Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

65. Rencana Wang Xia Ai

107 8 0
                                        

Li Xiao Rou berlari sekuat tenaga menaiki sepuluh anak tangga untuk mencapai tempat duduk Wang Xia Ai dan meminta pengampunan atas kesalahannya.

Setelah sampai, dia langsung memeluk kaki Wang Xia Ai erat-erat sambil menangis pilu.

Namun, tentu saja wanita cantik itu tidak merasa tersentuh sedikitpun dengan tangisannya, tapi karena ia harus menjaga citranya, ia tidak boleh terlalu kejam pada gadis ini.

"Ampuni hamba yang rendah ini, Yang Mulia Putri Mahkota. Hamba benar-benar tidak tahu jika Anda adalah anggota keluarga kekaisaran."

Li Xiao Rou menangis meraung-raung, berharap bahwa Wang Xia Ai mau berbaik hati untuk tidak menghukumnya.

"Jangan seperti itu Li Xiao Rou, bangunlah," ujar Wang Xia Ai lembut, kemudian berdiri, ia memegang pundak Li Xiao Rou untuk membantunya berdiri.

Li Xiao Rou yang diperlakukan seperti itu merasa sangat senang. Namun, tanpa terduga, Wang Xia Ai justru bergerak dan melepaskan kalung nya.

"Ini, ambilah perhiasan ini. Bukankah kau sangat menginginkannya tadi? Bengong hanyalah wanita rendah dan tidak pantas memakainya." Ia melepas perhiasan nya dan menyerahkan pada Li Xiao Rou dengan wajah setenang air.

Kaisar dan permaisuri dibuat bingung sekaligus sedih, karena mereka tahu bahwa menantu mereka sangatlah lembut dan baik hati. Para menteri dan kasim menahan napas mereka saat itu juga.

Terkejut? Ya, tentu saja!

Mereka melihat reaksi Wang Xia Ai yang menyerahkan perhiasan nya dengan wajah tenang. Mereka tahu apa maksud Putri Mahkota melakukan hal tersebut.

Li Xiao Rou menolak perhiasan tersebut dengan panik. Dia menggeleng.

"Ti-tidak, Yang Mulia, Anda adalah Wanita Kehormatan Kekaisaran Zhang, ba-gaimana bisa disebut wanita rendah." Li Xiao Rou berusaha berbicara sopan, sebab saat ini posisinya sangat tidak menguntungkan.

Wang Xia Ai mengangkat sebelah alisnya bingung.

"Mengapa berbeda? Bengong masih mengingat kalau kau mengatakan hal yang berbanding terbalik beberapa menit lalu? Jadi, jika bukan seorang bangsawan, apa begitu caramu bersikap pada rakyat? Apa ayahmu tidak mendidikmu dengan benar sehingga begitu sombong?"

Secara tidak langsung Wang Xia Ai semakin menyudutkan Li Xiao Rou yang gelagapan. Terlebih lagi ia juga menyeret nama Perdana Menteri Li.

Li Xiao Rou kembali bersujud memegang kaki Wang Xia Ai. Ia yang sudah menduga akan reaksi Li Xiao Rou tiba-tiba berpura-pura kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari tangga. Kepalanya terbentur mengenai pilar dan terluka. Tentu saja itu hanyalah tipuan, terasa sakit, akan tetapi tetap aman untuknya.

"PUTRI MAHKOTA!!"

Seisi aula membelalakkan mata mereka terkejut bukan main ketika Putri Mahkota yang dikabarkan sedang mengandung, kini terjatuh dari atas tangga karena ulah Li Xiao Rou.

"Xuen..." Wang Xia Ai berucap lirih dengan mata setengah tertutup, kemudian tak sadarkan diri total dengan banyak darah yang mengalir dari kepalanya. Tenang saja, ia sudah memasang pelindung pada perutnya.

"Xia'er...!"

Zhang Xuen Chi langsung berlari menghampiri istrinya dan menggendongnya menuju kediaman, ia berteriak keras memanggil tabib untuk segera menyelamatkan istri dan bayinya.

"LANCANG!!"

Suara Permaisuri Liu Ning menggema keras di ruangan itu, menambah ketegangan pada situasi yang sudah panas. Wajah wanita itu terlihat memerah dengan mata mendelik tajam.

 Triplets Princesses (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang