Pulang sekolahnya...
"Gue tungguin di depan yak!" Sekolah mereka ada di dalam gang buntu. Sedangkan bagian depan jalannya udah di tempatin sekolah SMA/U.
"Abang! Cimolnya 2ribu yak, pedes. Lu mau gak Chael?"
"2ribu juga bang. Jangan pedes yak."
"Ok neng."
"Hai.." sapa seorang cewek.
"Nama aku Sarah." Katanya sambil menyodorkan tangan untuk berkenalan. 2 orang yang di ajak kenalan jelas bingung.
"Oh... gue Cheallse. Dia Excell. Kenapa ya?" Sahut Chaellse sambil menjabat tangan Sarah.
"Mmm...aku boleh nitip ini gak?" Si cewek mengangkat kantong cantik.
"Nitip apa yak?"
"Nitip kasih ke Dani." Saat Cheallse mau mengambil kantong itu. Excell menyodorkan cimolnya duluan.
"Lu kasih sendri aja kenapa??" Kata Excell.
"Aku malu.."
"Kenapa malu?"
"Eee...ituuu.."sebelum si cewek menyelesaikan kalimatnya Axcell dan yang lainnya udah pada nongol.
"Tuuuh orangnya. Gidah kasih." Tunjuk Excell pake dagunya.
"Ayo naik." Ucap Kwill ke Cheallse
"Tuuuh orangnya." Ucap Excell sambil asik makan cimol dan menahan tangan Cheallse supaya tuuh cewek nganter sendiri itu paketan. Si cewek pun melangkah dengan memberanikan dirinya.
"Ini...waktu itu kamu jatuhin buku kamu. Aku mau nganterin dari kemarin, tapi kita gak pernah ketemu." Seketika hening. Apalagi Cheallse, tapi Excell masih sibuk sama cimolnya.
"Cell..sejak kapan Ibra ganti nama?"
"Mana ketehe." Jawab Excell sambil jalan ketemen-temennya.
"Loooh Lex lu kok sama Axell?" Excell bingung, karena biasanya dia di boncengin Axcell.
"Iye... lu sama Ibra dulu. Giiih daaah." Si Excell cuma bisa ngerutin kening dan berjalan ke arah Ibra dan si cewek. Cheallse pun berjalan ke arah Kwill.
"Kenapa lu?" Tanya Kwill
"Itu cewek bilang nyari elu. Tapi kok malah nyamperin Ibra?"
"Salah nama kali. Lagian kan gak mungkin anak SMA sini kenal sama anak kayak kita. Buru dah naek."
"Maaf, tapi sepertinya saya tidak pernah menjatuhkan buku." Jawab Ibra sopan.
"Tapi disini ada nama kamu."
"Siapa nama yang ada di dalam buku itu?"
"Dani." Katanya semangat.
"Dani? Buku apaan sih emang?" Tohir jadi ikut penasaran sambil melengos ke Excell yang msh berdiri di sebelah Axcell. Yang cuma di sambut dengan gedikan bahunya.
"Entah. Lagiankan itu Ibra namanya pasti Ibrahim. Bukan Dani, tapi buku apaan daaah sampe ada nama Daninya?" Caplang juga penasaran dan turun dari boncengannya.
"Coba liat buku apaan?" Akhirnya yang lain juga penasaran. Karena pada penasaran si cewek pun ngeluarin bukunya. Bukunya tentang instalasi listrik. Yang pada ngeliatin itu buku, kemudian Ibra, ke Kwill dan akhirnya ke si cewek. Saat itu Caplang langsung ngambil buku dari si cewek dan membuka halaman depan. Emang ada tulisan nama 'Dani' dan bukunya masih fresh.
"Ini maaah Dani di kelas gue."
"Bukan Dani dia?" Tanya Cheallse sambil nunjuk Kwill.
"Bukan, bukunya kwill udah banyak tekukannya. Sama isiian tugas. Karena kemaren baru gue pinjem."
"Berarti kamu salah orang." Seketika itu juga muka si cewek memerah.
"Dan!! Ooii... ini buku lo yang ilang bukan?" Kebetulan banget yang punya buku lewat.
"Waaah iya bener. Lu nemu dimana? Gara-gara nih buku ilang gue jadi musti beli lagi. Lu taukan tuuh guru killer. Lu nemu dimana?" Sahut si Dani saat merhatiin isi bukunya.
"Nih cewek yang nemu."
"Oohh...kalo lu mau ambil aja laaah. Gue udah punya kok. Yak udah gue cabut dulu." Dan si punya buku udah gak butuh tuh buku. Dan malah gak nanggepin sama sekali si cewek yang udah berusaha balikin itu buku.
"Jiiaaahh...cewek niiih lu gak mau kenalan dulu gitu?"
"Buat lu aja.. gue udah punya." Sahut Dani ngacir.
"Niiih orangnya udah gak butuh." Kata Caplang sambil menyerahkan buku itu. Saat itulah Excell baru naik ke motor Ibra. Dan menepuk pundak Ibra.
"Cheals lu kenapa siih gak kaya si engsel aja. Pake celana panjang, biar lu gak ribet duduknya. Ngeri jatoh gua."
"Bawel lu." Katanya sambil noyor kepala Kwill.
"Weeets kepala gue di fitahin niiih tiap tahun." Katanya sambil meniup telapak tangannya dan di usapkan ke kepala yang bekas di toyor sebanyak 3x.
"Yuk cabut." Dan mereka pun ninggalin si cewek itu.
Flashback si cewek
2 orang cowok berjalan beriringan keluar dari gerbang sekolah sambil ngobrol.
"Eh..tuuh si ganteng lewat." Tunjuk temen si cewek. Saat itu ada anak STM juga yang lagi nunggu angkot.
"Coba lu tanya sama dia. Dia kan satu sekolahan, siapa tau kenal." Kata temen si Cewek.
"Tapi gue malu."
"Jiiiah... lu malu-malu tapi mau. Dah gue yang tanyain deeeh."
"Eh cowok, lu kenal gak sama tuh orang?"
"Yang mana?"
"Yang rapih yang cakep"
"Oh...Dani."
"Jurusan apa?"
"Elektro"
"Ooo Dani."
"Niiih kalo lu mau kenalan, kasih buku ini kedia. Gue lupa balikin. Gue cabut duluan yak. Angkot gue dah dateng." Kata si cowok. Kenapa dia nyebut Dani? Karena saat itu Dani emang lagi rapih banget dan Ibra bajunya ada yang udah keluar. Di mata si cewek dan si cowok ternyata beda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Friends
Fiksi Remaja"excel aku suka kamu" ucap aisah Tuhan 1+ Tuhan 1, akankah kita bisa bersama? hujan badai rumahtangga dengan orang ke 3 mencintai yang sesama umatnya, tapi salah jenisnya.
