Aeliana mematut diri di depan cermin. Para pelayan tidak henti memuji betapa cantiknya Sang Tuan Putri. Luke juga tak henti memuji kecantikan istrinya. Aeliana sendiri begitu girang, karena hari ini dia akan berangkat untuk menghadiri pesta di Kerajaan Melvian
Tidak selang beberapa lama sejak masalah surat yang dibakar, surat undangan dari Kerajaan Melviano kembali datang. Pesta Ulang Tahun Putra Mahkota dan Putri Mahkota Melviano. Acara tersebut akan diadakan selama tiga hari tiga malam.
Aeliana masih tidak habis pikir kenapa tiba-tiba ayahnya mengizinkannya mengikuti pesta. Terlebih, jarak Kerajaan Melviano itu tidak dekat, dengan kata lain, Aeliana harus menginap beberapa malam.
Devren berkali-kali mengingatkan Luke untuk menjaga putrinya, mengingatkan Aeliana untuk menjaga sopan santun dan tata krama, serta menempatkan Alric Rovein sebagai ksatria penjaga dan Dian untuk membantu Aeliana.
Tak lupa Devren menyiapkan hadiah mewah untuk Putra Mahkota dan Putri Mahkota Melviano, permata indah yang sangat langka. Bahkan Aeliana pun tidak pernah mendapatkan permata itu.
Satu hal yang dapat disimpulkan Aeliana, menjaga hubungan baik dengan Kerajaan Melviano sangat penting. Seminggu terakhir, Aeliana sibuk mengajarkan Luke tata krama kerajaan, serta mengajarkan Luke berdansa.
Para tamu di sambut di aula istana utama, Istana Orion. Kilauan terpancar di setiap sudut aula. Putra putri bangsawan Melviano, Pangeran dan Tuan Putri dari kerajaan lain juga ikut serta. Syukurlah Aeliana tidak terlambat.
Tidak ada perbedaan kasta yang terlalu jelas di Melviano. Bahkan para dayang ataupun ksatria boleh ikut ke ruang pesta. Rakyat biasa pun, meski tidak mendapat kesempatan ekslusif untuk memasuki Istana Orion, ikut berbahagia dalam pesta ulangtahun ini.
Para ksatria diturunkan untuk membagikan makanan yang dimasak oleh koki-koki nomor satu kerajaan, kepada seluruh rakyat. Suasana pesta tersebar ke seluruh penjuru ibukota.
Kereta kuda yang telah dihias sedemikian rupa berkeliling melewati setiap jalanan ibukota, membawa bintang utama. Pasangan Putra Mahkota dan Putri Mahkota Melviano. Hari ini ulangtahun Putra Mahkota sementara dua hari setelahnya ulangtahun Putri Mahkota. Sebuah kebetulan, sehingga pesta ulangtahun diadakan tiga hari tiga malam.
"Putra Mahkota, Keith Ivander Svetlost Na Melviano, memasuki ruangan!"
"Putri Mahkota, Hailyn Melviano, memasuki ruangan!"
Bintang utama telah hadir. Putra Mahkota turun dari kereta kuda, menggenggam tangan Putri Mahkota. Putra Mahkota memiliki surai hitam mempesona, sementara Putri Mahkota terlihat anggun dengan surai peraknya. Dua pasang manik amethyst milik Putra Mahkota dan Putri Mahkota seolah bersinar lembut. Senyum tulus terukir di wajah keduanya. Mereka pasangan yang sempurna, berjalan masuk ke dalam aula pesta.
"Salam kepada Bintang Paling Terang Melviano. Salam kepada Supernova Melviano!"
Para bangsawan Melviano memberikan salam pada bintang utama pesta hari ini. Bahkan Aeliana serta pangeran dan putri dari kerajaan lain melakukan hal yag sama. Sebagai seorang Putri, meski sangat jarang dibiarkan ke luar istana oleh ayahnya, Aeliana tentu tahu jenis-jenis salam penghormatan pada setiap kerajaan.
Hanya Luke yang tidak mengerti tentang hal ini. Apa yang diharapkan, Luke bukan bangsawan. Aeliana terpaksa harus menginjak kaki suaminya itu supaya Luke mengikuti salam penghormatan itu.
"Selamat malam, para tamu undangan sekalian. Terima kasih karena telah menyempatkan diri untuk hadir malam ini," ujar Keith.
Musik dansa mulai terdengar. Keith dan Hailyn menarikan dansa pertama, disaksikan seluruh tamu undangan. Aeliana sangat terpukau melihat keduanya. Cara mereka berdansa lebih indah daripada dansa yang dilakukan Aeliana pada saat debutante.
KAMU SEDANG MEMBACA
JUSTICE
FanfictionKehidupan ketiga menjadi akhir yang adil bagi Athanasia De Alger Obelia. Namun, kebahagiaan membuat Athanasia lengah. Gadis itu tidak pernah menyadari bahwa bahkan meski ada seseorang yang masih setia melindunginya, ada juga orang-orang yang akan me...
