🥤41. Jovan's Life

103 26 5
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Seorang pria melangkah dalam kegelapan malam menghampiri sebuah mobil mewah berwarna hitam yang berhenti sembarangan di pinggir jalan.

"Yakin kan lo sama arah Jalannya, Ron?!" ujar pria itu pada rekannya yang sudah mulai memanas ka mesin mobil yang akan dikendarainya berjalan jauh malam ini.

"Yo'i, you Know, Jov. This is not my first time, don't Worry dude!"

Jovan terkekeh ia mengulurkan tangannya pada Aron yang terkekeh lalu merolingkan bola matanya sebelum balas menjabat tangan sobat itu.

"Hati-hati. Meski kita udah ngerencanain semua dengan amat sempurna, lo ga perlu mikir dua kali buat kabur kalau lo rasa udah ga aman yah, gue mending kehilangan klien dan barang-barang itu daripada kehilangan kalian Ron. Inget! Lo ketuanya! Selalu waspada dan jangan tinggalkan jejak, oke!"

"Iya-iya Bro... Gue bakal hati-hati. Lagian lo ngapa sih Jov ga ikut aja. Bukannya Lo ga bisa kalo ga nganter sendiri dan mastiin semua pengiriman kita aman?"

"Ya mana bisa lah, Boss kan sekarang da punya cemceman di rumah. Di gaprok dia yang ada kalo ketahuan  pulang pagi buta." dari arah bagasi belakang terdengar suara lantang Reno yang seketika mengejutkan Aron. Bukan, bukan sebab suara cemprengnya. Melainkan sebab apa yang baru diucapkan pria itu.

"Whats? Whats his meaning, Jov?! Lo... Tinggal bareng cewek? Who's? You have a girlfriend?! Sejak kapan?!"

"Aaa baginda Aron! Percuma lo ganteng dan pinter tapi perihal gosip kudetnya ga ampun. Jangan kaget lo yah, sobat lo ini si Jovan al Qarem udah nikah di kampung halaman kemarin! Ga ngundang-ngundang kita Lagi, tau-tau ngeboyong cewek aja ke apartemennya!" Reno menutup pintu bagasi ga selow lalu ikut masuk mobil disamping Aron.

"Gila! Beneran, Jov? Lo nikah? This's the fu*king news i ever hear! Shit! Elo Jov? Nikah! Pacaran aja lo ga bakat bro!" Aron saking tak percayanya sampai menongolkan kepala keluar dari dalam mobil menuntut Jovan lekas beri penjelasan padanya.

Jovan hanya beri senyuman penuh arti lalu mengangguk kalem. "Itu kecelakaan... Kecelakaan yang Ga terduga."

"Lo atau tu cewek yang ngajak celaka Jov?!"

"Cih! Ngelunjak lu yah. Ini ga kayak yang otak kotor lo bayangin! And this is my privaci! Udah sono berangkat kalian, nanti gue ceritain detilnya kalau pengiriman ini uda kelar. Deal?!"

"Deal yah! Lo janji ntar gue tagih!" Aron menunjuk Jovan mengancam, hingga buat Jovan terkekeh seraya mengangguk.

"Sure. Good luck guys!"

Setelah mengucap kalimat perpisahan itu Jovan beranjak kembali masuk ke dalam mobilnya dan menyaksikan mobil Hitam Aron mulai melaju, diikuti dua mobil pick Up antar barang berwarna putih yang tertutup rapat. Lalu terakhir rombongan itu turut diikuti dua pengendara motor berpakaian serba hitam.

Our Blue Sky : JOVAN (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang