24. Serangan Tiba-tiba

12.7K 1.1K 36
                                        

hai luvvie aku update lagi hehehe

always double up up up

VOTENYA juga harus up up dong😀

sedih bet yg baca banyak yg vote dikit😬😵

‼️don't be a silent readers‼️

• • • • •

24. Serangan tiba-tiba

• • • • •

Malam hari, tepat pukul 21.00 WIB, anggota geng Thunder dan geng Valent berkumpul di markas Thunder. Sementara beberapa dari mereka sibuk berbicara, sebagian lain menatap takjub pada markas Thunder yang begitu megah. Markas ini memang luar biasa. Anggota geng Valent tak bisa menahan kekaguman mereka saat melihat ruang yang luas dengan perabotan yang lengkap. Sepertinya, markas sebesar dan sebagus ini hanya bisa mereka impikan.

"Markas Thunder banget ya," Puji Tegar seraya menggelengkan kepalanya, seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Tuh kan, ada kulkasnya, ada TV. Di markas Valent mana ada yang beginian," Gumam Tegar pelan, sambil matanya berkeliling melihat fasilitas yang ada.

Namun, begitu ucapannya terdengar, Tegar langsung tersadar dan buru-buru menutup mulutnya. Pandangannya beralih ke Asta, yang sedang menatap tajam ke arahnya.

Tegar tersenyum manis. "G-gak gitu, bos. Maksud gua di markas kita kan gak ada TV sama kulkas kayak gitu. Tapi, bukan berarti markas kita jelek, ya bos!" Tegar berkata terbata-bata, berusaha menjelaskan.

Asta hanya menggeleng, merasa geli. "Kocak lo," Sahutnya dengan nada kesal.

Ryan, yang sudah berdiri di depan mereka, mengangguk pelan dan kemudian menyuruh semua anggota Valent duduk. "Duduk, semuanya," Ucap Ryan, mempersilakan.

Sambil menyapu pandangannya ke seluruh ruangan, Asta tak bisa menahan kekagumannya. "Markas kalian bagus banget, Ryan. Markas yang bagus begini, isinya jangan cuma segini doang. Nambah anggota dong," Ujar Asta, sekali lagi menyarankan Ryan agar menambah anggota Thunder.

Ryan menggelengkan kepala, tampak ragu. "Gua masih ragu."

"Ryan nih, labil," Celetuk Haikal dengan kesal.

Jean yang baru saja mengambil minuman dari kulkas, meletakkannya di meja. "Minum nih," Ucapnya, sambil menyodorkan beberapa botol minuman kepada mereka.

Tegar, yang memang sedang merasa haus, langsung mengambil botol tersebut dan meminumnya tanpa ragu. Semua yang melihat tingkahnya hanya bisa menggelengkan kepala, tak habis pikir.

Asta hanya mengangguk paham dan menepuk pundak Ryan. "Gua paham kok. Alasan lo masih ragu untuk nambah anggota. Soalnya kalian juga belum lama disini, kan?" Ucap Asta, mencoba memberi pemahaman.

Ryan menghela napas panjang. "Akhirnya lo paham juga. Gua masih ragu. Gua takut, kalau gua nambah anggota di saat Thunder masih asing di daerah sini, malah bisa dapet anggota yang bisa aja hancurkan  Thunder. Gak bener orangnya," Jawab Ryan dengan serius.

Asta mengangguk. "Keputusan ada di lo, Ryan. Gua cuman ngasih saran. Tapi, kalau lo mau nambah anggota, gua bisa bantuin lo. Gua bisa bantu cari orang buat masuk Thunder," Kata Asta dengan tulus.

Jean menyemangati. "Bener tuh, Ryan. Mending dibantuin Asta aja, dia lumayan tahu soal ini."

"Gua setuju! Pokoknya, gue mau nambah anggota," Tegas Jean, penuh semangat.

RASYA [ Sudah Terbit ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang