Imelda seolah menjadi pelakor di kisah cinta Riza, padahal ia begitu tulus mencintai Cakra, pria romantis yang kadang terlalu overprotektif.
Menikah dengan Cakra bagai cita-cita bagi Imel, namun apa mau di kata saat prahara buatnya harus terpaksa m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jantung gue ketar ketir selama menonton balapan yang Tengah berlangsung.
Meski masih merasa kesal dan marah pada dua cowok yang seenak jidat malah menjadikan gue bahan taruhan, namun tetap saja Cakra yang gue harapkan untuk memenangkan balapan ini.
Meski pada akhirnya nanti kedua pria itu ga akan ada yang mendapatkan gue.
Sumpah meski sudah tersaji didepan mata, gue masih belum percaya jika baru mengintip dunia baru yang tak pernah gue duga dimiliki Jovan dan Cakra di belakang gue.
Selama ini gue pikir permusuhan di antara mereka berdua murni didasari oleh hubungan rumit kami bertiga, namun ternyata lebih runyam dari yang gue bayangkan.
Kata Ren barusan, Cakra dan Jovan sudah jadi musuh bebuyutan di arena balab mobil beberapa tahun terakhir, bahkan sebelum gue bertemu Cakra, ataupun terlibat pernikahan ajaib dengan Jovan.
Nasib seolah sengaja mempermainkan kami dalam singgungan takdir konyol yang memusingkan tanpa akhir.
Balapan berlangsung cukup sengit, Keduanya saling bergantian memimpin dan terus salib menyalib yang cukup mendebarkan.
Semua terekam jelas di layar besar yang berasal dari kamera drone yang turut terbang melesat mengejar kedua mobil diatas arena itu, gue cuma bisa meremas jemari cemas.
Ada tiga putaran yang di sepakati, dan perut gue terasa kian melilit seiring waktu berlalu, namun ditengah keseruan itu tiba-tiba drone yang mengikuti mereka rusak saking gilanya kecepatan dua mobil yang dikendarai Jovan dan Cakra.
Perihal keamanan arena balab yang berlangsung di jalanan umum itu gue denger sekilas dari Ren cukup aman, sebab mereka sudah punya bekingan aparat penertiban setempat telah menutup Beberapa ruas jalur yang akan sering digunakan anak-anak orang kaya kurang kerjaan ini untuk bersenang-senang.
Sebagai info tambahan, semua bekingn itu ternyata berasal dari Bagas. Anak seorang Jendral bintang dua yang namanya cukup ternama.
"Lo bakal kaget kalau gue kasih tahu, pokoknya bokapnya dia itu Jendral yang sering masuk tivi!" begitu kira-kira bisikan setan Ren beberapa saat tadi.
Kini semua orang tengah menggila, sebab kecewa Layar LED besar yang terpampang itu menjadi gelap gulita. Membuat semua orang bertanya-tanya penasaran akan siapakah yang bakal memenangkan pertandingn balab sebentar lagi.
Di belakang gue anak geng Cakra dan para antek-antek setia Jovan seolah mengawasi agar gue ga kabur, persis hewan ternak ga sih diri ini? Nonton balab doang kudu diawasin, malah yang kayak se-Kabupaten lagi yang ngawasin gue.
Ya tuhan, sebentar lagi gimana ini nasib gue? Kalau seandainya Cakra kalah, terus gue harus pulang ke apartemen Jovan lagi gitu mulai malam ini?!