hai luvvie
aku update slibawww
sebelum next biasakan vote dulu ya!
vote jangan sampai diskip, hargai penulis..
‼️ don't be a silent readers ‼️
• • • • •
24. Harapan yang pupus
• • • • •
"Nanti pulang aku bareng kamu ya," ucap seorang gadis dengan suara yang kencang, membuat suasana di sekitar mereka seketika menjadi hening. Semua mata tertuju padanya, dan suara bisik-bisik perlahan mulai terdengar. Sasya terdiam, tidak dapat memalingkan pandangannya, ketika kalimat itu kembali terngiang di telinganya.
Sasya menatap kosong ke arah depan, matanya tertuju pada Ryan yang tengah digandeng tangan oleh seorang gadis. Perasaan tak karuan menyelubungi dirinya.
"H-hah?" Sasya mencoba meresapi perkataan itu, berulang kali mengedipkan matanya. Matanya sesekali melotot ke arah depan, dan jantungnya berdegup kencang. Tidak percaya apa yang baru saja didengarnya.
"My Pookie?" Suara itu keluar begitu saja dari bibir Sasya, tanpa bisa ia kendalikan.
Di depan Sasya, terhampar kenyataan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ryan, yang selama ini ia anggap begitu dekat, kini berjalan beriringan dengan seorang gadis yang Sasya kenal betul. Gadis itu cantik, tinggi, dengan wajah yang mempesona. Tak salah kalau Fanny begitu terkenal di sekolah.
"Sayang, aku bilang aku pulangnya bareng sama kamu, ya?" Ujar Fanny lagi, mengulangi kalimat yang sama, mengisyaratkan kedekatan mereka.
Ryan hanya mengangguk, senyumnya manis dan suara lembutnya membelai hati. "Iya sayang, nanti pulang aku antar," Jawab Ryan, tangannya mengusap-usap rambut Fanny dengan gemas, sebuah gesture penuh kasih sayang yang membuat Sasya tertegun.
"Ya udah, aku masuk kelas dulu ya," Fanny melanjutkan dengan senyum manis yang tak pernah pudar dari wajahnya, lalu melangkah pergi menuju pintu kelas 12 IPA 1. Tanpa ragu, Fanny melewati Sasya dan teman-temannya, dan menyapa mereka dengan ceria. "Pagi," Ucapnya dengan suara riang.
"Pagi juga," Jawab Loly, sementara yang lainnya hanya bisa menatap Fanny tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Sasya hanya bisa berdiri di tempat, masih terpaku dengan kejadian yang baru saja ia saksikan. Tanpa sadar, ia menggigit bibirnya, mencoba menahan emosi yang datang begitu saja.
Setelah Fanny menghilang di balik pintu kelas, Sasya kembali mengalihkan pandangannya pada teman-temannya. "Ini kabar yang mau kalian sampaikan ke Sasya?" Tanya Sasya dengan nada yang lebih rendah, suaranya terkesan tenang meskipun hatinya bergejolak.
Sherli merangkul pundak Sasya dan mengusap-usap punggung Sasya. "Kita gak bermaksud. Tapi, ini kenyataannya,"
Abel hanya mengangguk pelan. "Sorry."
Namun, Sasya hanya tertawa terbahak-bahak, seolah kejadian barusan tak lebih dari sekadar angin lalu. "HAHAHAHA! Gak apa-apa kok. Itu kan hak dia mau pacaran sama siapapun," Ucapnya sambil tersenyum lebar, meskipun rasa sakit itu masih menghujam.
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA [ Sudah Terbit ]
Fiksi Remaja𝐒𝐄𝐐𝐔𝐄𝐋 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐎𝐒𝐄𝐍𝐊𝐔 𝐌𝐀𝐍𝐓𝐀𝐍𝐊𝐔 [ BUDAYAKAN FOLLOW DULU AKUN SEBELUM MEMBACA! ] ⚠️ Welcome to Toxic Relationship ⚠️ Tentang perjuangan dan penyesalan. Ryan Mahardika Putra. Laki-laki dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak...
![RASYA [ Sudah Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/314990325-64-k771870.jpg)