Pagi ini aku bangun cukup awal, aku memutuskan untuk berangkat sekolah jalan kaki melewati taman yang ada di perumahan. Saat aku sudah bersiap diri, ku melangkah turun untuk sarapan bersama kedua orang tua ku. Namun saat aku sudah sampai di ruang makan, ada yang aneh dengan Ayah dan ibuku ..
" Loeyn, apa ini ? " Ibuku menunjukkan pisau lipat kecil kepada ku.
" Mom memasuki kamarku tanpa izin? " Tanpa sadar aku menaikkan nada tinggi di ucapan'ku yang ku lontarkan kepada ibuku.
" Jangan membentak mom seperti itu, aku yang masuk ke dalam kamar mu, bisa kamu jelaskan apa ini ? " Ayah memandang ku dengan tajam, aku berusaha mengontrol ucapan'ku agar tidak membuat ayah marah padaku.
" Seperti yang kamu lihat , itu pisau bukan . "
" Kenapa kamu bisa punya seperti ini, dimana kamu membelinya?".
" Aku hanya ingin mempunyai'nya, ku pikir ini terlihat keren lagipula aku membeli itu dengan uangku sendiri Dad. Apa itu salah ? "
" Tentu saja itu salah, kau tau bagaimana mungkin kamu punya pisau lipat itu, bagaimana jika ini yang sedang di cari cari oleh penyidik dan juga polisi yang lainnya " ayah membentak ku dengan keras, belum pernah ku lihat ayah marah seperti ini hanya karena sebuah pisau.
" Kenapa Dad bisa berkata seperti itu ". aku menatap ayahku dengan pandangan terkejut
" Ya kamu pikir saja untuk apa kamu punya pisau seperti ini hah! "
" Apa maksud Daddy? untuk menusuk seseorang! " Tanpa sadar ucapan kasar keluar dari mulut ku.
Dengan langkah besar ayah menuju ke arah ku dan melayangkan tamparan keras ke pipi kananku. Aku memandang'nya dengan tidak percaya akan apa yang telah ayah lakukan padaku, belum pernah ayah seperti ini. Ibu menuju kearah ku lalu memeluk ku dengan erat seraya berkata kepada ayah.
" apa yang kamu lakukan, bisakah dibicarakan dengan kepala dingin, jangan melakukan kekerasan pada anakku" ayah memandang ku dengan sendu
" Daddy minta maaf, tidak seharusnya Dad melakukan hal seperti itu padamu. Dad hanya takut suatu hal buruk terjadi padamu "
Ku lepas pelukan ku pada ibuku lalu menuju meja makan untuk mengambil roti selai yang sudah di buatkan ibuku, saat aku akan menuju keluar pintu ibu berucap
"Mom akan mengantarmu "
"No, I want to go alone, can I have the knife again. "
" It's not funny, I'll take it and throw it away. "
" But I bought with my own money "
" Loeyn jangan membuat dad marah, segera berangkat ke sekolah, nanti kamu bisa telat "
Tanpa berucap selama tinggal, aku segera pergi dari rumah untuk berangkat sekolah. Ada rasa marah dalam diriku karena ulah ayah hari ini, tapi mau bagaimana lagi semuanya menjadi buruk hanya karena pisau. Saat aku berjalan di sepanjang taman yang ada di perumahan ku. Aku melihat pemuda pucat itu lagi, dia berjalan sendiri tanpa ransel di punggungnya, hanya memakai celana hitam dan juga Hoodie berwarna hitam pula dan jangan lupa earphone yang selalu terpasang cantik di telinga'nya. Aku harus berbicara dengan'nya ya harus! bagaimana mungkin di cctv tidak ada dirinya sama sekali dan hanya ada aku, padahal dia sempat berdiri di depan ku. Saat ku kejar pemuda itu, dia tiba tiba menghilang saat berjalan di belokan yang ada di taman, bagaimana bisa. . . . . .
TBC

KAMU SEDANG MEMBACA
A Reason
Mystery / Thriller" apa yang terjadi ?, siapa dia ?, " apa yang harus ku lakukan, saat aku mengetahui semuanya, otakku terasa kosong aku tidak bisa berfikir sama sekali, akankah aku menjadi yang selanjutnya. . . . . apa yang membuat'nya melakukan ini semua ? , apa y...