Bab 15 sama dengan hasil yang beda

4 0 0
                                        


"Wiiih mahal yak harganya. Abis daaah tabungan gua." Keluh Kwill

"Lu kalo mau murah beli tempe aja." Sambung Axcell.

"Tau lu. Malu-maluin gue aja lu."

"Diih kenapa lu yang jadi malu daah?? Kita kan gak nyuri. Kita beli."

"Serah lu dah will."

"Kamu mau beli yang mana?"

"Yang ini." Tunjuk Excell.

"Yang ini 2 mbak."

"Lu yang mana?"

"Samaain aja gimana?"

"Janganlaaah. Ntar HP gue ketuker lagi sama hp lu."

"Laaah timbang di tuker lagi. Apanya yang susah?"

"Gak laaah...hp lu banyak bahayanya."

"Sekate-kate lu ngomong."

"Stoknya juga gak banyak, tinggal 2. Itu juga udah di ambil sama mereka." Nunjuk ke Excell dan Ibra yang mulai otak atik Hpny.

Akhirnya mereka ngambil Hp yang lain tapi jadinya malah kaya couplean semua. Saat bayar pun, aIbra yang bayar Hp milik Excell. Yang di bayarin ngeliatin kelakuan yang bayarin.

"Nanti kamu bisa bayar." Katanya sambil senyum.

"Ok." Alex yang denger juga gak mau kalah. Dia bayarin punya Axcell. Dan Axcell pun bingung.

"Ntar aja lu gantinya."

"Kalo gue gak mau ganti?"

"Yak gak papa laaah." Katanya dengan senyum tersungging di wajahnya.

"PA lu!!" Toyor Axcell.

"Yuuuk duduk dimana gitu. Gak enak di toko orang nongkrong."

"Lantai atas kosong." Tunjuk Excell

"Lu gak laper?" Tawar Caplang.

"Laper. Tapi tas gue berat."

"Engsel seberapa berat siiih tas lu emangnya? Lagiankan...kalo ke atas juga Lu harus jalan. Apa gak tambah berat? Lagiankan nantinya juga lu naek motor. Lu juga di boncengin, lu tinggal duduk manis. Gak capek juga kaaan?" Sekarang Caplang yang naik darah.

"Panas" Sahut Excell gak ngerasa bersalah. 

"Engsel... bukannya lu udah biasa panas-panasan. Peluk-pelukan ama oli?"

"Lu lagi datang bulan apa?" Tanya Axcell khawatir ke Caplang.

"Iye!!" Jawab Caplang sewot dan langsung 4sekawan ini ngeluarin pembalut. Dulu sering banget Excell gak tau kalo dia dateng bulan dan gak bawa pembalut. Akhirnya tembus, jadi sekarang mereka selalu sediain 1 buah pembalut.

"Gila lu pada."

"Ok...ok...kita caw. Makan makaaan...nyook kite makaaan." Ajak Kwill sambil menarik Tohir, supaya Caplang gak marah-marah. Saat Excell bangun tas nya langsung di ambil Ibra. 

"Ayo jalan, nanti ketinggalan." Senyum Ibra. Excell pun melangkah dengan riang.

"Sini tas lu gue bawain." Kata Alex setelah ngeliat Ibra.

"Kenapa juga lu mau bawain tas gue?"

"Gue lagi baek niiih."

"Niiih tas gue aja." Cheallse langsung ngasih tasnya dengan paksa kepelukan  Alex. Cheallse pun langsung geleyotan di tangan Excell. 

"Diiih ogah gue sama tas lu." Sambil ngelempar ke arah Kwill.

"Aduuuh apaan siiih lu pada?"

"Tuuuh Cheallse minta di bawain tasnya."

"Bawa ndiri. Gue bukan jongos." Katanya sambil ngebalikin ke Cheallse.

"Lu bilang mau bawain tas gue Lex?" Katanya sewot.

"PD banget lu."

"Buruuuaaaaann." Teriak Excell yang udah jauh. 

Sampe ke tempat tujuan. 

"Bang mie ayam 8. 1 jangan di kasih daun bawang."

"Ok siap."

"Niiih minum." Ibra langsung ngasih Excell minum.

"Niiih minum." Alex masih ngikutin Ibra. Yang lain masih belom engeh dengan kelakuan Alex yang ngikutin kelakuan Ibra. Cuma Ibra dan Excell yang tau. Sambil ngeliatin tingkah Alex, Excell akhirnya senyum-senyum sendiri dan pengen ngejailin Alex. Pas banget abang-abang jepitan keliling juga lagi makan mie ayam. Excell pun noel-noel Ibra, memberi kode dan menyuruhnya ketukang jepitan. Ibra paham maksud Excell, dan melakukan misinya.

Kebetulan ada tali HP(saat itu masih tenar). Setelah beberapa saat, Ibra kembali dengan sepasang tali Hp yang bergambar nighmare before crismast.

"Niih kamu kemarin bilang nyari gantuang ini."

"Waaaah dapet juga akhirnya. Makasih yak."

"Sini aku pasangin." Alex yang gak mau kalah, juga sebenernya pengen beliin, tapi dia gak tau Axcell suka apa. Dan yang lainnya juga ikutan beli tali HP buat di gantung di leher. Akhirnya Alex ngeliat Axcell ngambil tali Hp berwarna biru tua  bergambar elmo.

"Gue aja yang bayar." Kata Alex saat Axcell mau bayar.

"Bang dia yang bayar." Yang lainnya pun ikutan.

"Haaah?!" Alex yang bingung sedangkan Excell dan Ibra cuma bisa senyum doang.

"Lu gak boleh pelit. Kan makan aja udah gue yang bayarin."

"Ya elaaah Lex timbang ginian doang. Gak bakal sampe lu jual motor."

"Tau!! Gak boleh pelit lu sama orang cantik."

"Siapa yang cantik?"

"Gue laaah siapa lagi coba? Excell?! Dia cewek jadi-jadian gitu."

"Canti kok." Kata Ibra sambil lalu dan pasti gak ada yang denger. Tapi Excell sebenrnya denger dan natap Ibra sambil bingung.

"Kan kamu perempuan jadi tentu saja cantik. Kalau kamu laki-laki kamu ganteng." Ibra menjelaskan dengan santai. Dan Excell yang denger cuma ngangguk-ngangguk setuju. 

"Siapa bilang lu cantik? Lu tuh cantik kalo di liat dari atas gunung trus pake sedotan air gelas. Niiih kaya gini." Kwill memeperagakan langsung depan Cheallse dan langsung di jambak sama Cheallse.

"Sakit!! Lu gila ya Chael?"

"Lu yang gila."

"Daaah makan dulu." Lerai Tohir merelai mereka.

"Mana ada coba cewek cantik tapi kelakuannya bar-bar."

"Gue tuuuh gak bar-bar yaaa... Gue cuma membela diri."

"Udah... udah.... makan dulu... ntar kalo udah selesai makan, boleh dah tuuh  lanjut berantem lagi."

Best FriendsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang