Jeno masih merajuk sebab sikap Jaemin yang sama sekali tidak mempedulikannya. Oleh karena itu, ia melakukan aktifitasnya seperti biasa tanpa mempedulikan Jaemin yang tidak keluar dari kamarnya selama dua hari. Tapi pada hari ketiga, Jeno mulai merasa khawatir. Pemuda Leo itu benar-benar mendekam selama 3 hari tanpa makan maupun buang air. Piring tidak pernah ada yang kotor, gayung yang sengaja Jeno letakkan dipinggir masih tidak tergerak sama sekali, tidak pernah ada suara saat tengah malam, dan jendela dan pintu yang ia kunci masih sama seperti sebelumnya, Jaemin juga tidak pernah datang padanya untuk meminta kunci yang ia sembunyikan. Jeno jadi panik sendiri. Apa Jaemin berniat ingin mengakhiri hidupnya di dalam sana?
Tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti sebelumnya, siang itu Jeno bergegas mengambil kunci cadangan yang ada di gudang dan membuka kamar Jaemin menggunakan itu.
Ia langsung bisa bernafas lega saat melihat pemuda yang ada di pikirannya akhir-akhir ini sedang tertidur pulas di ranjangnya. Jeno mendekat dan berniat untuk membangunkan Jaemin, namun ia mengurungkan niatnya untuk melakukan itu.
Jeno mendudukkan dirinya di atas ubin lantai di samping ranjang milik yang lebih muda, kemudian ia meraih tangan Jaemin dan dikecupnya lembut keseluruhan tangan itu dalam waktu yang lama. Jeno membawa tangan lemas itu untuk membelai wajahnya seraya tersenyum.
Ia menyukai, mencintai Jaemin.
Ia mulai menyadari perasaannya saat tahun pertama di bangku sekolah menengah atas. Ia sudah bertekad ingin menyatakan perasaannya pada Jaemin, namun entah apa sebabnya Jaemin tiba-tiba menjauhinya bahkan ikut menjahili-nya seperti teman-teman kelas yang lain. Tak lama kemudian pula, Jeno menemukan fakta bahwa pujaan hatinya berpacaran dengan sang kakak. Dunianya serasa bergoncang keras, tapi disinilah dia pada akhirnya. Di sebuah pondok di tengah hutan, berdua dengan Jaemin. Hal yang dari dulu sudah Jeno impikan.
Mengingat itu, Jeno menjadi gemas sendiri dan memutuskan untuk menciumi seluruh wajah Jaemin. Tindakan itu dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh Jeno hingga membuat Jaemin tidak terusik sama sekali. Kemudian Jeno dengan beringas menyibak selimut yang menutupi tubuh Jaemin yang masih telanjang sama seperti terakhir kali ia lihat lalu menciumi seluruh badan pemuda yang sedang tertidur itu tanpa meninggalkan bekas.
Dari wajah Jaemin hingga sampai ke jari-jari kakinya, Jeno membutuhkan waktu yang lama tetapi ia sangat menikmatinya. Tanpa rasa jijik juga, Jeno menjilati kaki-kaki Jaemin kemudian menyempatkan diri untuk mengecup kemaluan Jaemin berkali-kali hingga akhirnya ia melanjutkan aksinya untuk menjilati dada Jaemin, meski ia sedikit kesal karena tidak boleh menjilat bagian muka agar Jaemin tidak curiga.
Lama kemudian, Jeno mengakhiri perbuatan asusila-nya dengan kecupan lama di kening dan bibir pujaan hatinya.
Bibir Jeno membentuk senyum lebar menyeramkan saat ini. Masih dengan wajahnya yang tersenyum mengerikan itu, tangannya terulur untuk menyelimuti tubuh Jaemin dengan selimut tadi. Setelahnya, Jeno melangkah keluar dari kamar dan mengunci pintunya seolah tidak pernah terjadi apapun.
─
Jaemin mengerjapkan matanya dan menatap langit-langit kamarnya dengan sendu. Ia terbangun beberapa menit yang lalu, namun rasanya semua ini masih seperti mimpi. Ditinggalkan Mark, di tempat seperti ini. Dia? Ditinggalkan Mark? Benarkah? Mark meninggalkannya disini? Mark meninggalkannya bersama Jeno?
Ia mengusap kasar air mata yang meleleh dengan sendirinya saat ia sadari. Tidak, dia tidak boleh bersedih seperti ini. Memangnya apa yang bisa ia lakukan kalau ia bersedih? Mark sepertinya tidak akan kembali kesini. Dia yang akan mendatangi Mark dan memarahi pria itu sambil memukulnya hingga babak belur.
Jaemin ingin pulang dan menceritakan semua hal ini kepada kedua orangtua-nya. Tentang betapa menyebalkannya Mark yang telah memperlakukannya seperti ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cottage (Nomin)
FanfictionBerpacaran selama setengah tahun dengan Mark, Jaemin hanya tidak menyangka bahwa Mark akan tega membuangnya ke sebuah pondok di tengah hutan bersama Jeno yang merupakan adik kandungnya. ⚠️: mengandung kata-kata kasar, adegan yang tidak diperuntukkan...