Baca elit
Vote sulit😛
• • • • •
09. Motornya gapapa kan?
• • • • •
"Kesel banget. Gua gak ngapa-ngapain tiba-tiba di serang sama kucing garong, bocah pea," Gerutu Galen sembari mengunyah keripik singkong dengan wajah yang sarkas, mengingat kejadian tadi benar-benar membuatnya kesal sekali, sangat kesal. Galen tidak akan pernah lupa kejadian tadi, dimana Bastian yang tiba-tiba menyerangnya. Bastian, pea!
Cio terkikik menatapi wajah Galen yang masih memerah. "Kocak lo, emang awalnya ngapain sih? gua penasaran, asli," Ucap Cio bertanya dengan wajah kepo.
"Iya anjir, dia kayaknya mabok deh, gak jelas banget. Dateng ke sini, terus tiba-tiba nyari masalah? ujung-ujungnya juga kalah," Ucap Jean dengan tawaan pelan.
"Jelasin, dia awalnya ngapain?" Tanya Arga yang sudah penasaran dengan kejadian yang sebenarnya.
Sebenarnya, Galen itu malas untuk berbicara. Namun gara-gara kejadian yang membuat Galen jadi banyak bicara dan menggerutu sendiri.
"Gua kan tadi keluar niatnya mau ngambil ini nih," Galen memegang satu bungkus rokoknya dan memperlihatkannya kepada teman-temannya. "Ini rokok ketinggalan di jok, masa iya gua anggurin, kan lumayan. Terus, tiba-tiba tuh kucing garong nyamperin gua langsung mukul pipi gua gitu aja, kan gua kaget. Mana mukulnya gak bilang-bilang lagi," Jawab Galen bercerita.
Jean menatap Ryan, Arga dan Haikal. "Kalian kenal?" Tanya Jean.
Ryan dan Arga mengangguk sedangkan Haikal, laki-laki sibuk memegangi pipi nya yang babak belur karena terkena pukulan kencang tadi.
"Bastian udah biasa begitu. Di sekolah, dia biang keladi, jadi udah gak aneh kalau kata gua dia begitu. Sekarang, ada Ryan dan lo semua di sekolahan, pasti kalian sering berantem," Balas Arga.
"Belum apa-apa aja udah begini, apa lagi nanti?" Sambung Arga dengan kekehan.
"Kan yang mulainya dia duluan. Kita gak bakalan cubit kalau gak cubit duluan," Sahut Galen tidak terima.
Kenzi tertawa pelan. "Ya udah, Gal. Gak usah ngegas gitu jawabnya, marah-marah mulu lo dari tadi perasaan," Ucap Kenzi sembari menepuk-nepuk punggung Galen.
"Habisnya, gua masih dendam sama si Bastian pea," Sahut Galen dengan tatapan tajamnya.
Cio menyolek pundak Haikal yang dari tadi sepertinya tidak ada suara. "Diem aja lo?"
Haikal berdecak. "Nyolek-nyolek! genit banget sih lo!" Omel Haikal. "Pipi gua nih, jadi korban. Arghh, sakit." Gerutu Haikal sembari memegangi pipinya yang terasa linu.
"Utututu sayang, sini Cio bersihin luka kamu!" Seru Cio berniat untuk memegang pipi Haikal, namun dengan segera Haikal menepis tangan Cio.
"Tuh kan, ketulan gila nya kayak Bastian. Sayang-sayang, pala lo peang," Cetus Haikal kesal.
"Ciri-ciri cewek lagi haid," Ucap Arga dengan tawaan meledek membuat semuanya tertawa pelan.
"Bangke! Udah ah, gua mau pulang aja." Haikal bangun dari duduknya lalu mengambil jaket dan tasnya.
"Lo berempat, mau ikut balik kagak?" Tanya Haikal menatap ke arah Jean, Kenzi, Galen dan Cio.
"Gua ikut deh," Balas Galen yang juga ikut berdiri dan mengambil tasnya.
"Gua juga ah! Mau tidur, ngantuk," Ucap Cio yang ikut-ikutan membuat Galen menatap Cio malas.
"Ikut-ikut aja lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA [ Sudah Terbit ]
Genç Kurgu𝐒𝐄𝐐𝐔𝐄𝐋 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐎𝐒𝐄𝐍𝐊𝐔 𝐌𝐀𝐍𝐓𝐀𝐍𝐊𝐔 [ BUDAYAKAN FOLLOW DULU AKUN SEBELUM MEMBACA! ] ⚠️ Welcome to Toxic Relationship ⚠️ Tentang perjuangan dan penyesalan. Ryan Mahardika Putra. Laki-laki dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak...
![RASYA [ Sudah Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/314990325-64-k771870.jpg)