🥤84. Penyelamatan

17 3 0
                                        

Tubuh Jovan membeku saat melihat tubuh gadis yang amat dikenalinya itu seketika luruh diatas lantai usai menahan peluru yang ditujukan pada Jovan dengan tubuhnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tubuh Jovan membeku saat melihat tubuh gadis yang amat dikenalinya itu seketika luruh diatas lantai usai menahan peluru yang ditujukan pada Jovan dengan tubuhnya.

"Tanya!"


Pria itu terpaku, sejenak otaknya tak dapat berfikir hingga saat erang kesakitan Tanya mulai teralun lemah dari bibirnya terdengar dan Jovan spontan berteriak padanya  " Bodoh! Apa yang lo lakukan?!"

"Kak Jo-van... " Tanya tersenyum, melihat wajah jovan dan menyentuhnya lembut.

"Adek sialan! Ngapain lo ganggu Hah?!"

Jovan lantas bangun dan berjalan cepat kearah Sean sambil berujar tegas. "Dia adek lo, bajingan!"

Pria itu lantas melangkah cepat hampiri Tanya  mengatakan tangan untuk menutup lubang peluru yang menembus bagian atas dada kiri Tanya.

"Tanya— kenapa lo—nekat gini sih! Apa yang lo pikirin dengan arahin diri buat hal tolol gini! " Tangan kanan Jovan memapah kepala Tanya
untuk diletakan diatas pahanya. Namun tak ada waktu untuk itu semua. Sebab Sean langsung memerintahkan anak buahnya tuk urus tanya.

"Lo berdua bawa cewek bego itu keluar dari sini! Buruan!!! "

Seseorang menyerang pundak Jovan dan menahan kedua tangannya dibalik tubuh sedang dua pria lain langsung membopong Tanya dan membawanya pergi.

Ia mengucap cinta, dan mminta jovan jangan merasa bersalah, ia gapapa. Ga selamat pun Tanya ga akan marah... Asal Jovan tetap hidup. "Lo harus hidup... "

Sean tak sabar melihat kebodohan adiknya lebih lama dan menarik tubuh gadis itu jovan lalu menghempaskannya dan meminta anak buahnya membawa Tanya ke rumah sakit. Jovan geram melihat itu dan menonjok Sean membabi buta saat pria itu teralihkan. Hingga buat pestol yang dipegangnya terlempar jatuh begitu saja.

Sean balas meninju Jovan dan mereka kembali bertarung. Tanya dibawa pergi dengan darah segar terus mengucur dari lukanya menetes sepanjang langkah ia dibawa pergi oleh dua anak buah Kakaknya.

Pertarungan satu lawan satu tengah sengit, Sean berniat hampiri pistolnya yang terlempar. Jovan  yang menyadari itu segera mendekat ke arah pistol dan menendang pria itu hingga terantuk dinding dan hilang kesadaran sejenak.

Tak buang waktu, Jovan gunakan kesempatan itu mengambil pistol guna mengancam anak buah Sean yang tersisa dengan pistol.

Dan ia gunakan kesempatan itu untuk kabur, dengan langkah sedikit terseok sebab kakinya terluka, Jovan berlari kearah lorong Tanya tadi dibawa dan ia segera menuruni anak tangga untuk turun ke lantai bawah sembari memanggil-manggil nama Imel.

Ia melewati lorong deretan kamar berjejer dengan beberapa pria dan wanita berlalu lalang dan langsung menoleh padanya yang berteriak-teriak.

Melihat pistol ditangan Jovan yang melangkah tergesa menyeleksi tiap inci ruangan beberapa wanita menjerit dan berlari menghindar masuk kedalam bilik-bilik karoke berbeda.

Our Blue Sky : JOVAN (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang