22. Welcome Geng Valent!

12.8K 1.1K 36
                                        

halooo luvvie aku kembali up❤️😍

sebelum next baca, aku mau ucapin sama kalian makasih ya buat yang udah follow akun wattpad ku dan vote ceritaku🥺❤️

makasih juga buat yang udah follow akun ig n tiktok Chichkenwink!

kalau yang belum follow yu follow

disana banyak spoiler Rasya loh☝️

ig : @luvchichkenwink
tiktok : @chichkenwink

next 100 vote dan spam koment next avakah bisa??? 😁😁🙌

‼️don't be a silent readers! hargai penulis‼️

• • • • •

22. Welcome Geng Valent

• • • • •

"Sya, jangan murung mulu," Ucap Dhea, matanya menatap penuh perhatian ke arah Sasya yang dari tadi tampak murung. Wajah Sasya sejak tadi, dari awal pelajaran hingga istirahat, bahkan hingga sekarang pada pelajaran terakhir, tetap terlihat sedih. Kejadian tadi pagi masih menghantui pikirannya, meninggalkan kesan yang sulit dihapus. 

Jam pelajaran terakhir di kelas 12 MIPA 1 adalah fisika, pelajaran yang tidak bisa dianggap remeh. Dengan rumus-rumus yang sering kali membingungkan, mereka harus benar-benar fokus. Bahkan, rasanya rumus-rumus fisika jauh lebih rumit dibandingkan kisah cinta mereka, yang seharusnya tidak perlu dipikirkan terlalu dalam.

"Senyum dong," Bisik Fafa, berusaha memberikan semangat sambil melemparkan senyuman manis kepada Sasya, berharap dapat sedikit mengurangi kesedihannya.

"Mungkin, Sya, Ryan lagi punya masalah, makanya dia jadi galak sama kamu," Ucap Loly, mencoba menenangkan Sasya, agar sedikit melupakan beban di hatinya. "Ayo senyum, yuk."

Sasya akhirnya mengangkat sudut bibirnya dan tersenyum lebar, seolah melepaskan sebagian rasa berat yang mengganjal. Melihat senyum Sasya, teman-temannya pun ikut tersenyum, merasa sedikit lebih lega. Abel hanya diam, memandang Sasya dengan senyuman tipis yang seolah menyiratkan suatu pemahaman yang dalam.

"Nah gitu dong!" Dhea mengacungkan jempol, dan Sasya membalasnya dengan senyuman lebar dan acungan jempol yang sama.

Mereka pun kembali fokus pada materi fisika yang sedang dibahas oleh guru mereka, meski pikiran Sasya masih teringat kejadian tadi.

-RS-

Bell tanda akhir pelajaran berbunyi, mengakhiri hari yang penuh dengan kesibukan. Namun, di kelas 12 IPS 2, suasana berbeda. Anak-anak yang sedang duduk santai, menikmati permainan Ludo King di aplikasi handphone, tampak enggan meninggalkan momen menyenankan itu.

Pak Dodi, sang guru sejarah yang begitu disukai oleh murid-muridnya, terutama anak IPS, memang terkenal dengan gaya mengajar yang santai. Bahkan, kadang ia lebih sering bermain game, catur, atau bercerita dengan murid-murid daripada mengajar seperti biasa. Hal itulah yang membuat jam pelajaran Pak Dodi sangat ditunggu-tunggu.

Di tengah-tengah tawa dan kekocakan itu, segerombolan anak laki-laki di kelas 12 IPS 2 sedang mengalami kekalahan dalam permainan mereka.

"Yah! Sedikit lagi pak, menang saya!" Cio mengacak-acak rambutnya frustasi, meluapkan kekesalannya setelah hampir memenangkan pertandingan.

RASYA [ Sudah Terbit ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang