Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

67.Tidak sabar

99 9 0
                                        

Setelah dicaci dan diperbudak, Yilao saat ini beralih memijat kaki Wang Chu Mei yang sedang tidur terlentang di gazebo, gadis itu tidur dengan mulut terbuka dan mendengkur keras. Mengabaikan sikap bangsawan atau apapun itu karena dia sama sekali tidak peduli sedari dulu.

Yilao tak henti-hentinya mencibir dan menggerutu, tapi tangannya tetap saja memijat kaki sang majikan tanpa rasa ikhlas dan ogah-ogahan.

"Putri macam apa ini? Tidurnya saja seperti babi! Mendengkur dan berantakan begini!"

"Yosan sangat beruntung memiliki tuan baik yang bahkan tidak pernah menyuruhnya, sedangkan aku di sini? Ah, sudahlah."

Di sela tidurnya, Wang Chu Mei bergerak dan menendang wajah Yilao yang tenfah memijat kakinya hingga pemuda tampan itu jatuh tersungkur ke tanah secara tidak terhormat. Harga dirinya telah diinjak-injak di sini!

"Sialan! Lebih baik aku pergi!"

Sebelum Yilao menghilang, Wang Chu Mei mengigau dan berhasil menghentikan hewan nya itu.

"Hei kau! Siapa yang menyuruhmu pergi?"

Sesaat kemudian, dia membalikkan badannya dalam keadaan acak-acakan dan masih mendengkur.

Yilao menghela napas kasar.

"Untung saja dia masih tidur, jika tidak, habislah aku." Buru-buru ia menghilang dan kembali masuk ke dalam cincin untuk tidur dan bermalas-malasan seperti apa yang memang disukai nya.

Kaisar Wang yang sudah menerima undangan tersebut menjadi sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang Kakek.

Ia harus memberitahukan pada putrinya itu, pasti dia akan sangat senang.

"Kasim Hong.

"Hamba, Yang Mulia Kaisar."

"Beritahu putri untuk menemui Zen di sini," titahnya.

"Baik, Yang Mulia." Kasim Hong segera bergegas menuju ke kediaman awan.

Setelah sampai, Kasim Hong lantas mengetuk pintu. Namun, tak ada sahutan dari dalam, itu membuatnya penasaran, kemudian bertanya pada beberapa pelayan yang berlalu-lalang di sekitaran sana.

"Hey, di mana putri kedua?" tanya Kasim Hong pada salah satu pelayan.

"Bukankah Yang Mulia Putri ada di dalam?" tanya balik pelayan itu bingung.

"Aku sudah mengetuk pintu berulangkali, dan tidak ada sahutan, apa itu yang kau sebut ada?!" balas Kasim Hong sengit, jika putri menghilang maka kaisar bisa saja murka, mengingat betapa nakalnya gadis itu, dia bisa melakukan apa saja.

"Ti-tidak perlu marah, kasim. Mari masuk dan lihat. Mungkin saja Yang Mulia sedang tidur," kata pelayan tersebut gugup, kemudian berjalan menuntun kasim Hong memasuki kediaman dan mencari Wang Chu Mei.

"Yang Mulia! Anda di mana?!" Pelayan dan kasim berteriak mencari sang pemilikkediaman, tanpa mereka ketahui bahwa orang yang mereka cari sedang tertidur pulas.

Hingga sampailah di tempat terakhir, yaitu gazebo belakang. Langkah mereka seketika berhenti ketika melihat pemandangan yang errr... berantakan. Mereka berdua diam mematung beberapa saat sambil menatap posisi tidur Wang Chu Mei yang sangat tidak aesthetic.

Bagaimana tidak terkejut? Putri kedua yang sedang mereka cari sedang tidur dengan posisi terlentang, rambutnya berantakan, serta mendengkur.

Apa ini sikap seorang putri dari Kaisar Wang?

Pelayan itu mendekat ke arah Wang Chu Mei, hendak membangunkannya.

"Yang Mulia?" Pelayan itu sedikit mengguncang tubuhnya.

 Triplets Princesses (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang