Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

35. Zhang Xuan Yi vs Zhang Xuen Chi

148 10 2
                                        

Zhang Xuan Yi, Wang Xia Ai, dan Wang Chu Mei, terlihat sangat akrab. Mereka berbincang dan sesekali menggoda anak kecil itu yang kini semakin merona dan tersipu.

"Kakak perempuan, ayo kita jalan-jalan. Aku ingin menunjukkan semua hal yang ada di istana ini," ujarnya riang. Ia ingin memamerkan kedekatannya pada orang-orang.

"Ide yang bagus, baiklah adik kecil. Kakak perempuan akan menggendong mu, apa kau mau?" tanya Wang Xia Ai, ia ingin sekali menggendong bocah kecil ini.

Mata Zhang Xuan Yi berbinar-binar, kemudian mengangguk. Wang Xia Ai yang mendapat persetujuan pun langsung menggendong Zhang Xuan Yi di punggungnya.

Mereka bertiga keluar dari Kediaman Mawar dan menuju taman utama istana, tempat di mana Zhang Xuan Yi mengatakan akan menunjukkan bunga-bunga yang bagus di sana.

Di tengah perjalanan menuju taman utama, mereka mendadak bertemu Zhang Xuen Chi yang hendak menuju Kediaman Mawar, tapi ia malah melihat Xia Ai nya menggendong Zhang Xuan Yi.

Anak itu pasti meminta Wang Xia Ai menggendong nya! Bagaimana kalau dia kelelahan?

"Salam, Yang Mulia Putra Mahkota." Mereka bertiga menundukkan kepala memberikan hormat.

"Xuan Yi! Apa yang kau lakukan di punggung Putri Xia Ai? Cepat turun!" Pria itu memerintahkan Zhang Xuan Yi untuk turun dari punggung Xia Ai. Namun, siapa sangka anak itu malah semakin mengeratkan pegangannya di pundak gadisnya.

"Sudahlah Xuen, pangeran ketujuh tidak berat. Aku senang menggendongnya," kata Wang Xia Ai saat mengetahui akan ada perdebatan di antara dua bersaudara ini.

"Apa kau mendengarnya, Yang Mulia? Lagipula Putri Xia Ai akan menjadi kakak ipar ku. Apa salahnya aku bermanja-manja dengannya? Benar kan, kakak perempuan?" ujar Zhang Xuan Yi sambil mendusel-dusel di punggung wangi gadis cantik tersebut.

"Iya, kau benar." Ia tersenyum manis.

Zhang Xuen Chi sudah tak tahan kala melihat adiknya yang bermanja-manja pada Wang Xia Ai, ia langsung berjalan ke arah belakang anak itu dan menarik paksa tubuh kecilnya, tapi di luar dugaan, dia justru semakin mengencangkan pegangannya di pundak Wang Xia Ai.

Apa-apaan kakaknya ini! Wangi kakak perempuannya sangat harum, tapi dia malah menariknya! Dasar kejam!

"Lepaskan Xia'er, anak nakal!" Pria itu terus menarik tubuh kecil Zhang Xuan Yi yang memegang kuat pundak calon istrinya.

"Tidakk!! Apa yang kau lakukan, Kakak! Wangi tubuh calon istrimu ini sangat harum, aku menyukainya!" teriak Zhang Xuan Yi dan semakin menempel pada Wang Xia Ai.

Ucapan Zhang Xuan Yi sontak membuat Zhang Xuen Chi membelalakkan matanya terkejut. Anak ini mencari kesempatan di dalam kesempitan! Ia saja belum pernah mengendus-endus wangi tubuh Xia Ai, tapi anak ini sudah mendahuluinya! Namun, ucapan Zhang Xuan Yi bagai angin lalu. Tangan pria itu semakin menarik tubuh kecil Zhang Xuan Yi yang memberontak.

Wang Chu Mei yang melihat perkelahian antar kakak adik itu pun memisahkan mereka berdua, atau kakaknya akan semakin pusing.

"Apa yang kalian lakukan, hah?! Seperti anak-anak saja!"

"Dan kau kakak ipar, biarkan saja Zhang Xuan Yi berada di gendongan kakak ku. Dia hanya seorang anak kecil, bukan pria dewasa yang akan merebut calon istrimu," katanya dengan kesal.

Zhang Xuan Yi yang dibela pun tersenyum, dia menjulurkan lidahnya mengejek. Kepalanya bersandar di punggung Wang Xia Ai dan menikmati wangi yang memasuki hidungnya. Zhang Xuen Chi yang tidak memiliki kesempatan pun menghela nafas berat.

"Xia'er, turunkan Xuan Yi."

"Tap..."

"Turunkan!" kata Zhang Xuen Chi penuh penekanan.

Dengan terpaksa gadis itu menurunkan Zhang Xuan Yi dari punggungnya.

"Adik kecil, kau berjalan saja ya. Kakak perempuan akan menggendongmu lain kali," ujarnya sambil tersenyum manis, kemudian mengusap lembut kepala anak tersebut.

Zhang Xuan Yi yang diturunkan pun merasa sangat kesal, tapi tidak apa, lain kali ia akan mengunjungi kakak perempuan nya dan tidur di pangkuannya. Bukankah itu sangat menyenangkan?

"Kalian akan ke mana?" tanya Zang Xuen Chi penasaran.

"Kami akan ke..."

"Kau, Yang Mulia, tidak perlu tahu kami akan kemana. Ini urusan ku dengan dua kakak perempuan ku yang cantik ini," potong Zhang Xuan Yi sambil memeluk tangan kedua gadis itu dengan sayang.

Zhang Xuen Chi mengerutkan alisnya kesal. Anak ini mencoba mencari kesempatan untuk terus bisa bersama Xia Ai dan Chu Mei.

"Tentu aku harus tahu, aku akan menjadi suami kakak perempuan mu itu. Dan kau hanya anak kecil pengganggu," balas pria tampan itu amat pedas.

Zhang Xuan Yi yang dikatakan pengganggu pun tersulut emosi, kemudian maju dan mengeluarkan kekuatan nya yang hanya berada di ranah Dasar, lalu menyerang kaki Zhang Xuen Chi yang hanya menatapnya dengan malas tanpa minat.

"Hiah-hiah!"

Dia mengerahkan seluruh kekuatan nya, tapi itu malahan hanya menjadi angin lalu bagi Zhang Xuen Chi yang jelas berada di ranah Surgawi.

Zhang Xuen Chi menarik kerah belakang hanfu Zhang Xuan Yi dan mengangkat nya di udara. Anak ini sangat merepotkan.

"Kekuatan kecil mu tidak ada apa-apa nya bagiku, anak lemah." Ia terus mengolok-olok Zhang Xuan Yi yang masih memberontak.

"Siapa yang kau sebut lemah?!" teriak Zhang Xuan Yi nyaring di depan wajah pria itu.

"Kau, siapa lagi? Mulutmu sangat bau. Apa kau baru saja memakan bangkai?" ucap Zhang Xuen Chi tanpa dosa.

Zhang Xuan Yi yang disebut memakan bangkai seketika mematung di udara. Harga dirinya sudah hancur di depan ke dua kakak perempuan nya.

"Kau sangat tidak sopan. Hormati orang yang memiliki status lebih tinggi darimu. Jangan memanggilku dengan sebutan 'Kakak' kita bukan saudara kandung," ucap pria itu dengan wajah serius. Membuat Wang Xia Ai sedikit khawatir akan perasaan Zhang Xuan Yi.

Gadis itu mendekati Zhang Xuen Chi dan menyentuh bahunya. Ia menatap lekat wajah pria itu dengan mata sayu.

"Xuen, apakah kau tidak terlalu kasar pada pangeran ketujuh? Dia masih terlalu kecil untuk mengerti apa arti status," katanya.

Pria itu menurunkan Zhang Xuan Yi, kemudian beralih menatap gadisnya.

"Biarkan saja. Justru karena dia adalah seorang pangeran, dia harus mengetahui apa status orang tersebut. Dia harus bisa berbicara dengan sopan," ucap Zhang Xuen Chi dengan tegas.

"Tapi, bukankah dia juga adikmu? Anak dari ayahmu," kata Wang Xia Ai.

"Anak dari selir ayahku, tidak lahir dari rahim seorang permaisuri. Dia tetap saja bukan pangeran sah, status mereka jauh lebih rendah daripada kita yang seorang keturunan sah dari kaisar dan permaisuri."

Salah satu selir yang ingin lewat tiba-tiba langsung bersembunyi di balik tembok saat mendengarkan ucapan Zhang Xuen Chi. Wanita itu mengepalkan tangannya erat.

'Beraninya kau merendahkan posisi kami para selir! Awas saja, aku akan melihat, sampai mana dagumu berada di atas!' batin selir itu geram. Lalu pergi dari sana dengan langkah marah.

Gadis itu sedikit murung.

"Baiklah," ujar Wang Xia Ai.

"Tidak apa, kakak perempuan. Aku seharusnya berkata sopan pada Putra Mahkota. Bagaimanapun, dia adalah calon kaisar dimasa depan," kata anak laki-laki itu.

 Triplets Princesses (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang