Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

39. Sandiwara

132 8 0
                                        

Wang Mei Lan berjalan kembali ke kediaman sambil bersenandung riang, ia akan berfoya-foya dengan uang yang diberikan ayahnya.

"Haih, beginilah kalau menjadi putri kesayangan yang dimanjakan. Aku sampai bingung mau dikemanakan uang ini," katanya sambil melempar kantung koin dari tangan kanan ke tangan kiri berulang-ulang hingga ia masuk ke dalam kamarnya, dan melemparkan tubuhnya di ranjang empuk itu.

"Haa.. senang sekali hari ini. Toko pakaian mana yang harus ku kunjungi? Aih, sudahlah Mei Lan, kau punya banyak uang untuk semua keinginanmu, hahaha!" Ia berceloteh sendirian di tempat tidurnya. Namun, sesaat kemudian ia teringat sesuatu. Ia berbaring miring dengan tangan kanan menopang kepala.

"Tunggu dulu, aku harus membeli hadiah untuk si lemah itu. Apa hadiah yang cocok untuk hari pernikahan nya dan hari kematian nya?"

"Mungkin.. gaun beracun? Tidak-tidak, Itu terlalu terlihat! Bagaimana dengan pembunuh bayaran yang menyelinap di kamarnya usai acara? Aishh, itu terlalu berbahaya, kekaisaran mempunyai banyak pengawal. Aha! Benda bagus yang dilapisi racun paling mematikan lebih dari Lotus Hitam."

Begitulah rencana-rencana licik Wang Mei Lan masih memiliki dendam mendalam pada kembaran nya. Mau dihina oleh Zhang Xuen Chi bagaimanapun, ia masih saja tetap mencintainya dan justru semakin berambisi untuk mendapatkan hatinya.

"Pelayan!" Ia berteriak kencang.

Pelayan yang berjaga di pintu kediaman pun segera mendatangi putrinya dengan tergesa-gesa, takut bahwa hanya terlambat satu menit saja ia akan dipukuli.

"Hamba menghadap, Yang Mulia."

"Kau pergilah ke toko herbal dan beli racun yang paling berbahaya, lebih dari Lotus Hitam. Aku tidak peduli apa namanya dan berapa harganya, pokoknya cari saja yang sangat mematikan. Jika kau berhasil membelinya, akan ada hadiah besar yang menantimu," ujar Wang Mei Lan, lalu memberi pelayan itu beberapa koin emas.

Alasan nya memberikan hadiah pada pelayan ini jika berhasil adalah karena cukup sulit membeli racun berbahaya tanpa alasan yang jelas, juga sebab ia sangat malas untuk memikirkan alasan, biar dia saja yang berpikir.

Pelayan yang diberi tugas pun menerima uang tersebut dengan tengan gemetar.

"Dan satu lagi, pikirkan alasan yang masuk akal apapun itu. Ingat! Jangan sampai kau membawa namaku saat membelinya!" Wang Mei Lan menekan setiap kalimatnya, ia memegang dagu pelayan yang sudah gemetar itu dengan tatapan tajam.

"Ba-baik putri." Dia menjawab dan langsung pergi untuk membeli apa yang putri nya minta.

"Baiklah, urusanku sudah selesai. waktunya tidur siang." Kemudian ia menarik selimutnya dan tertidur dengan senyuman licik.

Di Kekaisaran Zhang...

Tampak Wang Chu Mei yang sedang mondar-mandir mencari kakaknya di Kediaman Mawar. Ini sudah kali ketiga ia keliling kediaman, tapi kakaknya tak kunjung terlihat dan itu membuatnya sangat cemas.

"Kak, kau dimana?" gumamnya putus asa. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kakaknya? Kakaknya terlalu baik dan polos untuk mengetahui niat buruk seseorang.

"Tidak-tidak Chu Mei, mungkin saja Kakak ada bersama kakak ipar. Baiklah, mari kita mencari!" ujarnya Chu Mei penuh tekad, berusaha menenangkan pikiran buruk yang sempat hinggap.

Gadis cantik yang mengenakan setelan hanfu pink itu terus berjalan mencari keberadaan Zhang Xuen Chi yang diduganya sedang ada bersama kakaknya. Hingga ia melihat orang yang sedang dicarinya sedang berbicara dengan beberapa orang pengawal.

"Salam, Yang Mulia Putra Mahkota."

Zhang Xuen Chi yang sedang berbicara pun berbalik dan agak kaget saat melihat keberadaan Wang Chu Mei.

 Triplets Princesses (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang