Di tengah rasa kebanggaan Kaisar Zhang akan kehebatan Wang Xia Ai. Di sisi lain Zhang Bai Nian yang berada di samping ibunya justru merasa geram. Ia kesal saat melihat aksi gadis itu tadi.
Selir Rong Chen yang merasakan hawa kemarahan dari putrinya pun menoleh pada Zhang Bai Nian yang mengerutkan alis penuh kemarahan. Tangan wanita itu menyelinap di antara kursi dan mencubit tangan gadis tersebut dengan keras hingga dia meringis.
"Awwhh.. Ibu apa yang kau lakukan!" bisik gadis itu penuh tekanan.
"Ibu harap kau tidak melakukan hal gila yang akan merugikanmu atau posisi Ibu!" balas Selir tong Chen berbisik.
"Tapi, Bu! Anak buangan itu menjadi pusat perhatian! Ini tidak bisa dibiarkan!!" ucap Zang Bai Nian geram, dan tanpa aba-aba langsung berdiri tanpa membiarkan ibunya mencegahnya.
Selir Rong Chen yang melihat putrinya akan bertingkah pun menjadi campur aduk, antara panik, gusar, dan marah. Ia benar-benar tidak tahu dari mana putrinya mendapatkan keberanian yang sangat besar. Ia hanya bisa duduk diam dan pasrah.
Merasa sudah tidak tahan, Zhang Bai Nian lantas berdiri dan berteriak lantang dari tempat duduk jajaran putri kaisar.
"AKU! PUTRI KETIGA, ZHANG BAI NIAN. MENANTANG PUTRI KEDUA WANG UNTUK BERTARUNG DI PERTUNJUKAN BAKAT!!"
Saat suara keras Zhang Bai Nian jatuh, para tamu segera mengalihkan pengelihatan mereka pada seorang gadis di sisi kanan sana yang tengah berdiri dengan angkuh. Ia menatap nyalang ke arah Wang Chu Mei yang sedang asik duduk memakan kue di atas meja hidangan.
"Uhuk!"
Wang Chu Mei yang merasa disebut seketika tersedak kue kering, kemudian ia menoleh pada Zhang Bai Nian dengan tatapan marah.
"Sialan! Anak selir itu tidak ada bosannya mencari masalah denganku!" kata Wang Chu Mei geram. Ia berdiri dan merapikan gaun merah muda yang ia kenakan dengan anggun. Huh! Padahal ia sama sekali tidak tertarik dengan acara pamer bakat ini, tapi anak labi-labi itu malah menantangnya!
Dengan perasaan lesu bercampur jengkel, gadis cantik yang mengenakan hanfu berwarna merah muda itu mengeluarkan Pedang Api Neraka Legendaris, lalu menyeretnya bagai barang tak berguna dan berjalan gontai ke arah panggung tanpa perasaan minat sedikitpun.
"Mari kita lihat apa kau masih bisa berteriak padaku setelah merasakan kekuatan pedang ini!"
Apa-apaan anak selir itu! Ia harusnya sedang menikmati kue-kue lezat! Dasar pengganggu!
Setelah sampai di atas panggung. Wang Chu Mei berdiri sambil bertumpu pada pedang nya sebagai tongkat, ia menguap bosan. Merasa sedikit risih berada di tengah-tengah kerumunan orang yang sama sekali tidak dikenalnya, apalagi menjadi pusat perhatian, sama sekali bukan gaya nya.
Para tamu yang melihat cara putri kedua Wang yang dengan santainya menyeret dan menjadikan pedang yang sangat berharga itu sebagai tongkat pun mematung terdiam di tempat, tak percaya bisa melihat dua pedang legendaris ada di satu tempat.
Di sisi lain, Zhang Bai Nian bahkan hampir mengeluarkan bola matanya karena terkejut setengah mati. Otaknya panik dan isi hatinya menggerutu kesal karena ini sama sekali di luar perkiraan nya.
Apa-apaan kedua saudara ini?! Katanya tidak berguna, tapi lihatlah, mereka bahkan memiliki pedang terkuat di bumi!
Wang Chu Mei dengan malas menatap semua orang yang terdiam melihatnya.
"Hei kau, cepatlah! Aku sudah berdiri di sini. Kau sudah menggangguku makan tadi! Cepat selesaikan ini dan biarkan aku melanjutkan acara makan ku yang tertunda!!" teriaknya keras. Anak selir ini terlalu berani, dan sekarang dia bahkan tidak bergerak dari tempatnya! Orang macam apa dia ini?!
Zhang Bai Nian yang mendengar suara keras gadis cantik tersebut langsung tersadar dari keterkejutan, lalu berjalan ke arah panggung dengan pedang biasa yang ia ambil dari salah satu pengawal. Ia menelan ludahnya kasar. Apa yang telah ia lakukan?! Kalau ia sampai kalah, maka hancur sudah harga dirinya, tapi kemungkinan untuk menang sangat mustahil saat ini.
