Haii Luvvie, aku update lagi😘😘
btw makasih yang udah mampir ke ceritaku😫🙏
jangan lupa vote dan koment,
untuk hargai penulis!
MAKASIII BUAT 700 VOTENYA, SAYANG LUVVIE😫😫😫💖
and, call me kak win!
• • • • •
17. Perihal tempat makan
• • • • •
Ryan menatap langit-langit kamarnya, matanya kosong, seolah tak mampu menampung beban perasaan yang begitu berat. Kejadian yang baru saja terjadi terus terputar dalam pikirannya, seakan tidak ada ruang untuk melupakan kata-kata yang terlontar begitu mudah oleh ayahnya, Aditya. Kata-kata yang seperti petir menyambar hatinya dan meninggalkan bekas luka yang mendalam.
"Kamu bukan anak saya!” Kalimat itu, yang tak akan pernah bisa dia lupakan, terus terngiang-ngiang di telinganya. Sakit rasanya, seperti ada yang robek di dalam dirinya. Aditya, pria yang selalu dia anggap sebagai sosok ayah, ternyata tidak pernah melihatnya sebagai anak, bahkan menganggapnya asing.
"Seburuk itu kah gua?" Gumam Ryan dengan suara pelan, pertanyaan itu bergulir begitu saja di benaknya, seolah tak ada jawaban yang memadai. Hati Ryan terasa kosong dan perih, berusaha menerima kenyataan yang begitu pahit.
Namun, keheningan yang menyesakkan itu tiba-tiba terpecah. Pintu kamar terbuka pelan dan Ryan segera mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Tubuhnya bergerak, berbaring terlentang, mencoba menutupi perasaan yang tak ingin terlihat.
Reza muncul di ambang pintu, wajahnya serius namun terlihat ada kecemasan yang terpancar dari matanya. Tanpa berkata apa-apa, Reza masuk dan duduk di sudut kasur Ryan, seperti sudah terbiasa dengan suasana yang tegang ini.
"Ngapain lo?" Tanya Ryan dengan nada datar, berusaha menyembunyikan semua rasa yang menguasai dirinya.
"Hari ini apa yang terjadi sama Bunda dan Ayah? Gua udah coba cari-cari ke kamar bunda, ketuk pintunya juga gak dibuka. Gua kira ada apa-apa," Tanya Reza, suaranya penuh keingintahuan.
Ryan hanya menggelengkan kepalanya, berusaha menutupi kenyataan. "Gak ada apa-apa, bunda lagi gak mood kali," Jawab Ryan dengan bohong, berusaha menjaga semuanya tetap tenang meski perasaannya bergejolak.
Reza mengerutkan keningnya, tidak percaya begitu saja. "Lo bohong, kan?" Tuduh Reza.
"Gua beneran," Ryan menjawab. Tapi, matanya tidak menatap Reza, seolah takut jika emosinya bocor.
"Ryan, gua abang lo. Lo harus jujur sama gua, apa yang terjadi sama Bunda dan, Ayah?" Reza menekan, jelas terdengar keprihatinannya.
Ryan menarik napas panjang dan sebuah pertanyaan terlepas dari bibirnya. “Gua seburuk itu, bang?”
Reza terdiam, tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Ryan. "Maksud lo?"
Ryan tersenyum pahit, senyum yang tidak pernah sampai ke mata. "Gua benci sama lo, gua iri sama lo. Lo selalu dapet perhatian dari ayah, sementara gua? Dari kecil gak pernah dapat kasih sayang, yang ada malah dioper ke Bandung," Ucap Ryan dengan nada yang penuh kekecewaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA [ Sudah Terbit ]
Dla nastolatków𝐒𝐄𝐐𝐔𝐄𝐋 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐃𝐎𝐒𝐄𝐍𝐊𝐔 𝐌𝐀𝐍𝐓𝐀𝐍𝐊𝐔 [ BUDAYAKAN FOLLOW DULU AKUN SEBELUM MEMBACA! ] ⚠️ Welcome to Toxic Relationship ⚠️ Tentang perjuangan dan penyesalan. Ryan Mahardika Putra. Laki-laki dengan kepribadian yang tidak bisa ditebak...
![RASYA [ Sudah Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/314990325-64-k771870.jpg)