Chapter 19 | Mahkota Obelia dan Melviano

186 25 9
                                        

(Zenithya De Alger Obelia)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Zenithya De Alger Obelia)

Ceritanya author lagi kurang kerjaan dan jadi bikin Zenith dalam dress yang dipakai Athanasia waktu penobatan. Btw, itu kepalanya bukan author yang gambar tapi ditempel dari salah satu fanart yang gak sengaja ketemu. Jadi author cuma gambar dressnya aja. Hehehe.

•HAPPY READING

~•~

Pagi kembali datang. Kali ini Zenith siap dengan gaun kebesaran Kerajaan Obelia. Dirinya akan segera dinobatkan sebagai Putri Mahkota. Segala persiapan sejak jauh-jauh hari tidak mengecewakan. Sang Putri tampil cantik dengan hiasan kepala yang sebentar lagi akan segera berganti menjadi mahkota. Para dayang Istana Emerald bahkan menangis haru melihat penampilan Zenith.

"Bagaimana Tuan Putri? Apakah anda sudah merasa nyaman?" Tanya Martha. Tentu saja hal itu harus dipastikan. Menggunakan pakaian kebesaran Kekaisaran Obelia sangat merepotkan. Martha berkali-kali memastikan Sang Putri merasa nyaman agar tidak terjadi masalah nantinya.

"Sudah," jawab Zenith.

"Baiklah, mari keluar. Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri menanti anda di depan," ujar Martha.

"Sungguh? Ayah dan Ibu menjemputku langsung?" Tanya Zenith.

Biasanya Felix selaku ksatria penjaga Zenith yang akan menjemput dan mendampingi hingga menuju istana utama. Namun, kali ini, Anastasius dan Penelope memutuskan untuk menjemput putri kesayangan mereka langsung ke Istana Emerald.

Zenith berjalan dengan anggun, menghampiri orangtuanya. Dalam hati kecilnya ia ingin sekali berlari memeluk keduanya. Namun apalah daya, ia menggunakan gaun yang cukup berat dan tidak memungkinkan untuk dibawa berlari.

"Zenithya," Anastasius membantu putrinya menuruni tangga.

"Ayah, hari ini jauh lebih bersinar dibanding kemarin," ujar Zenith.

"Tentu saja. Ini kan hari penting untukmu," ujar Anastasius.

"Zenith, apa kamu benar-benar telah siap?" Tanya Penelope.

"Ibu, jika menunggu kapan aku siap, maka mungkin aku tidak akan pernah siap. Kekaisaran Obelia memiliki wilayah yang luas dan aku akan mengemban tanggung jawab sebesar itu di masa depan," ujar Zenith.

"Namun, inilah takdirku. Dengan semua kenikmatan yang kuterima saat aku terlahir sebagai satu-satunya Putri Obelia, maka tanggung jawabku akan sama besarnya. Maka dari itu, aku harus siap," ujar Zenith.

JUSTICETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang