10 - Bubur Sumsum

13.4K 1.3K 15
                                        

luvvie qu tersayank, tercintah
vote jangan diskip ya ayank, hargai penulis sayankku😘😘😘🥰

• • • • •

10. Bubur sumsum

• • • •

Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB malam dan Ryan merasa lapar. Jadi, laki-laki itu memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur. Namun, saat melewati ruang tamu Ryan menatap pintu rumahnya terbuka.

Merasa penasaran, Ryan pun akhirnya berjalan keluar dari rumahnya. Ternyata diluar rumahnya, ada Resti, Reza dan Sasya yang sedang mengobrol di sana. Di gazebo depan rumahnya terlihat mereka bertiga sedang mengobrol dan ekspresi Sasya terlihat sangat sedih disana membuat Ryan semakin penasaran.

"Bunda," Panggil Ryan sembari berjalan mendekati Resti yang sedang mengelus-elus punggung Sasya.

Ryan menatap Sasya dengan tatapan aneh. Kemudian Ryan menatap ke arah Reza yang hanya menatapi Sasya. "Kenapa?" Tanya Ryan berbisik pada Reza.

"Kucingnya Sasya ilang," Jawab Reza.

"Ilang lagi?" Ryan memasang wajah terkejut.

Reza mengangguk. "Bantu cari sana." Titah Reza membuat Ryan menggelengkan kepalanya.

"Ogah. Siapa suruh ceroboh, jadi hilang kan kucingnya,"  Celetuk Ryan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Resti.

"Gak  boleh ngomong gitu, Ryan." Tegur Resti. "Mending, Sasya cari Macha nya sama Ryan aja, pasti Macha ada disekitaran sini kok." Sambung Resti.

"Gak mau bunda." Tolak Ryan dengan cepat.

Sasya mengusap air matanya. "Ryan ganteng jahat. Gak mau nolongin Sasya," Ucap Sasya sembari menatap Ryan dengan tatapan memelas.

Ryan memutar bola matanya. "Lo siapa gua?"

"Ryan, cuman temenin Sasya cari Macha, kasihan Sasya." Bujuk Resti dan tetap saja Ryan menggelengkan kepalanya.

"Ga-" Mendapatkan pelototan dari Resti, membuat Ryan bergidik ngeri. Ryan menghela napasnya kasar, sungguh menyesal Ryan sudah keluar dari rumah, tau begitu, Ryan lebih baik makan didalam dari pada keluar rumah.

"Iya, iya." Sambung Ryan membuat Sasya tersenyum lebar.

"Beneran Ryan?" Tanya Sasya dengan wajah masih tidak yakin dengan ucapan Ryan barusan.

Ryan mengangguk pasrah dengan ekspresi wajah yang sangat malas. "Iya."

"YA UDAH AYO KITA CARI MACHA!" Teriak Sasya dengan bersemangat.

Reza terkekeh melihat tingkah Sasya yang langsung bersemangat saat Ryan bersedia menemaninya untuk mencari Macha, kucing kesayangannya.

"Ya sudah sana buruan cari Macha nya, nanti keburu malam." Ujar Resti.

Sasya mengangguk lalu bersalaman kepada Resti dan Reza. "Sasya mau cari Macha dulu ya tante Resti, bang Reza," Ucap Sasya.

"Ayo, Ryan!"

Tak lupa sebelum pergi juga Ryan tak lupa bersalaman kepada Resti tidak dengan Reza, karena Reza memasang ekspresi yang sangat meledek membuat Ryan sedikit kesal. Setelah itu, keduanya pergi berjalan kaki dari sana mencari keberadaan kucing kesayangan Sasya yaitu Macha.

"Kucing lo emangnya suka kemana sih?!" Tanya Ryan dengan nada yang sedikit emosi.

Sasya menghela napasnya. "Ryan jangan marah-marah gitu dong, ikhlas gak bantuin Sasya?" Tanya Sasya sembari menatap Ryan yang sama sekali tidak menatapnya. Astaga... Ryan benar-benar sangat tampan, hidungnya mancung dan matanya juga sipit. Sasya sepertinya tidak salah pilih cowok!

RASYA [ Sudah Terbit ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang