hai hai luvvie ku🖐️✊🖐️✊
aku update lagi, double up nih!
vote untuk hargai penulis.
vote gratis kok😔😔🙌
JEYSEN HUWUWWW JANGAN LUPA KOMENT JUGA YAH🖐️✊🖐️✊🖐️✊🖐️
Tim bubur diaduk atau ngga?
‼️ don't be a silent readers‼️
• • • • •
23. Jean NT
• • • • •
"Huh, kesel banget kenapa harus ada mereka juga sih di sana?!" Dumel Abel menggerutu. Suara kesalnya terdengar keras, tapi di dalam hatinya dia merasa sedikit bingung. Kenapa Haikal selalu berhasil membuat dia merasa tidak nyaman, bahkan di tempat yang seharusnya menyenangkan? Rasanya seperti ada yang salah setiap kali mereka berada di ruang yang sama. Abel berusaha menenangkan dirinya, berusaha tidak membiarkan kebenciannya terhadap Haikal semakin mendalam. Setelah semua yang terjadi akhir-akhir ini, dia merasa seolah-olah Haikal selalu berhasil hadir di momen-momen yang salah.
Sherli dan Loly, yang duduk di sebelahnya, mengelus punggung Abel pelan. "Sabar Bel, sabar," ujar Loly, mencoba memberi dukungan meski dia tahu, kesabaran Abel sudah berada di ujung tanduk.
"Pepatah mengatakan, katanya kalau ketemu sama cowok yang kita benci di mana pun itu. Mereka berjodoh," Kata Sherli mengompori Abel membuat Abel bergidik geli.
"AMIT-AMIT!" Jerit Abel membuat Sherli tertawa.
Dhea, yang menyaksikan semua itu, tertawa pelan. Tatapannya tak lepas dari Abel yang jelas-jelas sudah hampir kehilangan kesabarannya. "Kesabaran lo tipis banget ya, Bel. Gimana Haikal gak suka godain lo terus? Lo nya emosian gini," Gumam Dhea, sedikit mencibir tapi lebih seperti bercanda.
Fafa, yang duduk di sebelah Dhea, mengangguk setuju. "Bener banget, banyakin istighfar lo Abel," Katanya dengan nada yang lebih serius, meskipun terlihat sedikit main-main.
Abel memutar bola matanya malas, sambil sedikit menanggapi dengan nada kesal. "Lo pikir gue kesurupan gitu," Ocehnya. Meskipun suara ketusnya tak sepenuhnya menyembunyikan kecemasannya.
Sasya, yang sejak tadi diam sambil menunduk, tiba-tiba membuka pembicaraan dengan suara lembut. "Tapi, kok disana gak ada My Pookie, ya?" Gumam Sasya, sambil menekuk tangannya dan menumpukan kepala di telapak tangan. Sepertinya, Sasya lebih tertarik pada apa yang terjadi di sekitar Ryan daripada masalah lainnya.
"My Pookie apa sih? Gua dari kemarin dengernya aneh gitu, My Pookie apaan coi?" Tanya Sherli dengan wajah tak mengerti.
"Pokoknya, itu panggilan sayang Sasya kepada Ryan," Jawab Sasya dengan suara centilnya.
Semuanya saling bertatapan dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ampun," Sherli, Fafa dan Abel menepuk keningnya berkali-kali melihat tingkah konyol Sasya.
"Panggilan sayang, panggilan sayang, cowok orang itu!" Celetuk Sherli menyahut tanpa sengaja, seolah-olah tidak bisa menahan diri lagi. Mendengar itu, Sasya langsung menatap Sherli dengan penuh perhatian.
"Sherli." Tegur Loly, sambil memberi tatapan waspada, tak ingin ada masalah baru antara Sasya dan Sherli.
Sherli melirik Abel, sedangkan Abel hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. "Beberapa waktu lalu, gue gak sengaja lihat Ryan bonceng cewek. Gue kayak kenal, tapi siapa? Soalnya gue ngeliatnya malam, jadi rada burem deh pandangan gue," Cerita Sherli, meskipun sedikit bingung sendiri apakah itu hanya khayalan atau kenyataan.
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA [ Sudah Terbit ]
Teen Fiction𝐒𝐄𝐐𝐔𝐄𝐋 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐎𝐒𝐄𝐍𝐊𝐔 𝐌𝐀𝐍𝐓𝐀𝐍𝐊𝐔 [ BUDAYAKAN FOLLOW DULU AKUN SEBELUM MEMBACA! ] ⚠️ Welcome to Toxic Relationship ⚠️ Tentang perjuangan dan penyesalan. Ryan Mahardika Putra. Laki-laki dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak...
![RASYA [ Sudah Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/314990325-64-k771870.jpg)