Chapter 6 | Pemilik Mana Murni

131 32 3
                                        

Sementara itu di Kerajaan Melviano. Hailyn menggendong Putri Alethea kecil. Usianya masih lima tahun. Seharusnya anak ini tidak terlibat, tetapi mau bagaimana lagi. Putri Alethea adalah kunci dari masalah ini.

"Seharusnya kau tidak ikut, Zaara. Sekarang tanggapan orang-orang Voltaria padamu pasti sangat buruk. Identitasmu pun terbongkar," kata Keith.

"Benar, Ra. Kamu seharusnya tidak mengambil resiko dengan mendatangi Aeliana secara langsung. Penyihir Menara itu jelas tidak mudah dibohongi dengan trik sederhana," kata Hailyn.

"Aku tahu. Tetapi ingatan kehidupan pertama yang kalian berikan ..." Kata Zaara tertahan.

"Aku tahu, Ra. Pasti berat sekali. Meski kamu mengaku bahagia bersama ayahmu, tetapi dituduh melakukan kejahatan yang tidak kamu lakukan itu pastilah menyakitkan. Aeliana memang harus menepati janjinya. Itupun jika dia benar-benar menyayangimu dengan tulus, bukan sekedar memanfaatkanmu seperti orang-orang," kata Hailyn.

"Meski begitu, bukankah Melviano akan dalam bahaya? Luke pastilah balas menyerang karena kekacauan yang kita buat. Kerajaan Voltaria bukan mustahil mendeklarasikan perang," kata Zaara.

"Seharusnya, tidak perlu melibatkan Melviano. Tidak apa-apa aku saja yang dikambinghitamkan," sambung Zaara.

"Kamu ini bicara apa? Kami tidak sama seperti orang-orang yang memanfaatkanmu. Lagipula kamu terlalu baik hingga mereka menjadikanmu pijakan untuk menuju tempat yang lebih tinggi," kata Keith.

"Kenapa kalian membantuku seperti ini?" Tanya Zaara.

"Bukan kami yang membantumu, kamu yang membantu kami, Ra. Hubungan kita lebih dari sekedar teman. Kita terhubung oleh garis takdir dari Pemilik Mana Murni ke-21," kata Hailyn.

"Aku masih tidak mengerti. Kupikir kalian memberikan ingatan kehidupan pertamaku agar aku bisa menyelamatkan Aeliana," kata Zaara.

"Bukan menyelamatkan Aeliana, Ra. Tetapi menyelamatkan diri sendiri. Kamu pastilah begitu menyayangi saudara sepupumu sehingga melindunginya menjadi prioritasmu dibanding menyelamatkan dirimu. Sejak kehidupan pertama kamu memprioritaskannya, selalu. Tetapi kamu juga terkadang harus egois untuk dirimu. Atau tidak akan pernah ada keadilan bagimu, kehidupan pertama, kedua, atau ketiga. Selama kamu selalu mementingkan Aeliana," kata Hailyn.

"Lebih daripada itu, tidak ada yang peduli seberapa besar rasa sayangmu pada Aeliana. Bahkan Aeliana sendiri yang memiliki ingatan tentang masa lalunya memilih egois untuk dirinya sendiri. Bahkan tidak menepati janjinya," ujar Keith.

"Tapi itu kan bukan salah Aeliana. Itu salah Luke," kata Zaara.

Keith dan Hailyn menghela nafas. Keduanya memberikan ingatan kehidupan pertama Zaara. Aeliana menyebut dimensi kehidupan pertama itu sebagai Lovely Princess. Namun ingatan kehidupan pertama itu hanya sebagian dari kepedihan dan kenyataan yang sesungguhnya.

Ingatan kehidupan kedua Zaara dalam dimensi lain yang lebih modern. Hailyn dan Keith di satu sisi ingin memberikannya, karena dengan begitu Zaara akan sadar bahwa kebanyakan orang sudah mulai membenci kebaikan.

Tetapi di sisi lain Hailyn dan Keith tidak akan pernah memberikannya pada Zaara. Bukan karena mereka takut Zaara akan menjadi pribadi yang berbeda karena ingatan itu. Tetapi mereka tidak ingin Zaara terluka karena ingatan kehidupan kedua yang sama tidak adil baginya.

Keith, Hailyn, dan Zaara tiba di sebuah ruang rahasia Istana Aquarius. Istana ini milik Hailyn, meskipun ia sudah tinggal di Istana Aries karena Hailyn dan Keith sudah menikah.

Sejatinya Istana Aquarius turun temurun akan menjadi milik partner Pemilik Mana Murni dalam siklus seribu tahun. Karena itu banyak catatan perjalanan Pemilik Mana Murni di Istana Aquarius yang dilindungi dengan sihir yang akan menolak siapapun masuk kecuali Pemilik Mana Murni itu sendiri.

JUSTICECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang