halo halo luvvie❤️
ak update, double up nih
VOTENYA YUHU~~
btw makasih buat view 1juta nya direels ig, hehehe😆❤️
yang penasaran langsung aja cek ig Chichkenwink ya!
@luvchichkenwink
jangan lupa follow juga🙌
• • • • •
21. Tak pernah teranggap
• • • • •
"Gimana? Lo terima tawaran Jean?" Tanya Kenzi, matanya tajam menilai ekspresi Ryan yang tampak ragu.
Ryan terdiam sejenak, matanya terfokus pada lantai, seakan mencari jawaban yang tepat dalam pikirannya. Di benaknya, tawaran Jean untuk bergabung dengan geng motor Valent seolah menjadi titik balik yang sulit diambil. Keputusan ini bisa mengubah banyak hal, baik bagi dirinya maupun bagi gengnya. Ia tahu, kehidupan geng tak semudah yang dibayangkan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.
"Semisalnya gua nyuruh anak geng motor Thunder buat pindah ke Jakarta itu gak mungkin, kan, Ken?" Ryan akhirnya memecah keheningan, suara pelan namun penuh ketegasan. Kenzi hanya mengangguk, matanya menatap Ryan dengan penuh pengertian.
"Iya, lo bener. Tapi, kita juga gak bisa selamanya bertahan dengan tujuh orang. Kita butuh lebih banyak koneksi, lebih banyak kekuatan," Ujar Ryan, sambil memijat pelipisnya, terlihat seperti sedang berpikir keras. "Kayaknya sih, ajak mereka kenalan dulu. Kalau cocok, ya tinggal masukin mereka ke dalam geng," Lanjutnya, tampak sedikit lebih yakin.
Kenzi mengangguk, menyetujui usulan itu. "Gua ikut lo aja, Ryan. Gua juga setuju sama saran Jean. Gak mungkin terus-terusan jadi geng yang kekurangan anggota," Sahut Kenzi sambil menepuk-nepuk pundak Ryan dengan ringan, mencoba memberi semangat.
Galen, yang sejak tadi diam, akhirnya menghela napas panjang. "Ryan, kita juga butuh temen, gak bisa cuma bertujuh kayak gini. Geng ini udah kayak keluarga kedua, lo pasti ngerti maksud gue," Ucapnya, nada suara yang sedikit berat namun penuh makna.
Ryan terdiam, kemudian mengangguk perlahan. "Oke, nanti gua omongin lagi sama Jean."
"Kan Jean udah ada di depan mata lo sekarang! Gimana sih!" Protes Haikal kesal, matanya menatap Ryan dengan tatapan bingung, padahal Jean sudah berada tepat di depan mereka sejak tadi, seolah-olah tidak ada alasan lagi untuk ragu.
Ryan tertawa pelan, mengusap wajahnya kasar seolah mencoba mengusir kebingungannya. "Wajarin Kal, banyak pikiran ya, Ryan? Ada masalah apa? Cerita deh, jangan diem mulu kayak Galen," Ucap Cio dengan nada menggoda, berharap Ryan membuka diri.
Kenzi mengangguk, ekspresinya serius. "Bener, gue juga liat akhir-akhir ini lo sering bengong, diam aja. Lo ada masalah apa, Ryan?" Tanyanya dengan nada penasaran, seperti ingin mendalami apa yang sebenarnya mengganggu sahabatnya.
Ryan tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan kegelisahannya. "Gak apa-apa, gue baik-baik aja, aman kok," Jawabnya dengan senyum yang agak dipaksakan.
"Ryan, kita udah sahabatan dari SMP, lo bisa cerita apapun ke kita. Jangan diem aja, kita kan temen lo," Tutur Arga dengan nada sedikit marah, menatap Ryan tajam. "Lo lupa? Kita udah bareng-bareng dari dulu!" Katanya, menggelengkan kepalanya dengan penuh kekecewaan, merasa Ryan mulai menjauh dari mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA [ Sudah Terbit ]
Roman pour Adolescents𝐒𝐄𝐐𝐔𝐄𝐋 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐎𝐒𝐄𝐍𝐊𝐔 𝐌𝐀𝐍𝐓𝐀𝐍𝐊𝐔 [ BUDAYAKAN FOLLOW DULU AKUN SEBELUM MEMBACA! ] ⚠️ Welcome to Toxic Relationship ⚠️ Tentang perjuangan dan penyesalan. Ryan Mahardika Putra. Laki-laki dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak...
![RASYA [ Sudah Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/314990325-64-k771870.jpg)