🥤85. Tanya

23 5 0
                                        

Luka tembak di punggungnya menyakitkan,  darah segar merembes keluar dari tubuhnya, namun itu tak menghentikan langkah Jovan menghampiri seorang antek Sean yang terkapar setengah sadar di lorong

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Luka tembak di punggungnya
menyakitkan,  darah segar merembes keluar dari tubuhnya, namun itu tak menghentikan langkah Jovan menghampiri seorang antek Sean yang terkapar setengah sadar di lorong.

Tempat itu sudah dipenuhi orang terkapar, Jovan tarik kerahnya untuk bertanya.

"Ke rumah sakit mana Tanya dia bawa?" Dan tuk kesekian kalinya Jovan mengumpat mendapati jawaban template yang terus ia terima dari tadi, gelengan serta tiga kata, "Ga tau bajingan!"

Jovan melepas jaket pria yang baru ia hajar itu dan memakai pada tubuhnya sendiri yang tak mengenakan atasan. Ia bergerak ke bagian  gedung lain, menjurus kearah luar dan dilihatnya mobil silver milik Sean terparkir di sana, bermodal firasat Jovan mendekati mobil itu dan mengintip bagian dalam dari kaca, benar saja di sana ia menemukan wanita yang sedari tadi dicarinya. "Tanya!"

Pasti anak buah Sean yang diperintahkan untuk membawa gadis itu ke rumah sakit terdistraksi oleh keadaan di markas mereka mendadak kacau hingga meninggalkan Tanya di sini begitu saja.

Jovan buru-buru membuka mobil dan dilihatnya darah dari luka tembak didada Tanya sudah terserap sempurna oleh handuk yang disusupkan di sana guna menahan pendarahan. Gadis itu duduk lemah di kursi depan sebelah kemudi dengan mata terpejam.

"Bertahan, Tanya!"

Jovan memeriksa nafas di hidung Tanya  sembari menghalau rambut di sekitar pelipis gadis itu yang sudah dibanjiri keringat. Matanya mulai terbuka perlahan dan samar-samar ia dapat melihat pria dihadapannya. "Kak Jovan?"

Lelehan air mata mengalir begitu penglihatannya mengenali wajah yang tengah sangat ia rindukan telah sungguhan hadir di depan matanya.

Sungguh, jujur disaat ini rasanya Tanya sudah tak mampu membedakan mana hayalan mana kenyataan yang dilihatnya, namun persetan itu semua... Meski ini hanya imajinasi semata, ia telah merasa lebih dari puas.

"Kamu masih kuat 'kan? Kita ke rumah sakit sekarang! Janji bertahan yah!" Air mata yang menggenang di pelupuk mata Jovan luruh melihat jawaban Tanya hanya sebuah gelengan sebelum sekuat tenaga ia coba berucap.

"Kak... Gue ga ngerasain, apapun lagi selain... sakit ini... Dari tadi. Tapi sekarang... Lo disini... Gue... Cukup. "

"Tan, jangan ngomong sembarangan. Kamu bakal sembuh. Ayo kita kerumah sakit sekarang. " Jovan buru-buru memasang seatbelt untuk gadis itu dan beranjak hendak menutup pintu mobil. Namun tangannya dicegah dengan lemah, Tanya menggeleng. "Lo sini aja... Gue masih pingin liat lo, kak."

"Tanya! Jangan Beranggapan ini waktu terakhir kamu. Kamu akan selamat!" Jovan melepas tangan Tanya dengan hentakan kecil. Lalu menutup pintu dan ia buru-biru berpindah ke kursi kemudi.

"Kak... "

Sebulir air mata kembali lolos dari mata Jovan, dihapusnya air itu sebelum ia kembali menoleh pada Tanya di sampingnya.

Our Blue Sky : JOVAN (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang