Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

24. Putri tangguh, Wang Chu Mei

198 15 0
                                        

Saat Zhang Xuen Chi dan Xia Ai tengah jalan-jalan mesra. Di tempat lain Wang Chu Mei malah sedang duduk di bawah pohon besar dengan santai sambil membawa sebuah apel merah di tangan nya. Gadis itu mengunyah apel tersebut sambil melihat-lihat kerumunan orang di pasar ibukota.

Tiba-tiba pandangan nya teralihkan ke arah sekolompok bandit yang tengah merampok uang pada salah satu pedagang.

"Hei tuan! Cepat serahkan uang mu!" teriak salah satu pria bandit bertubuh gemuk, membentak pedagang itu dengan tangan yang membawa pedang tajam. Siapa saja akan ngeri melihatnya, tapi pedagang itu tetap tidak mau menyerahkan uang meskipun badannya gemetar takut.

"Tolong, tuan, jangan ambil uang ini. Anak dan istri hamba akan makan apa nanti," ujarnya memohon meminta belas kasihan.

Orang-orang mulai mengerumuni pedagang malang itu karena penasaran, akan tetapi tak satupun dari mereka semua berniat menolong, mereka hanya merasa penasaran dan tidak ingin mencari masalah dengan mengganggu para bandit.

Wang Chu Mei mulai melangkahkan kaki nya menuju para bandit brengsek itu, ia sudah muak melihat penindasan seperti ini, rasanya ia ingin sekali memenggal kepala mereka semua. Bukannya bekerja, mereka justru merampok orang lain.

"BERHENTI!!"

Semua orang menoleh pada asal suara. Mata mereka tertuju pada seorang gadis cantik yang mengenakan hanfu berwarna merah muda dengan hiasan rambut sederhana sedang berdiri tegap menantang, jangan lupakan mulutnya yang masih sibuk mengunyah apel.

Wang Chu Mei berjalan maju kearah pria gemuk itu. Ia rasa inilah ketuanya, karena dia lah yang paling seram di antara dua orang bandit lain di belakangnya yang bertubuh kurus dan tinggi. Hanya menang ukuran tubuh, merampok saja harus secara keroyokan, tapi tentu saja penampilan itu tidak memengaruhinya.

Gadis itu menatap satu-satu bandit dan melihat di ranah berapa para bandit ini berada sehingga punya nyali yang cukup besar untuk merampok orang.

Setelah beberapa saat menelisik para bandit, ia tersenyum remeh. Heh, yang benar saja? Mereka hanya berada di ranah Langit, masih berada di bawah kultivasi nya, tapi tetap saja rata-rata orang di sini menganggap ranah Langit sudah sangat tinggi, pantas saja mereka punya nyali untuk merampok.

Pria bertubuh gemuk itu menggeram marah melihat seorang gadis biasa telah berani mengganggu kegiatannya, dan apa itu tadi? Ia melihat gadis ini tersenyum meremehkan, kurang ajar!

"Hei, gadis kecil! Jangan ikut campur, pulanglah dan bermain!" bentak pria gemuk itu pada Wang Chu Mei dengan suara keras nya, tapi itu sama sekali tidak mempengaruhinya.

"Paman bandit, aku heran. Dengan badan sebesar ini apa kau tidak mampu bekerja? Daripada merampok dan menambah dosa, maukan kau ikut denganku dan bekerja sebagai pemberi makan ikan di kolam?" katanya mengejek yang sontak membuat semua orang di sekeliling tertawa terpingkal-pingkal.

Para bandit sanvat marah saat mendengar gadis kecil di depannya ini berani mempermalukan mereka.

"SERANG DIA!!"

Mereka tertawa mengejek saat melihat gadis kecil di depan mereka ini. Mereka berfikir bahwa gadis kecil ini sangatlah lemah dan hanya berada di ranah dasar.

"Hahahaha! Gadis kecil, kau sangat cantik, tapi sayang kami harus menghabisi mu," ejek pria bertubuh kurus itu meremehkan Wang Chu Mei.

"Hanya ranah Langit saja sudah sombong."

"Jangan bermimpi. Sebelum itu, aku lah yang akan menghabisi nyawa kalian."

Wang Chu Mei menutup kedua matanya, berfokus pada satu pikiran, sementara tangannya tampak bergerak membentuk gerakan rumit. Secercah cahaya terang berhawa panas menyelimuti nya dan diiringi dengan hembusan angin yang menerbangkan beberapa helai rambutnya. Tubuhnya perlahan melayang di udara.

Wang Chu Mei membuka mata dan mengangkat tangan kanannya di udara, kemudian muncullah percikan api yang menjalar membentuk sebuah pedang berwarna hitam kemerahan.

"Mari kita lihat apakah kalian bisa melawan Pedang Api Neraka ini." Gadis itu tertawa keras menyeramkan di atas sana.

Semua orang kaget melihat Pedang Api Neraka Legendaris yang dibawa olehnya. Mereka berbisik-bisik membicarakan siapa gadis yang membawa pedang legendaris di hadapan mereka ini.

Bandit itu sempat kaget melihat Pedang Api Neraka Legendaris yang di bawa Wang Chu Mei, tapi mereka segera menormalkan ekspresi kembali sangar dan mulai menyerangnya secara membabi-buta.

Gadis itu dengan senang hati menyambut serangan mereka, sekalian melatih kemampuan berpedang nya.

"Kepala atau tangan?" Wang Chu Mei tersenyum miring.

"Banyak bicara! Habisi dia!" teriak ketua bandit yang sudah geram.

Dua pria bertubuh kurus itu maju dan mengeluarkan elemen mereka. Sungguh rasanya Wang Chu Mei ingin sekali tertawa kencang saat ini, bagaimana tidak? Elemen yang mereka keluarkan hanya elemen Udara dan Tumbuhan. Sama sekali bukan lawannya.

"Kalian hanya membuang-buang tenaga. Kita sama sekali bukan lawan yang seimbang," kata Wang Chu Mei. Dalam satu kali kibasan Pedang Api Neraka miliknya sudah lebih dari cukup untuk membuat dua bandit itu terpental jauh.

Ia mendaratkan kakinya di atas tanah dengan santai, membuat debu-debu di atas naik beterbangan.

"Jika ingin bertarung lagi segera beritahu aku, biarkan apel ini habis dulu," ujar Wang Chu Mei santai.

Ketua bandit tersebut langsung gelagapan melihat anak buahnya sudah kalah entah di mana.

"Siapa ka-kau?" Ketua bandit yang semula tampak sangar sekarang terlihat seperti anak kecil yang ketakutan.

Wang Chu Mei berdiri menatap ketua bandit itu, ia kembali menaruh pedang nya di dalam Cincin Ruang Angkasa nya, kemudian berjalan perlahan dengan langkah tangguh ke arah ketua bandit yang gemetaran.

"Aku?" Ia menunjuk dirinya sendiri kemudian melanjutkan kata-katanya,

"Apa kalian tidak mengenali tuan putri kalian?" tanya Wang Chu Mei sengaja memancing orang-orang untuk berpikir. Ia ingin melihat apakah orang-orang di kekaisaran nya masih mengingat tuan putri kedua Kekaisaran Wang. Semua orang diam, berpikir siapa gadis hebat di hadapan mereka.

Beberapa saat telah berlalu tapi tidak ada yang bersuara. Gadis itu menghela nafas jengkel. Apakah ia sebegitu tidak terkenalnya? Menyedihkan sekali.

"AKU ADALAH TUAN PUTRI KEDUA KEKAISARAN WANG!"

"WANG CHU MEI!" Ia berbicara lantang di hadapan kerumunan orang-orang. Ah, pasti setelah ini ia akan menjadi terkenal.

Semua orang sontak kaget melihat gadis di hadapan mereka adalah tuan putri kedua Kekaisaran Wang. Mereka segera bersujud di hadapan Wang Chu Mei yang memiliki Pedang Api Neraka Legendaris.

Meski mereka tahu bahwa putri kedua tidak pernah dianggap, tapi mereka sudah melihat kehebatan putri kedua dengan mata kepala sendiri. Semua orang menjadi lebih menghormati nya.

Wang Chu Mei tersenyum puas. Bagus! orang-orang ini mulai menghormati nya. Dengan satu kedipan mata, ia lantas pergi meninggalkan kerumunan dengan kekuatan teleportasi.

 Triplets Princesses (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang