28. Out Class [1]

13.3K 1.2K 81
                                        

haii luvvie aku update lagi!

sebelum membaca budayakan vote dahulu ya!

btw buat kalian yang belum follow akun ini, yuk follow!
baca doang follow engga😵😵

MAKASIH BUAT YANG UDAH FOLLOW AKUN CHICHKENWINK ❤️

‼️don't be a silent readers ‼️

• • • • •

28. Out class 1

• • • • •

Tepat di jam 19.00 WIB, Ryan sampai di rumah. Setelah memarkirkan motornya di dalam garasi, ia langsung melangkah masuk ke rumah dengan wajah yang berseri-seri. Ia merasakan kebahagiaan yang tak terbendung setelah seharian penuh dengan aktivitas. Namun, saat matanya menatap sekeliling rumah, ia merasa ada yang berbeda. Rumah ini sangat sepi, dan mobil Reza pun tidak terlihat di garasi. Laki-laki itu pasti sedang sibuk dengan gadis pujaannya.

"Bunda, Ryan pulang," Ucap Ryan, memanggil sang bunda, namun tidak ada jawaban. Keheningan semakin terasa.

Ryan menatap kucing anggora berwarna putih bersih yang kini melintasi hadapannya. "Lah, kucingnya si Sasya ini," Gumamnya.

"Bunda di mana ya?" Pikir Ryan, akhirnya memutuskan untuk melepaskan sepatu sekolahnya dan menaruh tasnya di sofa ruang tamu. Tanpa pikir panjang, ia berjalan menuju kamar sang bunda, ingin memeriksa keadaan Resti yang tadi sepertinya tidak menyahut.

Saat memasuki kamar Resti, Ryan terkejut melihat Sasya yang tertidur pulas di kasur milik orang tua mereka. Sebuah pemandangan yang aneh baginya, sebab tidak ada Resti di sana.

"Masih hidup?" Ryan bertanya dalam hati sambil mendekatkan jarinya ke hidung Sasya, memastikan bahwa gadis itu masih bernapas. Sepertinya tidak ada yang aneh dengan Sasya ataupun Resti.

"Kenapa Sasya bisa tidur di sini? Bunda mana?" gumam Ryan bingung. Pandangannya tertuju pada wajah Sasya yang tampak begitu damai dan polos.

Sasya memang cantik, imut, namun Ryan merasa sedikit kesal. "Kenapa dia harus suka sama gua?"   Pikir Ryan seraya menggelengkan kepalanya.

"Sampai kapan pun, gua gak akan suka sama lo. Gua jahat," Bisiknya pelan sambil mengelus rambut Sasya yang halus, meski hatinya sedikit tergerak.

Tiba-tiba, suara pintu kamar terbuka dan Resti muncul di ambang pintu. "Ryan?" Resti melontarkan pertanyaan, membuat Ryan terkejut dan berdiri tegak. Ia menatap Resti dengan canggung, mencoba menyembunyikan ketegangannya.

"E-eh, Bunda! Ryan kira siapa?" Balas Ryan dengan kaku, berusaha menutupi situasi yang baru saja terjadi.

"Barusan kamu ngapain?" Tanya Resti dengan nada menggoda.

"Bunda habis dari mana? Ryan nyariin Bunda," Jawab Ryan cepat, berusaha mengalihkan pembicaraan.

Resti terkekeh. "Bunda tadi beli bubur sumsum buat Sasya," Jawab Resti sambil menunjuk ke arah mangkuk yang dibawanya.

Ryan langsung mengernyitkan dahi. "Buat Ryan?"

"Pastinya ada, nih." Resti kemudian menyerahkan tiga bungkus bubur sumsum yang baru dibelinya tadi.

"Kamu belum makan kan? Ayo makan," Ajak Resti sambil menarik tangan Ryan menuju tempat makan. Ryan hanya bisa menatap Resti yang sedang menyiapkan makanannya, suasana menjadi semakin hangat, namun dalam hatinya ada keraguan.

RASYA [ Sudah Terbit ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang