🥤86. Hilang

19 5 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Dua mata itu terbuka, Imel menyadari jika ia ada dirumah sakit sebab aroma obat langsung menusuk penciumannya. Dari cahaya cerah yang menyeruak dari jendela ia tahu jika hari tampaknya masih pagi.


"Mel? Kamu udah bangun?"

Suara seorang pria itu familiar, namun mengapa bukan suara yang ia harapkan yang menggema, malah aneh mendengar suara ini sekarang.

"Cakra?"

"Iya, Mel... Ini aku. " Imel memicing heran, ia tak memahami penglihatan yang tersaji ini. Mengapa Cakra bisa ada disini?  Bukankah normalnya Jovan pasti akan mengusirnya jauh-jauh jika melihat batang hidung Cakra mendekati Imel?

"Bang jovan mana? " Cakra terdiam mendengar pertanyaan Imel yang tak ia harapkan itu. Diyo masuk bersama ibu bapak dan teh Arin yang baru kembali dari sarapan di kantin rumah sakit.

Ibu dan ayah memeluk Imel sangat Haru sembari mengucapkan kepayahan hati masing-masing menghawatirkan kondisi Imelyang tak sadar berhari-hari usai menghilang tanpa kabar.

Saat Imel tanya dimana Jovan. Semua orang terdiam dengan pandangan sama bingungnya

"Belum ada kabar, Mel. " Jawaban singkat Diyo itu sontak berbuah kerutan di dahi Imel.

"Maksudnya?"

"Dia ga diketahui keberadaannya saat ini, bahkan nomor orang tuanya dan Raina juga pada ga aktif. Ga ada yang bisa dihubungi."

"Hah? Kenapa? Kok—kok bisa? Bang Jovan?! "

Imel ditelan kebingungan tak masuk akal yang langsung memusingkan otaknya yang masih kelelahan baru sadar beberapa menit terakhir.

"Mel, buat sekarang kamu tenang dulu yah, jangan bawa otak kamu berpikir  keras dulu. Hal ini kita pikirin lagi nanti, aku bakal keluar dulu dan temui dokter yang nanganin kamu yah. " Ucapan Cakra yang menenangkan dan penuh tanggung jawab itu tak dapat Imel tangkap sepenuhnya, ia hanya mengangguk seadanya tanpa berniat menatap wajah Cakra yang masih membuatnya kesal.

Sepeninggal Cakra, ibu menjelaskan Jika Cakra yang menemukan dan langsung bawa Imel ke rumah sakit lalu mengabari keluarga di hari kejadian huru-hara.

Bahkan Imel dapat dirawat di kamar VVIP ini karena Cakra, pria itu setiap hari berkunjung selama tiga hari Imel tak sadarkan diri dan mengurus keperluan ibu ayah serta Diyo dengan baik.

"Tunggu, enggak, bu... Yah... " Ujar Imel lirih menatap ibu ayahnya bergantian. "...Yang nyelamatin Imel dari tempat sialan itu, bang Jovan! Dia suruh Imel keluar duluan sama kak Radit karena masih ada hal yang harus diselesaikan sama bang Jovan... Jadi kami pisah. Tapi gimana mungkin jadi Cakra yang— "


Di kebingungannya menggali ingatan terakhir, sedikit samar Imel mulai teringat, jika ia mendengar suara Cakra yang beradu argumen dengan Radit sebelum kesadaran Imel tenggelam sepenuhnya.

Our Blue Sky : JOVAN (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang