Bab 9 Tugas kelompok

4 0 0
                                        


Selama sebulan Alex sering minta tukeran tempat duduk dan kadang juga ikutan kalo Axcell dan  temennya pada ngumpul. Ibrapun gak ketinggalan ikut di seret sama Alex.

"Kayaknya lu akhir-akhir ini seneng banget tukeran tempat duduk deh Lex?" Tanya Caplang saat jam Istirahat. 

"Excellnya aja gak masalah kok."

"Tapi gue yang masalah." Axcell dan Cheallse kompak protes.

"Apa masalahnya?"

"Gw harus 1klompok sama lu."

"Apa?? Kita gak sekelompok emang?" Tanya Excell sambil menarik pundak Axcell.

"Gak!!" Axcell melotot ke Excell.

"Yaaaaah, trus gw sekelompok sama siapa?"

"Saya." Ibra nyambung sambil menatap Excell.

"Trus tugasnya mau di kerjain di tempat siapa?"

"Emang kalian kalo ngerjain tugas biasanya dimana?"

"Kalo gak di tempat Gw yak di tempat Axcell."

"Ya udahkan, apa masalahnya kalo gitu? Bukannya sama aja?"

"Ya gak samalaaah. Ibra udah pasti gak bisa ke rumah Excell, kalo penghuninya cuma dia bedua doang. Kalo ad abang-abangnya juga kalo belum dikenal pasti di tanya-tanyain mulu." Jawab Kwill.

"Lu juga gak bisa ke rumah Axcell. Kalo gak lu bakal jadi mallpraktek mpoknya." Lanjut Tohir.

"Satu-satunya yang paling aman paling di tempat kalian." Lanjut Caplang sambil ngasih gorengan ke Excell.

"Kita kerjain di sekolah aja." Usul Cheallse.

"Biar lu bisa ikutan nimbrung?" Ledek Alex.

"Yeeee...sok tahu lu."

"Tempat lu jauh gak Ibra?"

"Gak juga. Cuma beda arah aja sama tempat kamu."

"Kalo sama Alex?"

"Liat aja ntar." Potong Alex sambil memainnkan alisnya ke Axcell. Excell yang ngeliatin tingkah Axcell belakangan ini jadi ikutan ngeryit ke dua orang di depannya. Pada saat itu juga Ibra meletakan sebotol air di meja Excell. Excell udah biasa di kasih botol minum sama temen-temennya, jadi pas Ibra sering ngasih air minum yak Excell biasa aja.

"Lu juga dapet tugas kaya gini gak Hir?"

"Dapetlaaah. Besok harus udah di kumpulin jadi ntar sore gue ketempat Juki(temen sekelompok Tohir). Emang napa?"

"Gaaak gue nanya aja."

"Jadi ngerjain tugasnya di tempat lu aja gimana Ib?"

"Ok"

"Kenapa juga Alex yang jawab?"

"Ntar lu juga tau"

"Lu sodaraan ya?" Selidik Cheallse

"Gak."

"Trus lu kenapa lu jawab kayak tadi?"

"Want to know aj lu"

"Cell lu jadi mau beli Hp?"

"Iya, inikan gue juga lagi nabung. Kenapa lu mau nambahin?"

"Kalo kurangnya cuma seceng maaaah ganciil laaah."

"Seceng maaah cuma dapet gorengan 2biji+sambel kacang noooh di kantin" sahut Excell.

"Kapan belinya?"

"Ntar kalo duitnya udah kumpul. Kenapa lu juga mau nambahin? Boleh tapi jangan seceng. Gocenglaaah seengaknya. Lumayankan buat beli ice cone sambil mejeng di mall. Xixixi. Ya udha, ntr pulang sekolah ketempat lu." 

"Hmmm.." jawab Ibra sambil ngangguk.

Pualngnya di tempat parkiran.

"Engsell lu sm Ibra boncengan gimana?" Excell yang bingung ngeliat Ibra, Alex dan kemudian ke Axcell. Ibra juga bingung, tapi mukanya gak kaya orang bingung.

"Tenang aja, Ibra kalo bawa motor gak ngebut-ngebut."

"Gak masalah siih orang itu mau ngebut kek, mau terbang kek, mau send kanan beloknya ke kiri kek. Yang penting gue selamat sampe tujuan. Bisa?"

"Insyallah bisa." Axcell yang denger jawabannya akhirnya mengernyitkan dahinya.

"Jadi gue boncingin lu?"

"Gue aja yang bawa." Kata Alex sambil megangin stang motor dan menyuruh Axcell untuk duduk di bangian belakang.

Akhirnya mereka berempat menuju kesuatu tempat. Bangunannya, besar sekitar 3 lantai. Dengan banyak jendela dan pintu.

"Ini dimana?" Excell bingung karena baru kaliin ketempat tinggal Ibra dan Alex.

"Kami ngekost disini."

"Kapan?"

"Dari kelas 1 laaaah. Nyokap bokap gue kan tinggal di luar kota. Nyokap bokap Ibra juga."

"Jadi kalian ini apa?"

"Gue mungut Ibra di pinggir jalan. Waktu itu dia bawa ransel gue liat dia sendirian, gak tau tujuannya kemana jadi gue pungut aja dia."

"Bisa aja lu ngelawaknya."

"Yeeee..gue seriusan. Kalo gak percaya lu tanya aja sama Ibra."

"Iya..saya di pungut sama Alex."

"Lu mau aja lagi. Tapi kenapa kalian kalo di kelas gak pernah tegoran."

"Gue gak suka sama Ibra." 2 orang yang denger jelas bingung.

'Gue sukanya sama lu' Alex cuma bisa ngebatin.

"Maaf, tapi yang perempuan gak bisa naik." Suara bapak-bapak datang datang dari belakang.

"Emang ada yang cewek?" 4 orang ini jelas tenteng jenis kelamin Excell, cuma karena di STM aja pada pake celana panjang, cuma Cheallse aja yang kadang pake rok.

"Engsel(Excell) itu lu(kamu)" jawab mereka kompak.

"Oh...iya lupa" kata Excell setelah melihat ke dadanya sambil menepuk jidatnya.

"Trus gimana dong? Kan gue gak bisa berubah jadi cowok?"

Best FriendsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang