BAB 12

6.8K 186 7
                                        

Vote sebelum baca!!

•Happy Reading•





Ni-ki mengunci tubuh Hanni dibawahnya,Hanni sangat terkejut,ia sangat kaget ketika Ni-ki menindih pahanya. Hanni mencoba melawan untuk melepaskan diri.

"Hei! jangan melawan lagi"

ucap Ni-ki pada Hanni yang berusaha melepaskan diri.

Hanni memandangi wajah Niki dengan sedikit ketakutan apa selanjutnya yang akan dilakukan oleh Ni-ki.

Ni-ki menunduk membisikkan sesuatu pada telinga Hanni.

"Bukankah kau barusan bilang akan membiarkanku menyiksamu dengan cara apapun?"

disiksa berarti dihajar kan? bukan di XX!

"Hei kau sebaiknya berhenti bergerak atau aku benar-benar tidak bisa menahan diriku!" Ucap Ni-ki penuh penekanan.

Astaga.

Ni-ki menarik nafas dalam-dalam,menutup matanya mendekatkan wajahnya pada wajah Hanni lalu menempelkan dahinya pada dahi Hanni. Hanni mulai menangis,di dalam hatinya ia sangat ketakutan. Apa selanjutnya yang akan dilakukan oleh Ni-ki padanya?

tiba-tiba Ni-ki menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Hanni, lalu memeluknya erat. Tubuhnya separuh menindih tubuh Hanni membuat Hanni terdiam.

Hanni berusaha untuk melepaskan diri. Ia tidak bisa bergerak karena Ni-ki memeluknya sangat erat. Ni-ki menyandarkan wajahnya di leher Hanni.Hanni mulai ketakutan dan mulai meneteskan air matanya. Lalu kemudian ia menangis.

"Hahahaha, Oke berhenti menangis aku tidak akan menyentuhmu"ucap Ni-ki pelan.

"Sungguh?"ucap Hanni dengan mata memohon.

"Sungguh Apa?"tanya Ni-ki balik sembari memandang mata Hanni.

"Tidak...tidak... tidak akan melakukan itu?"

Ni-ki menghembuskan nafas gusar,ia bangun dari tidurnya yang semula menindih Hanni. Lalu diikuti Hanni beranjak duduk dari tidurnya.

Kini mereka bertatap-tatapan.

"Kamu berakting bodoh untuk menggodaku kan?"tanya Ni-ki mengejek Hanni.

Hanni sangat terkejut.

"Tentu saja tidak!"ucap Hani sembari mengangkat ke-3 jarinya meyakinkan ucapannya.

"Aku bersumpah atau aku akan disambar petir jika aku berbohong"ucap Hanni serius.

Ni-ki menatap lekat mata Hanni cukup lama.

Hanni POV.

Malam itu aku dipaksa untuk menghubungi ayahku.

Aku berbohong padanya mengatakan bahwa itu semua hanya lelucon.

Hanya karena baru-baru ini aku stress jadi aku bercanda seperti itu tentu saja dia marah dan menutup teleponku.

Bullying ends in love/NISHIMURA RIKI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang