-START PART 2-
"Putra Mahkota Keith, bolehkah saya bertanya?" Tanya Athanasia, berubah formal ketika berbicara dengan Keith. Ia masih belum terbiasa bicara santai pada Putra Mahkota Melviano.
"Kau baru saja bertanya," komentar Keith.
"Em ... Itu ... Kenapa bukan anda yang menemui delegasi dari Obelia?" Tanya Athanasia.
"Karena pelaku penculikan putrimu itu Hailyn. Tidak ada hubungannya denganku. Sejak awal dia yang menangani delegasi dari Obelia," jawab Keith. Meski sempat bersiteru dengan Lucas, sisanya Keith memang tidak terlibat.
"Maksud saya, tidakkah anda akan membantu Hailyn menghadapi delegasi Obelia? Mereka ... Tidak mudah ditangani dan salah sedikit bisa saja terjadi perang," kata Athanasia.
"Selama kau mengalami mimpi panjang untuk mendapatkan kembali ingatanmu, sudah beberapa kali delegasi Obelia kemari untuk bernegosiasi mengenai putrimu. Sebanyak itu pula Hailyn berhasil membungkam mereka dan pada akhirnya mereka pulang dengan tangan kosong. Namun hingga saat ini masih belum terjadi perang kan? Kemampuan Hailyn itu tidak sebanding denganmu," kata Keith terus terang.
"Keith, jangan terlalu menyudutkan Athy," kata Zenith. Athanasia saja takjub karena Zenith mampu bicara santai pada Putra Mahkota Melviano. Padahal secara status kan Athanasia lebih tinggi daripada Zenith. Namun Zenith, Keith dan Hailyn seolah teman masa kecil.
"Bukan bermaksud menyudutkannya. Hanya saja, Athanasia adalah Putri Mahkota. Ia perlu memiliki kemampuan mengelola negara, namun berhubung ia terlalu dimanja dan selalu bertindak berdasarkan hati, itu akan menjadi titik lemah Obelia. Kemampuan bernegosiasi ataupun menjalin hubungan dengan negara lain itu dibutuhkan. Namun Athanasia bahkan hampir tidak pernah menghadapi delegasi negara lain. Ia juga telah menolak berbagai undangan dari kerajaan yang lebih kecil daripada Obelia, itu sangat tidak dibenarkan dalam tata krama antar kerajaan. Itu terkesan merendahkan," kata Keith.
Athanasia hanya bisa menunduk. Memang benar apa yang dikatakan Keith. Meski Athanasia selalu dipuji sebagai Tuan Putri yang bijaksana, baik hati, dan diberkati oleh semua orang di Obelia, namun dibandingkan para Putri Mahkota kerajaan lain yang lebih kecil dari Obelia, Athanasia tidak ada apa-apanya.
Padahal secara status, Athanasia mendapatkan gelar Putri Mahkota karena merupakan putri kaisar satu-satunya, sementara Putri Mahkota yang lain kebanyakan mendapatkan status karena menikahi Putra Mahkota. Pendidikan dan pengalaman Athanasia jelas lebih banyak dibandingkan Hailyn sekalipun. Namun secara kemampuan, justru Hailyn lebih baik dari Athanasia.
"Saya paham, Putra Mahkota Keith. Saya akan memperbaiki diri agar tidak menjadi titik lemah bagi Obelia," kata Athanasia.
"Itu pun jika Obelia berhasil diselamatkan," komentar Keith.
Ekspresi dingin Keith seolah mencair. Tatapannya pada Athanasia tidak lagi tajam seperti biasa. Keith pada alahirnya berbicara pada Athanasia dengan santai seperti pemuda itu biasa berbicara pada Hailyn dan Zenith.
"Dengar, Athanasia. Aku minta maaf karena mungkin komentarku menyudutkanmu, yang kusampaikan hanya kebenaran. Bagus jika kau mengerti maksudku," kata Keith.
"Untuk selanjutnya, tidak perlu terlalu formal padaku karena kita akan bergerak dalam tim untuk menghentikan rencana Lucas," kata Keith.
"Baiklah, Putra Mahkota- maksudku, Keith," kata Athanasia masih tidak terbiasa. "Sebelumnya, bolehkah aku menemui putriku?"
Keith memberi isyarat pada Zenith yang langsung dipahami. Gadis dengan netra emerald itu beranjak menuju ruang rahasia.
"Athy tunggu di sini bersama Keith. Aku akan membawa Tya," kata Zenith. Athanasia hanya mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
JUSTICE
FanfictionKehidupan ketiga menjadi akhir yang adil bagi Athanasia De Alger Obelia. Namun, kebahagiaan membuat Athanasia lengah. Gadis itu tidak pernah menyadari bahwa bahkan meski ada seseorang yang masih setia melindunginya, ada juga orang-orang yang akan me...
