12. Pandangan Pertama

14.4K 1.2K 8
                                        

haii ak up lagi!!!
votenya jgn diskip ya luv😘

• • • • •

12. Pandangan Pertama

• • • • •

"Ngapain lo?"

"AAAAAA SASYA!"

Ryan semua teman-temannya menatap Sasya, Abel, Sherli dan juga Fafa dengan tatapan yang heran saat mereka keluar dari ruangan BK melihat keempat gadis itu langsung terjatuh bersamaan saat melihat mereka keluar dari ruangan tersebut.

"Sasya sakit tau," Dumel Fafa sembari bangun dari jatuhnya, terjatuh akibat dorongan dari Sasya.

Abel dan Sherli yang merasa malu hanya langsung terbangun dari jatuhnya dan membenarkan rambutnya yang berantakan itu sembari menunduk.

"Pfft- lo ngapain coba? Kepo ya lo?" Tebak Haikal.

"GAK, PEDE BANGET LO!" Sewot Abel.

"Halah, bohong," Sahut Haikal membuat Abel menatapnya sebal.

Sasya mengangguk. "Iya, Sasya kepo. Kalian kenapa?" Tanya Sasya penasaran.

"Kepo." Sahut Ryan ketus. Entahlah, Ryan selalu merasa kesal  bila melihat Sasya.

"Gak boleh gitu Ryan, dia kan nanya baik-baik." Tegur Kenzi membuat Fafa tersenyum ke arah Kenzi, sudah tampan, lemah lembut lagi.

Arga memutar bola matanya malas. "Dari pada ngobrol gak jelas mending kita kelapangan sekarang, nanti juga istirahat. Ayo!" Seru Arga sembari berjalan meninggalkan teman-temannya menuju lapangan sekolahan yang di mana di sana ada tiang bendera yang harus mereka hormati.

Semuanya mengangguk kemudian berjalan menyusul Arga yang sudah berjalan meninggalkan mereka. Berbeda dengan Kenzi yang malah tersenyum ke arah Sasya sambil berucap. "Ryan lagi gak mood aja, maafin Ryan ya," Ucap Kenzi.

Sasya mengangguk. "Iya gak apa-apa, nama kamu siapa?" Tanya Sasya. "Sasya lupa."

"Kenzi, gua ke sana dulu ya. Bye!" Pamit Kenzi setelah itu, laki-laki itu melangkah menjauh pergi dari Sasya dan ketiga temannya.

"AAAAAAA!" Jerit Fafa merasa salah tingkah melihat senyuman Kenzi.

"Apaan sih, Fa?" Sherli mengerutkan keningnya.

Paham dengan maksud Fafa. Sasya langsung memasang wajah jahilnya. "Cieee Fafa. Sasya tau nih, Fafa suka kan sama Kenzi? CIEEE!" Ledek Sasya.

Fafa hanya membalasnya dengan senyuman manis sedangkan Abel hanya memasang ekspresi wajah yang julid. "Astaga. Lo suka sama Kenzi?"

"Em... gak tau deh," Sahut Fafa salah tingkah kemudian berjalan pergi dari sana menuju lapangan basket.

Disisi lain. Kenzi berjalan cepat menyusul teman-temannya yang sudah pergi mendahuluinya.

"Lo semua jalannya cepet banget sih," Gerutu Kenzi sembari mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.

Haikal mengerutkan keningnya. "Siapa yang jalannya cepet? Lo aja kali ngobrol mulu sama cewek." Sahut Haikal.

"Lo habis ngobrol apa aja sama mereka?" Tanya Cio penasaran.

"Gak ngobrol apa-apa."

"Ken, lo jangan lemah lembut gitu dong sama cewek, nanti mereka pada suka sama lo." Ucap Jean memperingati. "Kayak..."

Semuanya menatap ke arah Jean dengan tatapan serius dan penasaran. Melihat Jean yang menggelengkan kepalanya membuat mereka menatap Jean malas. Jean ini memang selalu membuat mereka penasaran setiap kali berucap.

RASYA [ Sudah Terbit ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang