Hai Luv, aku update lagi ni!
Vote dan koment untuk hargai penulis ya💞
• • • • •
03. Ryan & Sasya, tetanggaan?!
• • • • •
"Ryan mereka beneran bakalan datang ke sekolahan ini?" tanya Arga dengan wajah masih tidak percaya dengan apa yang sudah Ryan katakan kepadanya dan Haikal.
Haikal mengangguk setuju dengan pertanyaan Arga. "Perasaan gua ga enak." ucap Haikal sembari mengusap tengkuknya.
Rkyan menghela nafasnya. "Mereka disana, ga ada pemimpin. Jean bilang dia kewalahan, dan kerasa sepi, lagian tujuan kita emang disekolah ini. Ya udah lah," sahut Ryan.
"Gua harus balik, bunda gua dirumah sendirian pasti." ucap Ryan yang langsung mengeluarkan dari parkiran motor itu.
Arga dan Haikal saling bertatapan lalu menganggukkan kepala mereka. Ryan memencet tombol klakson motornya memberi Arga dan Haikal kode untuk berpamitan setelah itu Ryan melajukan motornya. Iya, karena tak membawa kendaraan tadi, jadi Ryan menelfon supir sang ayah untuk mengantarkan motornya ke sekolah.
-RS-
Sepulang sekolah. Sasya biasa mampir ke tukang bubur yang berada didepan kompleknya. Sasya sedang asik duduk manis sembari menatapi lingkungannya yang segar itu. Segar dan sejuk, karena baru saja hujan dan cuaca juga mendung, tentu saja mendukung Sasya untuk makan bubur.
"Mang Asep udah jadi belum mang buburnya?" tanya Sasya yang sudah tidak sabaran.
Mang Asep. Tukang bubur yang sangat dikenal didaerah perumahan itu menganggukkan kepalanya. "Sudah neng, ini." mang Asep memberikan sebuah kantong plastik berisi bubur itu kepada Sasya.
Sasya tersenyum ke arah mang Asep. "Ini mang uangnya, makasih ya mang Asep!" ucap Sasya lalu berjalan pergi dari sana.
Sasya berjalan sendirian menuju rumahnya yang sudah tidak jauh lagi itu. Namun, disela-sela Sasya yang sedang asik jalan sendirian, ada sebuah motor yang melaju kencang melewatinya membuat Sasya melotot.
"Sasya kaya kenal deh... siapa ya?" pikir Sasya sembari menatapi motor yang sudah melaju jauh darinya itu.
"AH ITU KAN RYAN GANTENG!" teriaknya saat mengingat belakang punggung Ryan.
"Dia juga rumahnya disini? Berarti satu komplek dong sama Sasya?" Sasya membulatkan mulutnya hingga berbentuk O, tidak menyangka dirinya akan bertemu dan tinggal dikomplek yang sama seperti Ryan.
Penasaran, Sasya pun langsung berlari cepat menghampiri arah motor Ryan. Sasya berhenti tepat didepan rumahnya sekarang. Sasya melotot saat melihat motor Ryan yang terparkir didepan rumah tetangganya itu.
"Ngapain Ryan ganteng dirumah tante Resti?" gumam Sasya aneh.
"Mending Sasya samperin aja deh!" Sasya kemudian berjalan memasuki rumah Resti.
"ASSALAMUALAIKUM! TANTE RESTI!"
Teriakan cempreng Sasya mampu membuat seorang Ryan yang sedang duduk santai langsung terduduk tegak.
"Waalaikumsallam, eh Sasya?" Resti yang merupakan tetangga dekat Sasya, dan sudah Sasya anggap seperti ibunya itu langsung tersenyum lebar saat Sasya datang.
Sasya melotot dengan jari telunjuknya yang menunjuk ke arah Ryan. "R-ryan ganteng?!"
Begitu pula dengan Ryan yang terkejut melihat kedatangan gadis rese bernama Sasya itu. Ryan menatap Resti dengan tatapan aneh sesekali melirik ke arah Sasya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA [ Sudah Terbit ]
Teen Fiction𝐒𝐄𝐐𝐔𝐄𝐋 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐎𝐒𝐄𝐍𝐊𝐔 𝐌𝐀𝐍𝐓𝐀𝐍𝐊𝐔 [ BUDAYAKAN FOLLOW DULU AKUN SEBELUM MEMBACA! ] ⚠️ Welcome to Toxic Relationship ⚠️ Tentang perjuangan dan penyesalan. Ryan Mahardika Putra. Laki-laki dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak...
![RASYA [ Sudah Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/314990325-64-k771870.jpg)