Zhang Jinxu sangat senang. Oh, astaga! Ia mendapatkan seorang teman. Demi apapun, ini menakjubkan!
"Tenang Jinxu, tenang. Aku akan memberitahukan pada Kakak. Dia pasti tidak akan percaya," gumamnya, ia akan memamerkan keberhasilannya mengajak Wang Chu Mei berteman.
Di sepanjang perjalanan menuju kediaman kakaknya, Kediaman Matahari. Pemuda itu berjalan riang dengan hati yang berbunga-bunga. Hingga sampai di pintu kediaman, kasim yang melihat Zhang Jinxu langsung mengumumkan kedatangan nya.
"PANGERAN KEDUA DATANG BERKUNJUNG!!"
Zhang Xuen Chi yang sedang memeriksa beberapa dokumen pun tidak heran dengan kedatangan adiknya. Pasti anak itu ingin memamerkan sesuatu atau benda yang tidak penting. Kalau tidak, untuk apa dia repot-repot mau datang menemuinya?
Zhang Jinxu langsung masuk menemui kakaknya yang selalu sibuk itu. Bukankah dia orang yang membosankan? Terasa sangat mustahil kalau si es batu ini jatuh cinta. Kakak iparnya memang hebat!
"Ada apa?"
Pria itu bertanya acuh tanpa melihat wajah adiknya.
"Apa kau tahu sesuatu?" tanya pemuda tersebut antusias, lalu menarik kursi dan duduk dihadapan Zhang Xuen Chi yang bahkan tidak mempedulikan nya.
"Tidak," jawab sang lawan bicara tanpa minat. Pria itu sibuk menandatangani setumpuk kertas yang sedang ia periksa.
"Pergilah jika itu tidak penting. Atau kau datang ke sini ingin membantuku?" Ia menatap singkat ke arah Zhang Jinxu.
"Tidak. Pekerjaan itu sangat membosankan. Mengurus setumpuk gulungan kertas, aku bisa gila." Pemuda itu menopang kepala menggunakan telapak tangannya dengan raut wajah malas.
Pria itu melirik sebentar kearah adiknya, lalu kembali fokus.
"Jangan seperti itu, kau juga seorang pangeran. Jika terjadi sesuatu padaku di masa depan, kau bisa menggantikanku menjadi kaisar," celetuk Zhang Xuen Chi tiba-tiba, membuat pemuda itu langsung menatapnya bingung.
"Apa maksudmu?" tanya Zjang Jinxu tak paham.
"Tidak ada. Lupakan saja."
Zhang Jinxu hanya mengangguk.
"Ck! Tidak bisakah kau menutup setumpuk kertas-kertas membosankan itu dan mendengarkanku bicara?" tanyanya kesal.
"Tidak."
"Kau sangat menyebalkan! Putri Xia Ai pasti sangat lelah berbicara dengan orang seperti mu!" ucap Zhang Jinxu yang tanpa sadar akan memulai perdebatan lagi.
Zhang Xuen Chi menutup kertasnya, lalu menatap wajah adiknya yang kesal dengan expresi datar.
"Tentu saja tidak, Xia'er sangat mencintaiku, asal kau tahu," balas pria itu sambil menuangkan teh ke dalam cangkir.
"Cih, dia pasti terkena mantra sihirmu. Mana ada gadis lembut, baik, dan cantik sepertinya menyukai pria dingin, cuek, dan kejam sepertimu," ejeknya kembali.
"Hei.... adikku, ketampanan ku ini sangat mempesona, kalau kau lupa."
"Bahkan banyak gadis di luar sana mengantri untuk bisa menikah denganku. Jika aku gila wanita, maka sudah ku pastikan, aku akan menjadi orang pertama yang memiliki harem terbesar di benua ini," ungkap Zhang Xuen Chi sombong. Ia mengusap-usap rambutnya sombong, kemudian meminum teh dengan nikmat.
"Sudahlah lupakan, aku ingin memberi tahu mu sesuatu," ucap Zhang Jinxu menyudahi perdebatan yang tidak bermutu ini, lebih baik ia memamerkan keberhasilannya mengajak Wang Chu Mei berteman.
"Ya, katakan," balas Zhang Xuen Chi sebelum meminum teh.
"Putri Chu Mei sekarang sudah menjadi temanku," ujar Zhang Jinxu bangga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses (TAMAT)
Fantasi'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
