halo luvvie aku
update lagi 🥺❤️
MAKASIH BUAT 1RIBU KOMENTNYA
SAYANG DEH SAMA LUV YANG SUKA SPAM KOMENT😤❤️❤️
sebelum membaca budayakan vote dahulu ya!
hargai penulis. vote gratis kok 🤪😌
• • • • •
43. ternyata bukan Callin?
• • • • •
Di pagi hari yang cerah, Ryan terbangun tepat pukul 08.00 WIB. Begitu sadar dirinya sudah telat untuk sekolah, matanya membulat dan dia berteriak, "BUNDA!" Sambil berlari mengambil handuk, dia langsung menuju kamar mandi, mandi dengan tergesa-gesa. Setelah sepuluh menit, Ryan sudah berpakaian seragam dan bergegas turun ke ruang makan.
Di sana, ibunya, Resti, bersama Reza, kakak laki-lakinya, dan Adinda, kakak iparnya, sedang menikmati sarapan. Ryan berjalan lemas menuju dapur. "Bunda, kenapa gak bangunin Ryan?" Keluhnya sambil merapikan rambut yang masih berantakan.
Resti memandang Ryan dengan tajam. "Bunda capek bangunin kamu, habisnya, kamu gak bangun-bangun. Sampai kak Adinda juga ikut bangunin, tetap aja kamu gak bangun," Kata Resti, menggelengkan kepala. Adinda terkekeh melihat Ryan yang tampak kusut.
"Sarapan dulu, Ryan," Titah Adinda.
Ryan menggeleng. "Gak usah, Ryan harus berangkat, udah telat banget." Katanya. Setelah berpamitan dan bersalaman, Ryan melirik Reza yang masih masam akibat kejadian kemarin.
"Maaf, Bang," Ucap Ryan pelan, mencoba tersenyum, lalu segera keluar rumah.
Di luar, Ryan mengeluarkan motor dari garasi dan melaju cepat menuju sekolah. Sementara itu, di kelas, teman-temannya—Arga, Jean, Kenzi, Haikal, Galen, dan Cio—menunggu dengan cemas. Ketidakhadiran Ryan membuat Pak Darsum, guru mereka, kesal.
"Ryan Mahardika Putra?" Panggil Pak Darsum berulang kali. Setelah menunggu tanpa jawaban, Pak Darsum menandai Ryan alpa.
Namun, tiba-tiba saja. "ASSALAMUALAIKUM PAK!" Ryan muncul dengan wajah merah dan napas tersengal.
Pak Darsum menatapnya dengan sinis. "Masih inget sekolah ternyata," sindirnya. "Habis dari mana?"
Saat Ryan hendak duduk, Pak Darsum menarik kerah bajunya. "Mau duduk? Mana rambut berantakan begini. Kamu niat gak sih sekolah?"
Ryan meringis. "Maaf, Pak. Di jalan macet." Alasan Ryan.
"Alasannya sering kali ku dengar!" Cetus pak Darsum. Pak Darsum menunjuk jam dinding. "Lihat jam. Udah pukul 09.15 WIB. Telat banget kamu!"
Ryan tersenyum kuda. "Maaf Pak."
"Taruh tas kamu, terus berdiri hormat di depan tiang bendera sampai istirahat!" Seru Pak Darsum. Teman-temannya tertawa, tapi, Ryan melirik tajam hingga mereka diam. Dengan berat hati, Ryan menaruh tasnya dan berjalan menuju lapangan, sementara Pak Darsum menghela napas, menatap kelas yang membuatnya sering darah tinggi.
"Ada yang mau nyusul Ryan?" Tanyanya tajam, dan seisi kelas langsung menghindari tatapannya.
"AMPUN DEH SAYA MAH DIKELAS INI, DARTING MULU!" Teriak pak Darsum sembari memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
-RS-
Memasuki jam istirahat, Ryan akhirnya merasa lega karena hukumannya telah usai. Ryan menghela napasnya kasar lalu duduk dahulu dipinggir lapangan untuk beristirahat sejenak setelah hormat ditengah-tengah terik matahari yang sedang panas-panasnya. Ryan mengipasi wajahnya yang keringatan dengan sebelah tangannya. Matanya melirik ke arah teman-temannya yang sedang berjalan menghampirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA [ Sudah Terbit ]
Roman pour Adolescents𝐒𝐄𝐐𝐔𝐄𝐋 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐎𝐒𝐄𝐍𝐊𝐔 𝐌𝐀𝐍𝐓𝐀𝐍𝐊𝐔 [ BUDAYAKAN FOLLOW DULU AKUN SEBELUM MEMBACA! ] ⚠️ Welcome to Toxic Relationship ⚠️ Tentang perjuangan dan penyesalan. Ryan Mahardika Putra. Laki-laki dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak...
![RASYA [ Sudah Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/314990325-64-k771870.jpg)