Setelah selesai mengunjungi menantunya. Kaisar Zhang langsung menuju ruang kerjanya dan diikuti oleh selir Rong Chen yang berjalan di belakang dengan keringat dingin membasahi dahinya. Dia terus saja berpikir yang tidak-tidak tentang apa yang akan terjadi ke depannya. Ini sangat buruk.
Sesampainya di ruangan, Kaisar Zhang langsung duduk di kursi tempat biasa ia mengerjakan tugas, sementara selir Rong Chen berdiri di hadapan Kaisar Zhang sambil menunduk, hal itu semakin membuat sang kaisar marah.
BRAKK!!
Selir Rong Chen terlonjak kaget akibat suara gebrakan meja, nyalinya semakin menciut.
"Apa kau tahu kenapa Zen memanggilmu ke sini, SELIR AGUNG?!"
Kaisar Zhang sengaja menekan kata 'Selir Agung' agar selirnya sadar akan posisinya yang terancam.
"Ya, saya tahu, Yang Mulia." Selir Rong Chen mengangguk pelan tanpa berani menatap lawan bicaranya karena hawa di ruangan yang sangat tidak enak penuh intimidasi.
"Nampaknya putrimu itu tidak jera juga setelah Zen hukum cambuk dan kurungan."
"Apa perlu Zen mencabut gelar mu?" sambung Kaisar Zhang dengan tatapan dingin menusuk, ia memandang wanita itu yang kini terkejut bukan main ketika mendengar ancaman tersebut.
Selir Rong Chen seketika berlutut di lantai memohon pengampunan agar posisi yang selama ini ia jaga tidak dicabut begitu saja karena kesalahan putri sialannya itu.
"Selir ini mohon jangan lakukan itu, Yang Mulia, hamba berjanji akan mendidik putri ketiga dengan benar." Dengan deraian air mata Rong Chen ketika berlutut di hadapan Kaisar Zang terlihat sangat memilukan, berharap bahwa dia mungkin akan berubah pikiran.
Kaisar Zhang diam, muak mendengar ucapan selir ini yang selalu saja mengulai perkataannya.
Kata-kata itu sudah terlontar dari mulut selirnya beberapa minggu lalu, ketika putrinya membuat Kaisar Wang marah besar sebab telah berani menghina putrinya di hadapan banyak orang. Sangat kurang ajar!
"Kau sudah mengulangi ucapan mu minggu lalu, ketika putrimu menghina putri kedua di hadapan semua orang, dan nyaris membuat Kaisar Wang meratakan kekaisaran ini."
Selir Rong Chen diam seribu bahasa. Ia tidak mempunyai kata-kata lagi untuk mengelak.
"Zen sudah memberi kesempatan padamu, Selir Agung, akan tetapi sepertinya kau tidak pernah mau mendengar, kau tidak kunjung mendidik putrimu agar setidaknya dia bisa menjaga mulutnya. Etika nya sangat buruk untuk ukuran seorang bangsawan kekaisaran."
Kata-kata halus namun menusuk di ucapkan Kaisar Zhang pada selir Rong Chen, agar dia mengerti dan tidak meremehkan sebuah posisi yang dia berikan padanya bertahun-tahun lalu. Ini bukan hanya sekedar posisi, tapi sebuah peringatan besar.
"Hamba mohon, Yang Mulia, kali ini hamba akan mendidik putri hamba dengan benar. Mohon jangan cabut gelar selir ini, Yang Mulia."
Selir Rong Chen benar-benar sudah kehilangan harga diri. Tidak bisanya ia memohon-mohon sampai seperti ini, menjatuhkan martabat hanya demi sebuah kedudukan. Ia akan memberi pelajaran pada putrinya itu agar dia tidak lagi mengusik Wang Xia Ai. Apalagi Wang Xia Ai yang sedang mengandung saat ini, dan membuat posisi wanita itu semakin kuat.
Kaisar Zhang menghembuskan nafas kasar. Baiklah, satu kesempatan saja. Ingatkan ia untuk mencabut posisi Selir Agung nya jika putrinya kembali berulah.
"Baiklah, hanya kali ini saja, ingat pesan ini! Jangan biarkan putrimu menyakiti Putri Mahkota yang tengah mengandung. Jika itu terjadi, maka Zen tidak akan segan-segan untuk mencabut gelar mu, dan mengasingkan putri ketiga ke hutan belantara untuk di beri hukuman!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses (TAMAT)
Fantasi'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
