Chapter 8 | Kehidupan Pertama

139 28 6
                                        

Sudah lebih tiga bulan, Putri Mahkota Obelia mengalami mimpi panjang. Athanasia masih bernyawa namun tidak bisa dibangunkan dari tidurnya. Selama itu pula, Claude dan Lucas bersiteru tentang perang dengan Melviano.

Lucas menyetujui usulan bangsawan untuk menyerang Melviano dan mendapatkan putrinya kembali. Lucas tahu resikonya berhadapan dengan Pemilik Mana Murni, tetapi dia juga tahu Mahkota Melviano tidak akan menyerang seseorang yang tidak bersalah. Dengan ksatria Obelia sebagai tameng, Lucas akan mendapatkan Putri Anantya kembali.

Sementara Claude mati-matian menolak. Selama ini Obelia selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan Melviano. Claude sudah mengirim utusan untuk bernegosiasi, tetapi Putra Mahkota Melviano menolak mengembalikan Putri Anantya hingga Putri Mahkota Athanasia sadar.

Segera Lucas menyadari ada yang tidak beres dengan Athanasia. Athanasia itu bukan hanya pingsan ataupun mimpi panjang seperti Putri Tidur. Lucas menggigit bibirnya panik.

Rupanya Chimera itu menyalurkan ingatan kehidupan pertama yang sesungguhnya. Gawat, Athanasia tidak boleh tahu kebenaran tentang kehidupan pertamanya, batin Lucas.

"Aku tidak punya pilihan lain. Maaf saja, Athanasia, sebelum kau sadar aku harus membunuhmu dan segera mendapatkan mana mu," gumam Lucas.

Dengan sihirnya, Lucas menyerang Athanasia. Namun sihir perlindungan yang dipasang Claude sejak lahir melindungi Athanasia. Terlebih, saat itu Claude, Lily, dan Felix masuk ke ruangan Athanasia.

"Tuan Penyihir, apa yang anda lakukan pada Putri Mahkota?" Tanya Felix. Claude dan Lily menatap tajam.

"Ah, aku berusaha menghentikan sihir hitam yang ingin mencelakai Athanasia," jawab Lucas bohong.

"Sihir hitam?" Tanya Claude.

"Benar, Yang Mulia. Sihir yang digunakan Chimera pada Athanasia merupakan sihir hitam jangka panjang. Efeknya baru terlihat dan sihir perlindungan yang anda pasang bereaksi. Jika saya terlambat menyelamatkannya, Athanasia pasti sudah mati," ujar Lucas.

Cih, mereka datang. Akan merepotkan jika harus melawan Kaisar Obelia, mananya juga besar dan mengalahkannya tidak berarti banyak dalam rencanaku. Aku tidak punya pilihan lain selain mendapatkan putriku kembali dan membuat Kaisar Obelia ini berpihak padaku. Masa bodoh Athanasia tahu kebenarannya, batin Lucas.

"Yang Mulia, sepertinya Putri Raja Terdahulu juga menggunakan sihir hitam," kata Lily, "saya memang tidak suka melihat seseorang tidak bersalah dihukum. Tetapi, Putri Raja Terdahulu masih berniat menyakiti Putri Mahkota Athanasia. Seharusnya saat itu dia juga dieksekusi,"

Lucas cukup terkejut Lily mengutarakannya lebih dulu. "Saat ini Chimera itu dilindungi oleh Melviano. Itu adalah alasan yang bagus. Pemilik Mana Murni apanya? Mereka melindungi penyihir gelap. Kita memang harus menghabisi Melviano atau dunia akan dikuasai sihir gelap," kata Lucas mengompori.

"Cukup! Kita bahas nanti! Lucas, ikut ke ruang rapat. Jangan membahasnya di depan Athanasia. Biarkan putriku beristirahat," kata Claude.

Athanasia POV.

Keributan terjadi di acara ulang tahun Anantya. Aku bisa mengenali Hailyn dibalik jubah hitam yang dikenakannya. Putri Mahkota Melviano itu menculik putriku. Aku tidak tinggal diam dan berniat menyerang Hailyn.

Tetapi, Zenith menghentikanku. Aku tidak tahu darimana dia mendapatkan kekuatan sebesar itu untuk menghalangiku. Aku berteriak tidak terima, putriku diculik. Bahkan meski itu Putri Mahkota Melviano sekalipun, aku tidak akan diam saja.

Namun Zenith menggenggamku semakin erat. Aku bisa merasakan aliran mana menembus sarafku menuju otak. Aku merasakan sakit yang sangat hebat serta berteriak kencang.

JUSTICETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang