN POV•
Aku hanyalah gadis biasa penikmat sastra. Aku suka membaca banyak novel, tapi tidak tertarik dengan yang namanya komik. Tapi, itu berubah ketika aku membaca sebuah komik online berjudul Suddenly I Become a Princess.
Orang-orang disekitarku sering bilang bahwa aku memiliki sudut pandang yang aneh. Memang. Dalam setiap bacaan, aku selalu melihat dari sudut pandang yang berbeda, sehingga aku selalu menemukan kekurangan dari setiap bacaan. Jarang sekali ada karya yang sempurna di mataku.
Manhwa yang begitu terkenal itu membuatku tertantang untuk mencari kekurangannya. Benar saja. Aku menemukan banyak kekurangan. Kebanyakan bacaan aku drop jika banyak kekurangan. Tapi, bahkan meski manhwa tersebut terkadang membuatku kesal, aku selalu menunggu kelanjutannya. Terbesit keinginan untuk membacanya sampai akhir. Untuk meneliti setiap tokoh, mengamati perkembangan alur.
Hanya saja, sebelum aku berhasil menyelesaikannya, takdir berkata lain. Aku menghembuskan nafas terakhirku. Alasan kenapa aku terus membaca, karena aku bisa menemukan dunia yang belum pernah kulihat dalam setiap bacaan. Seumur hidupku, terkurung dalam ruangan serbaputih rumah sakit akibat penyakit kanker yang kualami. Dan hari itu, tubuhku memutuskan untuk menyerah.
Tepat ketika aku berpikir segalanya sudah berakhir, aku justru terlahir kembali. Aku kembali membuka mata tanpa rasa sakit. Ini adalah dunia yang kuinginkan, dimana aku bisa seperti anak pada umunya. Bebas bermain, tanpa kanker yang menggerogoti tubuhku.
Tapi, dunia ini tidak sesederhana itu. Karena di dunia ini, terdapat sesuatu bernama sihir. Sesuatu yang membuatku mampu bertahan bertahun-tahun tanpa sosok orangtua.
Berbekal ingatan kehidupan sebelumnya, ketika aku sudah mulai bisa berjalan, aku memulai kehidupan baru. Agak menyedihkan memang karena di dunia ini, aku tidak memiliki orangtua. Aku tidak tahu siapa ayahku. Hanya saja, aku mengingat beberapa hal seperti tubuh seorang wanita yang terbujur di hari aku terlahir kembali. Di sana sangat sepi, dan aku tidak ingat bagaimana wanita itu pada akhirnya menghilang perlahan.
Aku bisa berasumsi bahwa wanita itu adalah ibuku yang melahirkanku di dunia ini. Tempat dimana aku lahir cukup subur, tapi tidak ada orang lain disana. Bahkan kalau diingat-ingat lagi, aku bahkan tidak mengerti bagaimana aku bisa bertahan hidup sendiri hingga setidaknya dua tahun, sampai aku bisa berjalan. Yang kuingat, aku tidak pernah makan selama dua tahun. Ah, tidak, sesekali, seekor kucing putih mungkin membawakanku makanan.
Intinya semua jelas mustahil. Aku bahkan tidak punya nama. Jadi, ketika aku akhirnya memahami bagaimana aku bisa bertahan, aku memberi nama diriku sendiri. Namaku Hailyn. Tidak ada arti khusus dari nama itu. Hanya terdengar keren bagiku, serta bisa disingkat menjadi Lyn saja.
Aku adalah seorang penyihir. Kekuatan sihirku begitu besar, membuat diriku yang masih bayi sekalipun, dapat bertahan hidup. Aku mungkin memang tidak makan berhari-hari ketika bayi, tapi energi sihir menjaga tubuhku tetap sehat.
Kucing putih yang sesekali membawa makanan untukku adalah ... hm ... bagaimana aku mengatakannya? Semacam familiar. Yah, kalian mengerti? Seperti di cerita-cerita fantasi penyihir. Entahlah, aku tidak terlalu mengerti juga sebenarnya. Bulu kucing itu seputih salju. Jadi, kunamai dia Snow.
KAMU SEDANG MEMBACA
JUSTICE
FanfictionKehidupan ketiga menjadi akhir yang adil bagi Athanasia De Alger Obelia. Namun, kebahagiaan membuat Athanasia lengah. Gadis itu tidak pernah menyadari bahwa bahkan meski ada seseorang yang masih setia melindunginya, ada juga orang-orang yang akan me...