Kaisar dan Permaisuri Zhang menatap selir Rong Chen dengan tatapan marah. Apa dia tidak bisa mendidik anaknya dengan benar?! Bahkan putrinya itu sudah membuat keributan, kalau dia kalah pertarungan, maka nama Kekaisaran Zhang pasti akan menjadi buruk!
Selir Rong Chen yang merasa ditatap tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya mampu menunduk sambil mengutuk putrinya yang bodoh. Jika putrinya tidak segera berubah, maka ia bisa saja kehilangan posisi Selir Agung.
Wang Chu Mei yang melihat cara berjalan Zhang Bai Nian yang sangat lamban semakin emosi. Dia ini niat bertarung atau tidak?!
"Hei! Cepatlah sedikit, seperti siput saja!" bentak Wang Chu Mei kesal. Ia menghentak-hentakkan pedang nya ke lantai dengan keras dan menyebabkan guncangan gempa yang menggetarkan seluruh aula.
Tanpa sadar, Zhang Bai Nian yang mendengar bentakan Wang Chu Mei segera mempercepat langkahnya. Setelah sampai di panggung, gadis itu hanya diam sambil sesekali melirik Pedang Api Neraka yang memang terlihat berkilau, tetapi sangat panas dan penuh energi kuat.
Para tamu, termasuk Kaisar dan Permaisuri Wang/Zhang pun menjadi tertarik pada pertarungan kali ini. Jika bisa berkata jujur, dari sisi manapun pertarungan ini sama sekali tidak seimbang, tapi mereka jelas bisa menebak siapa yang akan kalah nantinya.
Berbeda dengan Wang Xia Ai yang justru tersenyum geli sambil menahan tawa kala melihat kekesalan sang adik. Sepertinya dia akan menang dengan sangat mudah.
Kaisar dan Permaisuri Wang sangat bersemangat untuk melihat putrinya yang memiliki pedang legendaris, mereka bangga.
"Apa yang kau lihat? Cepat serang aku sesukamu."
"kalau bisa~" Wang Chu Mei berucap santai, kemudian ia sedikit berbisik pada Zhang Bai Nian dan memancing emosi nya yang sangat mudah dikeluarkan itu.
Benar saja, Zhang Bai Nian sontak marah setelah mendengar bahwa anak buangan di hadapannya ini berani merendahkannya. Ia menyerang Wang Chu Mei dengan brutal membabi-buta dengan berbagai elemen dan kekuatannya yang tentu saja tidak seberapa itu.
Di sisi lain Wang Chu Mei hanya menangkis serangan gadis tersebut secara santai tanpa mengeluarkan kekuatannya, ini seperti melawan anak-anak.
"Hei? Pertarungan macam apa ini? Sangat membosankan dan tidak sebanding," katanya yang semakin menyulut emosi lawan.
Lagi-lagi para tamu dibuat takjub dengan kekuatan kedua putri yang diacuhkan itu. Mereka membicarakan Kaisar dan Permaisuri Wang yang tidak bisa mengenali anaknya sendiri dan malah membesarkan anak yang katanya sangat kuat itu.
Wang Chu Mei menguap ditengah serangan brutal Zhang Bai Nian. Ia sangat bosan kalau hanya begini terus, ia kira anak ini sangat kuat, sia-sia saja mengeluarkan pedang hebatnya hanya untuk melawan labi-labi ini.
"Hoamm..." Gadis itu membuka mulutnya lebar. Ia sangat mengantuk.
"Hanya begini saja? Ckckck.. lain kali jangan mulutmu, anak manis. Kita akhiri saja pertarungan membosankan ini, ya? Kau sama sekali bukan lawanku," ucap Wang Chu Mei dengan nada mengejek dan tatapan malas.
Bosan terus menangkis, ia akhirnya bergerak menyerang serangan Zhang Bai Nian dan membuatnya semakin terpojokkan serta kewalahan. Wang Chu Mei yang melihat lawan nya sudah kewalahan langsung berputar dan menebas pedang biasa gadis itu hingga hancur berkeping-keping berserakan di lantai.
Dengan satu kali hentakan, ia menjatuhkan Zhang Bai Nian dan mengunci pergerakannya dengan pedang di leher yang siap menggoresnya jika dia bergerak sedikit saja.
Semua orang menahan napas mereka ketika melihat serangan balasan Wang Chu Mei yang sangat menakjubkan, tentu tak luput dari mata Zhang Jinxu. Tatapannya... berbeda.
Wang Chu Mei menatap Zhang Bai Nian yang saat ini tidak bisa berkutik di bawah kakinya.
"Kau kalah," katanya sambil tersenyum miring. Sesaat kemudian para tamu sadar dan segera bertepuk tangan meriah, begitupun kaisar dan permaisuri.
Wang Chu Mei berjalan meninggalkan Zhang Bai Nian yang terkapar di lantai sambil menatap kakaknya yang duduk di singgasana, lalu mengedipkan matanya memberi kode pada Wang Xia Ai dan dibalas tawa olehnya sambil memberikan dua jempol.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses (TAMAT)
Fantasi'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
