halo luv!
aku update lagi huwuw🙈❤️
sebelum baca, budayakan vote dahulu ya!
hargai penulis😌
panggil aku kak win/win, not author🤨
‼️ don't be a silent readers ‼️
• • • • •
33. Break up
• • • • •
Sasya terduduk di ruang tamu rumah Resti sambil mengelus kepala Macha, kucing kesayangannya, yang tampak nyaman di pangkuannya. Hari ini, sesuai janjinya kemarin, Sasya datang ke rumah Resti untuk menemani dan menghiburnya.
"Ini, Tante buatkan bubur sumsum kesukaanmu," Ucap Resti sambil meletakkan tiga mangkuk bubur sumsum hangat di meja. "Makanan favoritmu, Sasya!"
Mata Sasya berbinar melihat makanan favoritnya di depan mata. "Wah, Tante! Terima kasih banyak! Tante tahu aja Sasya suka ini," Sahut Sasya girang, memeluk Resti erat sebelum mulai menyantap bubur sumsum dengan lahap.
Melihat kegembiraan Sasya, Resti tersenyum lega. "Makan yang banyak, sayang," Ujarnya lembut.
Tidak lama, Reza muncul dari luar setelah selesai mencuci mobil. Matanya langsung tertuju pada mangkuk bubur sumsum. "Apa tuh? Bubur sumsum ya? Bunda buat untuk siapa aja?" Tanyanya dengan nada menggoda.
"Untuk kalian semua, ambil aja," Jawab Resti sambil menunjuk mangkuk yang masih tersisa.
Reza duduk di samping Sasya dan ikut menikmati bubur sumsum. Di sela-sela makan, ia melirik Sasya dan tiba-tiba bertanya, "Eh, Sya. Ryan gimana di sekolah? Tumben gak ada cerita dia bikin masalah lagi."
Pertanyaan itu membuat Sasya berhenti sejenak dari suapannya. Ia menggeleng pelan. "Gak tahu, Bang. Sasya gak terlalu perhatiin dia akhir-akhir ini."
Reza mengerutkan kening, merasa heran. "Hah? Bukannya kalian biasanya deket? Oh, atau jangan-jangan..." Reza menyipitkan matanya, lalu menyenggol Resti. "Bun, kayaknya mereka lagi ribut deh."
Tiba-tiba suara berat terdengar dari arah tangga. "Gua mulu!" Ryan, yang baru saja selesai mandi, muncul dengan rambut basah, lalu mengambil mangkuk bubur sumsum terakhir. "Ngomongin gua apaan lagi?"
Reza tertawa kecil. "Gak, cuma heran aja, lo sekarang kayak kalem di sekolah."
Ryan terkekeh, lalu mengangkat bahu. "Musuhnya udah pada kalah, jadi, gua santai aja."
Obrolan mereka terhenti sejenak saat Resti mengingatkan Sasya untuk bersiap-siap. "Sya, nanti antar Tante ke minimarket ya. Tante mau beli kebutuhan harian," Ucapnya.
Sasya mengangguk semangat. "Siap, Tante! Sasya ambil tas dulu ya." Ia bergegas pulang ke rumah untuk mengambil tas dan dompetnya.
Saat Sasya pergi, suasana di ruang tamu berubah serius. Reza memanfaatkan momen itu untuk bertanya pada ibunya. "Bun, serius Bunda udah siap bercerai sama ayah?"
Resti terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Sepertinya ini yang terbaik, Za. Bunda gak bisa terus begini."
Ryan, yang semula santai, menatap ibunya dengan penuh perhatian. "Bunda yakin gak apa-apa? Ryan tahu, sebenarnya Bunda berat buat melepaskan Ayah."
Resti tersenyum tipis. "Bunda kuat, Ryan. Bunda masih punya kalian berdua. Kalian adalah alasan bunda tetap bertahan sampai sekarang."
Mendengar itu, Ryan mengangguk mantap. "Kalau menurut Ryan, ini keputusan yang benar. Daripada Bunda terus-terusan sakit hati, mending pisah aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA [ Sudah Terbit ]
Novela Juvenil𝐒𝐄𝐐𝐔𝐄𝐋 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐎𝐒𝐄𝐍𝐊𝐔 𝐌𝐀𝐍𝐓𝐀𝐍𝐊𝐔 [ BUDAYAKAN FOLLOW DULU AKUN SEBELUM MEMBACA! ] ⚠️ Welcome to Toxic Relationship ⚠️ Tentang perjuangan dan penyesalan. Ryan Mahardika Putra. Laki-laki dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak...
![RASYA [ Sudah Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/314990325-64-k771870.jpg)